He's mine

He's mine
Part 3



Disisi lain, Sam dan Bucky sedang mengobrol sambil duduk dikursi. Mereka tampak mulai akrab, Sam ternyata pria yang menyenangkan. Bucky betah mengobrol dengan Sam.


Tak terasa jam menunjukan pukul 8, sudah waktunya mereka berangkat. Mahasiswa dan mahasiswi jurusan kewirausahaan segera naik ke bis. Tony duduk disebelah Bucky dan Steve disebelah Sam.


Selama perjalanan Tony hanya mendengar lagu dari kedua earphone miliknya.


Every night i almost call you just to say that always will be you


Wherever you are


Lagu band asal Australia 5 Second Of Summer terdengar ditelinga Tony, alunan nada sedikit rock membuat Tony cukup santai dan tenang selama perjalanan.


5 SOS adalah band favorite Tony, dan lagu kesukaannya adalah Wherever you are. Tony mulai bernyanyi dengan suara kecil. Berhubung posisi Steve itu dekat dengan Tony. Steve mendengar suara Tony dan ia sempat terpana mendengar suara Tony.


Steve yang mulai bosan juga mengambil earphone nya dan mendengarkan musik.


Near far wherever you are i believe that the heart does go on.


once more you open the door and you're here in my heart and my heart will go on and on


Lagu bernada pelan, adalah lagu yang disukai Steve. Kalau Tony suka dengan Boyband. Steve menyukai penyanyi solo, ia suka 2 penyanyi solo yaitu Ariana Grande dan Celine Dion.


Untuk kali ini Steve ingin mendengar lagu bernada pelan karena itu ia memilih lagu Celine Dion. Ia sangat menyukai lagu Celine Dion yang pernah menjadi soundtrack film Legendaris Titanic. My Heart Will Go On.


Diam-diam Tony melihat Steve, entah apa yang terjadi dengannya ia ingin sekali melihat Steve. Apa yang terjadi dengan Tony? Kenapa dia seakan ingin melihat Steve terus menerus? Jatuh cinta pada Steve? Tidak mungkin, itu gila. Ia benci Steve, sangat membenci nya.


Tak terasa mereka pun sampai di tempat tujuan, semua murid-murid segera turun dari bis.


Bucky yang menyukai alam sangat senang karena ia bisa pergi ke hutan. Ia mulai mengambil kamera nya dan mengambil beberapa foto pemandangan.


Saat Bucky sedang asik mengambil foto, ia dikejutkan oleh Sam.


"Seru amat ngambil fotonya!" Bucky yang mendengar suara Sam segera mengalihkan pandangannya ke arah Sam.


"Lihat hasil foto lo, kebetulan gue juga suka foto alam," ujar Sam.


Tanpa basa-basi Bucky segera memberikan Sam hasil fotonya. Sam tampak terpana dengan hasil jepretan Bucky.


Ia tidak menyangkanya kalau Bucky ternyata jago dalam mengambil foto. Terlebih foto alam.


"Keren," puji Sam.


"Hahaha biasa aja, thanks by the way," ucap Bucky sambil tersenyum.


Itu Sam dan Bucky, bagaimana keadaan Steve dan Tony? Langsung saja.


Tony sedang membangun tenda, ya dosen pembimbing sudah memberi kan kepastian kalau mereka akan menginap disini selama 1 malam dan para mahasiswa dan mahasiswi diwajibkan untuk tidur satu tenda dengan teman sekelompoknya.


Karena itu dosen pembimbing mengelompokan mereka ke dalam jenis kelamin yang sama.


Tony sibuk membangun tenda sedangkan Steve hanya menonton Tony.


"Heh! Dari pada lo berdiri-berdiri gajelas disana mending lo bantuin gue!" Perintah Tony dengan nada sedikit membentak.


Steve tersenyum lalu mendekati Tony yang sedang kesusahan mengikat tali, tanpa basa-basi ia segera mengambil tali yang dipegang Tony.


