![Galak vs Nyebelin [ketos]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/galak-vs-nyebelin--ketos-.webp)
Mentari pagi pun mulai berhamburan disekitar tubuh gadis yang kini masih tertidur nyenyak di kasur singgasana nya itu.
Hal yang tak di ingin kan gadis itu sekarang adalah
Tring... Tring... Tring...
(Dering alaram ponsel tia)
"Ihhh ngeganggu orang aja lagi mimpi sama mark lee nct juga, ihhh.. " Dengus kesal tia.
Tia pun mulai mematikan alaram dari ponsel nya itu dengan kasar.
Tia yang kini sudah berbeda posisi menjadi duduk sambil meratapi lamunan nya, dan mulai membersihkan badan dan memakai seragam sekolah nya hari ini.
"Elthia darla radhina...!" Teriak sang mama.
"Udah bangun maaa...!" Balas teriak tia yang sedang merapikan rok nya itu.
Tia pun mulai membuka knop pintu nya dan menuju ruang makan nya.
"Maa, sehabis pulang tia ijin pulang telat, karna tia mau ke gremid dulu yah," Ucap tia yang sambil memelas.
"So aegyo lu njirr. " Sindir sang kakak.tini
"Apaan sih kaa. " Protes tia
"Kakak ade, udah ribut nya. Iya mama ijinin, asal jangan lupa waktu aja. " Ucap amai tenang.
"Thank ma," Tia pun mulai melahap roti selai untuk sarapan nya dan segelas susu hilo kesayangan nya.
"Kuy ma, berangkat!!" Ajak tia.
Karna udah kebiasaan, jadi mama nya angguk angguk aja.
"Pah, dede sekolah dulu yah, muahh assalamualaikum. " Ucap tia sambil mencium punggung tangan sang papah. Raka
"Iya, ingat loh yah jangan lupa waktu. Waalaikumsalam. " Ucap raka sembari mengeluarkan kertas merah dua lembar untuk sang anak bungsu nya.
"Kakak juga telat, ada rapat di kampus biasa. " Ucap tini yang mulai bangkit menuju mobil nya. Tia dan mama pun berangkat.
Gak perlu beberapa lama pun sampai.
"Ma, mama ko bisa sahabatan sama mama nya ka adit sih?" Tanya tia tiba tiba.
Emang sih dari malam tadi dia sibuk memikirkan hal tentang kemaren itu.
"Tanya in sama adit nya aja langsung, de. " Ucap amai yang mulai menghidup kan mesin mobil nya itu.
"Yahh gitu yah, yaudah deh mama hati hati, tia sekolah dulu yah, Assalamualaikum muahh. " Ucap tia sambil mencium punggung tangan sang mama dan mulai keluar dari mobil merah nya itu.
"Iya, Waalaikumsalam. " Balas amai yang langsung melaju di atas normal.
Dan sampai dengan selamat ke tujuan.
Tia yang kini masih penasaran dengan kejadian kemaren, berjalan lamun tanpa sadar ada seseorang di samping nya.
"Ngapain neng?" Ucap vernon.
"Astagfirullah, ada saiton. Lu kira gua ngapain heum??" Nge gas tia yang bersamaan dengan repleks kaget nya itu.
"Pagi pagi udah nge gad aja lu, untung cantik. " Pepet teros jangan kasih kendor, eyaa.
"Apaan sih lu non." Risih tia.
"Cuman ngeganggu my bidadari aja gak boleh..?" Goda vernon sambil mendorong pelan tubuh tia.
Tubuh tia tak sengaja mendorong tubuh seorang cowok yang tak sengaja melintas di depan mereka.
"Ehh ka maaf, Vernon tadi tuh.." Tuduh tia kepada vernon.
"Lahh ko gua!" Ucap vernon.
"Ya elu lahh njirr," Tuduh vernon.
Mata tia tertuju kepada orang yang habis jadi korban tabrakan nya.
"Ka adit?" Tia mengerjapkan mata nya beberapa kali.
"Gua gak apa apa ko tia, masuk gih jangan pacaran mulu..." Ucap adit yang mulai berjalan menuju kelas nya.
"Sewot aja lu ketos, cemburu lu..?" Tanya vernon sewot.
"Kaaa maafin tia yah kaa, please jangan di hukum lagii yahh..." Ucap tia agak sedikit teriak.
"Gosah teriak teriak dehh, gak bakal didengerin juga sama dia ti, Kuy masuk.." Tanpa ancang ancang tangan vernon mulai menggenggam jemari tia.
Tia repleks melepas genggaman vernon .
"Lu yaa gatel bangett dahh astagfirullah..." Cerocos tia.
