![Galak vs Nyebelin [ketos]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/galak-vs-nyebelin--ketos-.webp)
Sebelum membaca, wajib vote dulu!!
•••••••
"stopppp....!!!" Ucap seseorang dari arah barat lapangan.
Sontak menghentikan pertengkaran mereka.
"lo sih, kan kena bk nih." Ucap vernon menebak.
"lo yang duluan cari gara gara." Balas alex.
"alex balik ke kelas kamu,dan kamu vernon lagiii..." Perintah bu hikmah sebagai wakamad kesiswaan .
"eh ibu, ketemu lagi kan kita, jodoh mungkin bu.." Canda vernon.
"gak ada canda canda an, ikut saya..!" Pinta bu Hikmah.
Remaja itu mulai mengikuti langkah sang guru, pikir remaja itu akan di masukan ke ruang bk luput pada pemikiran, mereka kini sudah berada di lapangan.
sontak membuat vernon menatap heran sang guru.
"ko kelapangan disini buu...??" Protes vernon.
"kenapa? emang kamu mau bersihin seluruh wc di sekolah ini..?" Tatap tajam oleh sang guru.
"engga, terus ngapain disini? jangan bilang mau disuruh lari putarin lapangan..??" Cerca vernon.
Vernon sangat hapal setiap hukuman yang diberi oleh guru guru kepada nya.
"nah itu kamu tau, ya sudah kamu kelilingin nih lapangan kaya lap.glora bungkarno 10 kali, mulai dari sekarang...!!!" Perintah bu Hikmah.
Vernon pun langsung berlari secepat kilat mengelilingi lapangan. Vernon tak masalah mau seratus, seribu kali pun dia tak apa, kata dia anggap aja kaya jogging pagi.
Beralih ke kelas tia.
Pelajaran sedang di mulai, gadis yang duduk di samping ambang pintu merasa kawatir, entah apa yang sedang menghantui perasaan nya.
Tia terlihat sangat gelisah,bahkan sampai para sahabat tia sangat bingung dengan nya.
Gadis di samping tia pun mulai membuka pembicaraan.
"lu kenapa tia? kaya gelisah gitu..?" Tanya rini yang duduk di samping tia.
Tia menoleh, menggeleng.
"engga ada apa apa ko, gua baik baik aja" Ucap tia, dan mulai memokuskan dirinya ke pelajaran sekarang.
"oh, kalau ada apa apa bilang aja ti."Sambung rini, tia hanya berdeham.
Kelas pun mulai tenang,sibuk mencatat tak ada yang berbicara sedikit pun.
Kelas ipa 2 terkenal paling senyap, namun kalau udah jamkos aduh ribut nya kaya pasar senin.
"ti..!" Panggil reza yang duduk di belakang nya.
Tia tak merespon sedikit pun.
"tiaa..!!" Reza mengeraskan suaranya sedikit, membuat tia terkejut heboh.
"astagaa, apaan sih zaa..?" Ucap tia sambil menoleh kebelakang.
"lu cantik." Ucap reza rayuan mautnya membuat raut wajah tia mulai memadam, alias kecut.
Tia langsung berbalik, mulai fokus ke catatan nya.
"yeuuu gua becanda tadi, gua mau minta tipe-x lu.." Jelas reza.
Tanpa aba aba tangan tia menaruh tipe-x tepat dihadapan nya dengan keras.
pletakk..
"ini cewe lagi pms yee..?" Sindir malik, teman sebangku reza.
Tia mengabaikannya saja.
"lu kenapa sih ti..?" Tanya penasaran rini.
Tia menarik nafas kasarnya, menoleh ke arah rini berada.
"gua GKPP" Ucap tia menekan di kalimat 'gkpp'nya.
"santai dong, tuh muka kenapa datar gitu.." Sindir rini.
"bodo amat."
Bel istirahat pertama pun sudah berbunyi.
Teng...Teng..Teng.. teng..
Sontak membuat umat sekolah ini bersorak gembira, tak ada sisa satu orang pun yang berada di dalam kelas. Terkecuali tia yang kini enggan mau ke kantin, karna kata dia gak lapar.
Tia mulai keluar menuju bangku taman sekolah, mata tia mulai menuju kearah orang yang sedang lari di lapangan sambil memperlihatkan air keringat yang bercucuran membuat tubuhnya sangat bergairah, tapi tia hanya menatap biasa.
Orang itu mulai menghampiri tia ,dan duduk sambil menyenderkan kepalanya ke bahu gadis itu.
"ihhh dateng dateng nyenderin kepala ke bahu gua, kan jadi basah gegara keringat eluu.." Sebelum itu, tangan tia repleks menjauh kan kepala remaja itu dari bahu nya.
