Galak vs Nyebelin [ketos]

Galak vs Nyebelin [ketos]
Extra squel



Sebelum baca, wajib vote


komen juga boleh:)


••


Malam kemarin ada malam yang melelahkan bagi keluarga kecil Mr.Reyes dan Mrs.Radhina, saat ini mereka berada di penginapan motel dekat pantai dewata bali.


Saat ini Stella membersihkan wajah nya dengan skincare pemberian sang mama sembelum tidur nya, tak lupa dia memakaikan bandana kelinci diatas kepalanya.


Beberapa produk skincare kesukaan nya bermerek Emina dan nature republic, produk hasil dari korea murni yang dibelikan mama nya lusa kemarin.


"Bagian sini dulu nih," ucap Stella yang sibuk mencuci wajah nya dengan produk produk kecantikan nya, sangat mulus hasil nya.


Tiba tiba hp nya pun berdering ada telpon yang masuk. Saat stella menglihat nama penelpon itu langsung kaget bukan main.


Pradipta Velando🐷 is you calling...


"Angkat gak, angkat gak, angkat," tanya bingung Stella sambil menggaruk tekuknya yang tak gatal.


Di tempat lain.


"Lama banget, tungguin aja deh," ucap Velan sabar yang tetap menunggu angkatan telpon dari stella.


Stella mengangkat telpon dari devan dan menyapa nya terlebih dahulu.


"Halo! Assalamualaikum," ucap Stella di seberang sana.


"Ah, ehh, Waalaikumsalam stell," saut Velan terlihat gugup. Velan menjauhkan telpon nya sedikit untuk mengambil nafasnya.


"huhh"


"Ada apa Vel?" tanya Stella lembut terdengar bukan nada stella yang biasanya.


"Lo baik baik aja kan?" tanya Velan the de point.


"Alhamdulillah baik ko, kalau lo?" tanya Stella balik, yang membuat orang yang ditanya nyengir nyengir tak karuan.


"Ambayr hati ini, doi nanyain kabar huwaaaa" batin Velan.


"Baik juga ko alhamdulillah, disana gimana?" tanya Velan nyari topik, padahal sudah larut jika di dijakarta beda dengan bali yang berjam beda waktunya.


"baru sampe, besok baru jalan jalan nya," ucap Stella.


"Stellaa, tidur yak, kamu nih telponan sama siapa heum?" tanya Tia yang tiba tiba masuk ke kamar Stella. "Ahh!! mama ngagetin Stella ajah, ini temen mah, Mama belom tidur?" tanya Stella mengalih topik pembicaraan nya.


"Mastiin anak anak mama dulu, baru mama nya boleh tidur, sama siapa heum telponan nya? pacar kamu?" goda Tia sambil menyolek pipi anak cewek satu satunya itu.


"Mama ihhhh, dede gak punya pacar tau, abang tuh punya!!" jerit Stella, yang membuat Velan tertawa.


"Punya juga gak apa apa, selagi masih mau sekolah bener bener dulu," ucap Tia yang diam diam melirik nama penelpon Stella itu.


"Oh anak nya Vellania, temen kantor mama tuh, siniin telpon nya" pinta Tia , benar benar genting nih jika Velan ngomong yang enggak enggak tentang stella di kelas.


Stella memberikan hp nya ke mama nya, Tia pun mengangkat telpon Velan itu.


"Assalamualaikum, ini tante Tia" sapa Tia terlebih dahulu, hening yang hanya bisa di dengar oleh tia.


"Velan, kamu dimana sayang?" panggil Tia lagi, dan..


"ii-- iya tan, ini Velan se-sendiri, ehm maaf ngenelpon Stella malem malem gini, gak papa kan ya tan?" ucap Velan menahan gugupnya.


"mampos ini," batin Stella.


"Haha enggak ko, oh iya bilangin ke mama kamu titip berkas ya, yang ada di meja kantor tante berwarna merah dan kuning itu. Bilangin ya" pinta Tia lembut, yang dibalas Velan dengan iya an saja.


"iya tan, tante apa kabar sama calon adik Stella?"  tanya Velan terang terangan nya, sekarang dia tak gugup lagi sudah bisa mengontrol dirinya.


"Ehh, baik ko alhamdulillah, oh iya kamu suka ya sama Stella? kata Huda, hayo ngakuu," goda Tia.


"Ehh, ii-- iiya Tan, hehehehehe"


terdengar nyaring saat pengakuan Velan itu, yang membuat Stella syok tak karuan.


"Mah, get out from my room," suruh Stella sedikit kesal,


"Cieee adek cieee, punya doi nih yeee cieee," goda Tia yang mulai bangkit dari kasur Stella.


"Mom!!" ucap Stella.


Tia mulai memberikan hp Stella kembali dan pergi dari kamar Stella menuju kamar nya.


"Lo yaa, kalau ngomong ngaco banget dah," emosi Stella pun datang.


"Gak ko, itu fakta dan mama kamu juga udah tau kan, yaudah " ucap Velan tenang di sebrang sana.


"Apaan?" tanya ngegas Stella.


"Aku rindu, jangan lama lama ninggalin nya entar gak ada orang yang bisa jadi penyemangat aku," ucap Velan didrama dramatiskan.


"Jijikkk," ucap Stella berdecik geli.


"Gini gini juga lo suka bahkan udah jatuh cinta, cie cie," goda Celan.


"Ngaco! ngaco ngaco! tidur sono lu," ucap Stella frustasi.


"Enyah aja lo sana, bye mau tidur" ucap Stella dan mematikan telponan dengan sepihak.


tutt.. tutu... tutu--


"Gemes banget astaga," ucap Velan yang mulai membaringakn tubuh nya di kasur kesayangan nya.