"Ceramah boss..?" Tanya vernon.
Tak di sangka, tangan tia pun mulai menoyor kepala vernon dengan kencang.
Bhuss..
"Awww sakit yang.." Ringis Vernon bernada sok manja.
"Yang yang ndasmu, sayangi noh tong sampah.." Tunjuk tia ketong sampah.
"Sakit beneran sumpah..." Vernon mulai meringis sakit benar benar sakit. Entah penyakit nya kumat.
Tia yang tak sangka, mulai melihat panik .
"Non lu beneran sakit..? mau gua anter ke uks..?" Tia mulai menyentuh kepala vernon lembut.
Bisa aja nih cacing, ngemodusin anak holang - thor.
Gua gak modus thor, ciee cemburu - vernon.
Cemburu ama cacing idihh - thor.
"Gua gak bisa...nolak" Ucap vernon memelas.
"Sorry yah, Lu lebay batt dah.." Ucap tia yang mulai membuat vernon sedikit kesal.
"Gak usah deh, ngerepotin elu aja. Masuk kelas gih sana.. Udah gua maafin ko ti, Bye gua kekelas dulu.." Vernon sangat mendalami arti kata kata yang barusan saja di lontarkan tia kepada nya.
"Yaudah deh, byee .." Tia mulai memasuki ruang kelas nya.
"Gua salah ngomong yah tadi...?" Pikir tia.
Teng... Teng... Teng....
(Bel masuk di jam pertama pelajaran)
" Assalamualaikum anak anak..." Sapa bu Hasanah guru bahasa indonesia.
"Waalaikumsalam.. Bu..." Balas sapa murid kelas 10 ipa 2.
"Pelajaran kita sudah sampai mana...?" Tanya bu Sanah.
"Sampai negosiasi bu.." Ucap wulan.
"Oh iya, tia lanjutin lagi tulisan nya yah.." Pinta bu sanah.
Tia mulai menghampiri tempat duduk guru itu, dan mulai menulis di papan tulis bersih itu.
Jam jam pun berlalu .
Teng... Teng.. Teng...
(Bel istirahat terakhir berakhir)
"Kuy masuk kelas.." Ajak grace.
"Besok kan minggu, join yok ke mana gitu.." Usul wulan.
"Gua gak bisa deh kayanya.." Ucap tia memasang wajah murung.
"What happend...?" Ucap rini .
"Gua mau belajar, ehh rin entar pas pulang mau ikut cari buku di gramed gak...?" Ajak tia.
"Iya.. Yang seribuan kan...?" Tanya tia bernada bercanda.
"Ya kali breadtalk seribuan, ngaco lu ti..." Ucap grace.
"Buahahaha gua becanda kali, iya gua traktir lu rin.."
Jam jam pun mulai berlalu, tak terasa jam hampir menunjukan pukul 16.25pm.
"kuy otw gramed.." Ajak rini.
Untung mereka tadi udh mesen go-car jdi gak kepanasan.
"Ti, jadi kan?" Tanya rini.
Tia hanya mengangguk dan mulai tersenyum tipis.
"Untung papah ngasih uang lebih dan ada sisa uang kemaren, emang rejeki anak sholehah.." Pikir tia.
Teng... Teng.... Teng...
(Bel pulang.)
"Pr di halaman nomer 1-25 kerjakan, senin di kumpul.." Ucap Mrs.Laila
"Yes mom....!!" Jawab mereka serempak.
Rini dan tia pun mulai keluar dari kelas nya terlebih dahulu.
"ti!! lu mau kemana...?" Tanya vernon tiba tiba.
"kepoo cem dora luu..." Ucap tia.
"ihh gua nanya beneran tiaa sayang gua..."Ucap vernon penuh penekanan.
"khakhakha.... yang disini jadi nyamuk dududu..." Ledek rini tercuekan.
"sewot aja tiang,untung cantik.." Ucap vernon.
"ehh makasih btw gua emang cantekk.." Kumat dah tuh penyakitnya.
"ribut lagi.. gua jodohin lu pada..." Ucap tia sembari menghalat mereka.
Tia mulai berjalan mendahului mereka.
"gua kan jodoh elu ti.." Ucap vernon pede, Sangat pede dirimu bang.
"serah lu lah..."
Tia, rini, dan vernon juga pun mulai menaiki go-car yang dipesan tia tadi menuju gramedia.
Tak lama mereka melintas di jalan raya dan mulai sampai di gedung tinggi, ya mereka mulai memasuki mall yang mereka tuju.
"Lu pada mau kemana sih..." Gerutu vernon.