Tony heran dengan Steve, ia menatap Steve tanpa melepas pegangan talinya.


"Mau dibantuin ga?" Tanya Steve.


"Cara ngikatnya gini, masa gabisa sih," ujar Steve.


"Diam lo!" Bentak Tony.


"Yaudah," jawab Steve asal.


Tony heran, heran sekali. Bagaimana bisa Steve yang biasanya melawan dirinya sekarang malah lebih sering mengalah dengannya.


Apakah Steve menyukainya? Tidak mungkin! Itu pikiran terbodoh yang pernah Tony pikirkan. Tidak mungkin orang seperti Steve menyukai dirinya.


Tony yang ingin cepat-cepat menghapus pikiran bodohnya itu segera melakukan pekerjaan lain.


30 menit kemudian mereka selesai membangun tenda.  Sembari menunggu yang lain selesai membangun tenda Steve dan Tony sedang membereskan barang-barangnya.


Sam dan Bucky menghampiri mereka.


Steve yang melihat Sam segera menghampiri Sam sedangkan Tony tentu saja ia menghampiri Bucky.


"So gimana bangun tenda sama dia?" Bisik Bucky.


"Lo mau tau? Ayo kita ngobrol di dekat sungai, gue pernah ketempat ini sebelumnya sekedar untuk berlibur. Jadi gue masih ingat ada sungai di dekat sini kira-kira 2 Km lah," ucap Tony.


Bucky mengangguk dan mereka segera pergi ke sungai. Steve dan Sam yang penasaran segera mengejar Tony dan Bucky.


Disinilah Tony dan Bucky, duduk di hamparan rumput dengan sungai yang tenang yang berada tepat didepan mereka.


"Tadi Steve berubah banget," ucap Tony.


"Berubah maksud lo?" Bucky heran dengan ucapan Tony.


"Lo ingat kan waktu pertama kali ketemu di ruang kuliah aja dia gamau kenalan, ditambah lagi kalau gue ngomong apapun sama dia pasti ia lawan, tapi dari tadi setiap gue ngomong sama dia bahkan bentak dia. dia sama sekali ga ngelawan, Steve mengalah terus," jelas Tony.


"Serius lo?" Bucky membulatkan matanya dan disambut dengan anggukan Tony.


"Menurut gue nih ya, Steve tuh punya perasaan deh sama lo," ucap Bucky.


Tony terdiam, entah kenapa saat Bucky mengatakan hal itu, Tony merasa senang bahkan sangat senang.


Tony jatuh cinta pada Steve? Apa yang terjadi dengan pikirannya?


Tiba-tiba Bucky merasa ada yang menepuk pundaknya. Ternyata itu Sam, dan ada Steve juga.


"Steve! Ngapain lo kesini? ikutin gue?" Tanya Tony.


"Yee ge'er banget lu jadi cowo! Ngapain gue ikutin elo gaada kerjaan banget gue, gue tuh kesini cuma pengen jalan-jalan. Emang gaboleh?" Tanya Steve.


"Ya elah masih bisa  Bohong lagi, " mendengar ucapan Sam. Tony sedikit terkejut, ia menatap Steve dan Steve memalingkan wajahnya.


Steve bertingkah sangat aneh akhir-akhir ini, apakah benar dugaan nya kalau ternyata Steve menyukai dirinya.


Jika ya, bagaimana bisa orang seperti Steve jatuh cinta pada nya? Ah Tony lelah memikirkan ini semua. Ia memilih untuk pergi mendekati sungai dan duduk di batu sungai yang agak besar seraya bermain air.


Secara diam-diam Steve menatap Tony, sesekali ia melihat ke arah lain agar orang-orang disekitarnya tidak menangkapnya basah.


20 menit kemudian, jam menunjukan pukul 11:00 sudah waktunya kembali ke tenda dan makan siang. Karena berhubung mereka berkemah, semua mahasiswa dan mahasiswi disuruh memasak sendiri makanan mereka dengan bahan bahan yang sudah disiapkan oleh dosen.