"Velan astaga kamu belom tidur rupanya heum," omel Vellania.


"Hehe nelpon Stella tadi, mama, ada titipan dari Tante Elthia, katanya mama ngurusin berkas tante Thia di map merah sama map kuning itu, minggu depan baru pulang kata nya," lapor Velan ke mama nya.


"Ehh  kamuu yahh berani banget udah, ehh iya deh tadi sih Tante Thia emang udah ngasih berkas itu sama mama, ya sudah jangan sampai telat bangun nya, tidur ya kamu" ucap Vellania yang langsung meninggalkan kamar anak nya dan Velan mulai memejamkan mata nya biar imagination nya biar mimpi indah bersama bidadarinya.


🌴🌴🌴🌴


Pagi hari ini sangat cerah, membuat kaki gadis berusia 15 tahun ini terpapar matahari yang menyejukan.


Stella pun mulai membuka matanya perlahan, dan merenggangkan tubuhnya yang sedikit sakit itu akibat kelamaan di dalam pesawat itu.


"Arrghhh,"


"View nya bagus banget, aduhhh ya tuhan ciptaan mu ini luar biasa," ucap Stella memandangi langit dari dalam jendela kaca besarnya.


Tiba tiba suara ketukan pintu kamar stella pun terdengar nyaring.


Tokk.. tokk.. tok...


"Stella, sarapan dulu!!" jerit panggil Tia yang langsung ke dapur.


"Iyaaa, maaa!!" balas jerit sStella, sang abang baru saja bangun dan langsung menghampiri sang adik tercinta.


"Stellaaa!!" jerit Huda yang langsung memeluk adik nya itu, tak lupa bermanja ria di sekitar pundak adiknya.


"Abang gelii ahh," ucap Stella berdecik geli akibat ulah sang kakak.


Huda mulai meraja lela menyentuh sebagian tubuh polos adiknya ini, seperti itu lah kegiatan pagi sang kakak.


"ehmmmphh abangg," desah Stella membuat Huda membuka mata nya sedikit, yang membuat pandangan nya sedikit kabur hanya ada wajah stella yang begitu merona di mata huda, astaga abang.


"sedikit saja, Boleh ya?" minta Huda yang membawa Stella terbaring dikasurnya kembali,


"Keturunan papanih pasti jadi mesum gini, astagaaa. Nyingkir gak lo, atau lo mau mati hah!!" ucap Stella mendorong tubuh abang nya dengan sekuat tenaga yang menghasilkan ke gagalan sebelum abang nya sudah mendahului nya.


"euhmm wangii," seru Huda sambil mengendus aroma parfum tubuh stella pagi ini.


"SUDAHHHHHHHH!!!" jerit Stella yang mulai kabur dan menghampiri mama nya.


"Kamu kenapa?" tanya Tia yang menglihat Stella ngos-ngosan itu, Huda baru saja keluar dan menghampiri keluarga nya di ruang tamu.


"Belom selesai loh tadi," ucap Huda merancau, yang membuat Tia menggetuk kepala huda sedikit keras.


"Arrghh mah, sakit. Salah Huda apa?" tanya Huda polos.


"Anak kamu tuh mas, berulah lagi. Sama banget kaya kamu nya, mas," ucap Tia yang menatap arah vernon tajam.


"Gini gini malah kamu jatuh cinta," ucap Vernon sambil mencolek dagu Tia dengan lembut.


"Yang, Udah!" peringat satu dari Tia, kalau udah melebihi batas was was aja dah tuh.


Mereka pun mulai menghabiskan sarapan mereka dan mulai pergi berjalan jalan berkeliling kota bali ini.


Tak habis pikir Huda sangat sama persis seperti papa nya, memiliki suara yang khas, tinggi yang semapai, otak yang begitu cerdas namun yang lebih parah sama nya itu otak nya mesuman heran tau, kalau Stella si bawel mirip Tia, canda tawa nya mirip Vernon, otak dia atas IQ rata rata makanya dia disekolahkan sekolahan swasta dan dapat beasiswa smp nya, dan cantik membuat orang yang sekali liat aja langsung jatuh cinta.


tiba tiba ada chat wa masuk dari seseorang pun muncul di popscane hp milik stella.


Velando: hai Stella, good morning😚, pagi my sunshine, have a nice day.


07.02am


Velando: Jangan main sama cowok lain ya, entar sama aku aja eh😅, bukan bukan.


07.03am


Velando: i miss you my lovely, and i always love you and forever💋💙


07.05am


Senyum Stella masih mengembang tak mau turun turun entah kenapa hati Stella berbunga bunga saat melihat pesan yang dikirimkan velan dengan gombal serapahnya.


"Aduh romantis nya, good morning too lovely" batin Stella yang tak mau mengetik atau membalas satu pun chat dari Velan, biarin aja.


Ini bocah smp, udah cinta cintaan aja astaga, kuatkan hamba maaf ya yang jomblo😁


Mereka semua sekarang berada di pulai dewata bali, bermain pasir oasir putih dan memandangi ombak ombak berselemiwing di telinga Stella.


"Stell, foto yuk berdua?" ajak Huda yang siap memegang camera nya.


"Gak deh Bang, foto sendiri aja ya," tolak Stella yang begitu hati hati dengan abang nya. "hilih, yaudah lah" ucap Huda yang mulai memotret dirinya sendiri.


Tia hanya memandangi anak anak nya begitu bahagia nya, yang bukan dideritanya jaman dulu itu. Untung Vernon sigap dan cepat mendampingi Tia dengan segala cara dan hal dilalui bersama.


Ada waktunya jika kita benar tidak ditakdirkan untuk bersama dan ada juga waktunya untuk kita ditakdirkan kembali, Tuhan itu maha adil, maha penyayang:')


SELESAI.