Galak vs Nyebelin [ketos]

Galak vs Nyebelin [ketos]
17. hurt me



Massager facebook


Elthia Darla Radhina:


Ka, we can make just friend in now?


Please dont angry.


I know, you not like with i say about it.


Keputusan bulat, kita pts.


09:15pm.


"Off? Oh" Pikiran tia terukir indah dengan emosional tak terkontrol.


Sejak dari itu, dia tidak ingin mengingat kejadian hari hari nya yang sangat kelam.


Terjebak di situasi sangat membingungkan.


Lagi lagi dia berulah seperti itu.


Berjanji tak ingin melakukan nya lagi, tapi apa dia ingkari dan meulang nya lagi.


Membuat gadis berumur 16 itu, menangis menjerit mengenal masa itu.


"Cinta....?? Basii...!!!" Ucap emosi tia menaik.


Tak habis pikir, tia yang senantiasa menunggu nya tanpa ada kabar, dan datang dengan mengechat singkat padat dan jelas.


"Gak berubah, tetap nyebelin...!!!" Isakan isi hati mungil tia.


Sejak itu tia tak ingin menceritakan tentang apa yang terjadi pada dirinya,berubah seketika,menjadi cewek cuek, dingin, tak perdulu dan pemarah.


"Gua hanya nunggu lu bilang pts, apa susah nya sih bilang tinggal bilang,kalau sayang buktiin jangan diam doang." Gerutu kesal tia.


Tak pikir habis oleh tia tentang sesosok cowok yang dulu pernah bikin dia sangat bahagia, dan sekarang menjadi seorang yang sangat menderita.


"Kabarin sekali, kan bisa." Gerutu tia lagi.


Tia hanya merenung dalam kamarnya, mengprivate kan hidupnya dari orang lain, menutup akun sosmednya secara tiba tiba membuat banyak orang bertanya tanya.


Hanya pada akhirnya cinta yang di idaman kan tia, kandas begitu saja.


Fokus di dunia masing masing,tak bergeming untuk mencari pengganti.


#Quotes_mysad


pada awalanya dunia nyata itu akan indah pada waktunya.


dalam akan membuahkan jalan akhir yang menyeramkan.


jujur dari awal itu lebih baik,bukan karna TERPAKSA.


Tiba saat nya berpaling dari dia.


Vernon yang entah kenapa khawatir banget sama tia, berusaha menghampiri rumah kediaman Tia.


"Tia, gua masih ada di sisi lu ko" Ucap vernon di depan pintu kamar tia.


"Sejak kapan lu ada disitu?" Tanya Tia kaget, dan langsung ngelap air mata yang udah ngegenang dipipinya.


Vernon mulai melangkah mendekat, dan berakhir duduk di hadapan tia, menatap indah bola mata yang kini sudah tergenang air kebencian itu.


Vernon mulai menyapu lembut bekas air mata tia itu.


"Gua sayang elu ti, maaf gua baru sekarang ngungkapin nya, pliss jangan sedih dan buang air mata sia sia lu buat orang brengsek kaya dia tuh. Dia tuh luar nya doang dalam nya blushit." Tuturan vernon langsung membuat Tia tersenyum manis yang terukir indah.


"Gini kan tambah cantik, ututuu nangis lagi gua civok lu tau rasa." Ancam Vernon membuat Tia berdecik ngeri.


Tia langsung melepas pelukan nya.


"Ihhh gak berubah yahh, tetep nyebelin tauu" Akhirnya sifat tia berubah kembali menjadi tia yang ceria dan periang sebab vernon.


"Gua mau bahagia sama elu non" Batin tia sambil memperlihatkan senyuman nya bak bidadari dari kayangan.


"Udah mendingan kan?" Tanya Vernon.


Tia hanya bisa mengangguk.


"Di bawah mama lu khawatir banget, ya mau gimana lgi lu gak keluar dari dua hari yang lalu, gua aja khawatir sma elu" Ucap vernon sambil mengerucut kan sudut bibir nya,membuat tia tertawa geli.


"Aduhh muka lu tuh, jijikk tauu" Tangan tia tepat menabok lengan vernon.


"Ahh aww sakitt yangg" Ringis manja Vernon sambil berpuppy eyes.


"budu mamad yaa, byee" Tia pun mulai berlari keluar dari kamar nya,dan langsung dihadapi bersama keluarga nya yang benar apa kata vernon mereka khawatir.


"Maafin tia mah," Ucap tia langsung memeluk tubuh mamanya dengan erat.


"Mama ngerti ko sayang, udah lupain aja oke, minta bantuan sama vernon tuh kayanya dia sayang banget sama kamu ya dari tadi dia yng paling panik tau gak." Tia terkejut saat mendengar ucapan dari mama nya barusan.


"Beneran? segitunya?." Batin tia.


Vernon pun mulai turun menghampiri keluarga sanjaya.


"Iya gua yang paling khawatir sama elu ti." Ucap dingin vernon, bertanda dia memang serius.


"ehmm maaf selama ini nyuekin elu non." Ucap tia gugup.


Vernon mulai menggenggam tangan Tia tepat dihadapan amai dan raka.


"Itu lah arti dari persahabat kita, akan berjuang bersama sama dari sakit sampai menuju kemenangan." Ucap vernon.


Tia sedari tadi hanya menatap vernon, tak berkedip sedikit pun.


Amai dan Raka pun mulai meninggal kan mereka berdua di ruang tamu.


"Mama ngerti ko de." Batin amai.


"Biarin mereka dulu, mereka juga perlu kecocokan dan rasa yah, kaya kita" Goda raka kepada sang istri.


"dihh dasar papa bucinn" Ledek amai.


"iya iyaa, dasar bucinn" Tia pun mencubit gemas hidung vernon.


"Udahh nakall yahh, dasarr kadall" Ucap vernon kesal namun masih dengan senyuman nya.


Mulai lah tuh kejar kejaran kaya kucing sama tikus, mereka emang akrab kaya gitu.


Sakit namun hal kecil bisa menjadi pengobat nya.


••••••


KOMEN.


Wajib vote!!