"Ke gramedia." Jawab tia.
"Ohh bilang dongg dari awal yang.." Ucap vernon tak sengaja menekan perkataan nya di 'yang'.
Sontak membuat tia melintas kan pukulan nya ke lengan kekar vernon.
"Yang yang mata lu budek.." Kesal tia.
Rini hanya menatap diam, bahwa dia berada di daerah banyak nyamuk yang berterbangan.
"Ribut aja terus ribut, gua ternyamuki.." Curhat seorang rini.
"Ehh kata nya buku di ******* ALASKA udah terbit seminggu yang lalu kan di gramedia rin..??" Tanya antusias tia kepada sahabat nya.
"Ehh iyaa, gua penasaran sama buku nya, apa lagi sama alaska nya aduhh.." Ucap rini yang sama antusias nya seperti sahabat nya.
Tak sengaja mata tia, dan rini melirik ke arah orang yang lagi asik dengan hp nya.
"Duhh tuh cogan.." Ucap bisik rini kepada tia.
"Febb..." Sapa vernon kepada cowok yang bertubuh tinggi lumayan lah dan mulai menghampiri nya.
"Ehh non, sama sapa lu kesini..?" Tanya febry basa basi, mata nya tertangkap oleh pemandangan yang kini dinikmatinya dalam diam.
Ia adalah rini, entah apa yang ada dibenak febry sekarang, dia terpesona dengan senyuman gingsul nya.
"Oh gua sama mereka, tia sama rini.." Ucap vernon sambil menunjuk ke arah mereka.
"Cantik" Ucap febry namun samar.
"Yang kecil onoh jangan di embat yee, itu tia my masdep" Ucap vernon bangga.
"Yang tinggi itu jomblo kan?" Tanya febry tiba tiba.
Tia dan rini pun mulai menghampiri mereka berdua.
"Ko kaya familiar gitu, ka febry anak kelas 12 ips 3 kan..?" Tebak rinci tia.
"Ehh bentar lu elthia anak kelas 10 ipa 2 kan...?" Tanya balik dari febry.
"Hooh ka, betewe sendirian aja nih kesini nya...?" Tanya tia.
"Iyah gak ada temen mungkin salah satu dari kalian mau nemenin gua.." Kode nih kode.
"Ehh iya lupa, ini rini bana..?" Tanya febry memngubah topik nya.
"Iya ka, salam kenal." Rini lagi lagi memperlihatkan senyum gingsul nya yang membuat jantung febry sedikit berdenyut.
Senyum aja udah bikin gemes - batin febry.
Karna febry melamun.
"Kaa febry.. Hello, jaba an nya udah han yah." Ucap rini.
"Ehh iya sorry, lu cantik sih kan jadi pangling gua." Jujur amat bang jadi cowok.
"Ka,duluan yah ke dalam nya mau cari buku." Ucap pamit tia.
Tia mulai menarik tangan rini yang masih ngefly .
"Jujur amat dah lu feb.. haha," Ucap vernon, febry sama vernon pun mulai mengikuti langkah kaki rini dan tia.
"Dia beneran cantik, lucu." Ucap terang dari febry.
"Pepet teruss.." Dukung vernon.
"Otewe, haha.." Ucap febry bersemangat.
Kini empat anak remaja mulai berduduk santai sambil bercanda riya di sebuah cafe mall.
Jam masih menepat kan 17.15pm ba'da magrib.
"Lu udah ijin kan rin..?" Tanya tia yang duduk disamping rini.
"Tenang, udah ko. Btw traktir kan.." Ingat aja nih mahluk sama teraktiran.
"Iyaa njirrr gua kira dah lupa...haha" Tia mulai tertawa lepas.
"Ehh feb rumah lu deketan sama rumah rini kan, nah jadi pulang bareng elu aja. Biar itu loh," Ucap vernon.
"Ehh beneran yah..?"tanya rini terkaget.
"Biasa aja kali wajah nya rin,iya rumah gua gak jauh jauh amat dari komplek lu,malahan beberapa rumah doang ." Jelas febry.
"Nah jadi gua sama tia,ya kan yang.." Biasa nih goda mulu.
"Gak, pulang sendiri lu.." Ucap
"Ko gitu sih beb, aku kan mau sama kamu, berduaan gitu.." Ucap vernon manja.
"Jijik guaa, idihhh pacaran ae kagak.." Dercik geli tia.
Beberapa menit pun Vernon, tia, febry dan rini pun pulang ke rumah masing masing, ya benar apa kata vernon tadi. Dia pulang sama tia pasrah tia tuh, sedangkan rinj yang di antar pake motor nya febry.
........
komen