"ihh gua tuh capee, gegara si alex tuh ngajak ribut eh bu hikmah ngeliat dan tersangka nya gua. Kan rese tuh waketos." Gerutu vernon.
"siapa suruh megang tangan orang seenak nya, mampuss di hukumm.." Ucap tia membawahkan remaja itu.
Vernon mulai mengsenderkan kepalanya kebahu tia lagi, dia benar benar capee hari ini.
"gak ada air minum gitu,beb..?" Tanya vernon manja.
plakk..
"Awww sakittt bebb, honey, bunny, sweety kuhh.." Kumat penyakit kelamaan jomblonya ya gini.
Tia mulai beranjak dari bangku taman, menjauhi hama yang satu ini.
Tiba tiba ponsel tia bergetar,bertanda ada notif Wa yang masuk.
Terlihat dari layar ponsel nya.
Kka adit: gimana sekolahnya tia..? 10.11am.
Mata tia membelalak tak menyangka orang sedingin dia bisa care sama tia.
Tia mulai membuka chat nya.
Elthia: kaya biasa, tapi aneh.
10.11am
send.
Tia mulai mematikan ponselnya, perasaan tia kini mulai menghantuinya lagi. Tia memutuskan duduk di bawah pohon rindang di taman. Tak ada murid yang sering kesini, bisa dihitung dengan jari saja.
Tia mulai menyenderkan kepalanya ke batang pohon besar itu.
Ponsel tia bergetar lagi.
kka adit: balik kesamping, coba..?
10.12am
read.
Sontak membuat tia bingung, tia mencoba menoleh kesamping dan terdapat sosok orang yang sedari tadi sibuk berchatingan dengan nya.
"koo ka adit ada disini? kata ka alex, ka adit sakit..?" Tanya tia panik.
"atau ini duplicate kka doang.." Uhcap tia tak mempercayai nya.
Cowok itu hanya tersenyum sedari tadi, tia mulai merasa takut, tak percaya, dan penasaran.
Tia mulai mendekati tubuh cowok itu, ingin membuktikan kalau itu benar dia. Tia mulai menyentuh tangan cowok itu, cowok itu hanya tersenyum melihat tingkah laku gadis di depan nya.
"Iya, tadi gua sakit, udah mendingan ko." Ucap adit datar.
"kakak beneran sakit..?" Raut wajah tia mulai berubah, dari ceria turun ke khawatir.
"iya." Ucap singkat nya.
"Tadi ada urusan yang harus gua nya yang menangani, dan sekarang kan istirahat jadi gua pilih ke sini deh,dan gua tadi liat elu murung." Sambung adit.
"Owh, tia gkpp ko." Kini tia mulai menjauh kan jarak dari cowok itu.
"ko ngejauh? kenapa?" Tanya bingung adit,adit mulai menghampiri tia.
Tia menjauh lagi, hampir saja mua jatuh dan cepat adit menarik tangan tia yang jatuh kedekapan nya.
Hangat, janggal, serba macam walau hanya beberapa menit kejadiannya.
Hati tia mulai berdebuk kencang, nafas tak teratur.
"kalau jalan hati hati, kan kalau knp knp kan gua khawatir." Ucap adit memecah keheningan.
Degg--
"hah..?" Tia tak mendengar ujung kalimat yang adit lontarkan.
Sontak membuat adit melepas dekapannya, menjauh sedikit dari tia.
"maaf, repleks tadi." Jelas adit.
Tia mulai bungkam, tak sadar pipi nya mulai panas, memerah pekat seperti buah naga.
Yang membuat adit tersenyum hebat, saat mengetahui pipi tia memerah karna dia.
"ciee ngeblushing ciee." Ejek adit.
"apaan sih kkaa, yaudah tia ke kelas duluan, bye." Ucap tia datar.
"ciee ngeblushing,ciee ngambek.." Ucap adit sambil menahan tawanya oleh tingkah adik kelas nya yang satu itu.
Hati adit terasa berbunga bunga, sakit nya sudah terobati, saat menglihat pipi memblushing gadis itu yang nonetebe adik kelas nya.
Tia mulai menutupi pipi nya dengan kedua telapak tangan nya.
Sesampai dia di dalam kelas nya, tia sedari tadi menutupi pipi merah nya itu, sambil tersenyum senyum gaje.
"Aaaaaa.. itu orang bikin sakit jantung gua kumat aja.. kan malu jadi nya.." Teriak tia, Tia langsung menenggelamkan wajah nya di tumpukan buku buku yang berada di depan wajahnya.
Tak lama seisi kelas pun ramai kembali, bel pun berbunyi.
Teng teng teng...
Tia sedari tadi hanya menutupi wajah merah nya.
......
Wajib vote!!
vote, kritik and shere.