![Galak vs Nyebelin [ketos]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/galak-vs-nyebelin--ketos-.webp)
Saat tia berada di rumah.
baru saja mau keluar ke dapur nya, Tia pun langsung terhenti saat mendengar ketawa orang yang ada di ruang tamu bersama keluarga nya.
"Ko kaya familiar sih, ehh--" Batin tia.
Tia ragu mau ke ruang tamu atau ke dapur buat minum.
Tiba tiba amai sang mama tia pun memanggil nya, yang membuat tia hampir terpeleset di anak tangga untung udah paling bawah.
"Tiaaaaa..!!!" Teriak amai dari ruang tamu.
Tia pun menghampiri mama dan papah nya.
Yang sontak membuat adit kaget.
"Jadi selama ini yang om Raka ceritain, anak cewek nya. Ini mah malah gaspol" Batin adit.
"Hy om, tan. Assalamualaikum" Sapa tia dan mulai mencium punggung tangan kedua orang paru baya itu.
"Hy ka" Sapa tia ke adit yang sedari tadi menatap nya.
"Waalaikumsalam" Sambut dari ramadhan dengan hangat.
"Hai juga tia, apa kabar? "Tanya om bima ayah adit.
"Gimana keadaan kamu sekarang pas kejadian di sekolah tadi, kata nya kamu pingsan ya? "Sambung bima.
"Ha? oh iya, Alhamdullilah Baik om, kalau om sama tante?" Tanya balik tia yang mulai duduk di samping adit.
"Baik juga" Ucap sarah bundana adit.
"Tumben pake hijab de?" Tanya amai sang mama.
"Lagi pengen aja" Jawab tia lembut sembari tersenyum kepada sang mama.
"Dit, ajak jalan jalan gih si tia nya, bunda mau bicara dulu sama tante amai" Ucap sarah.
Adit pun mulai menatap kearah tia.
"Mau jalan jalan?" Tanya adit kepada tia.
"Terserah aja sih," Jawab tia yang mulai bangkit dari sofa yang diikuti dengan adit.
"Kakak tunggu di depan, tia mau ambil sepatu dan tas hp dulu ke kamar" Tia pun mulai sedikit berlari ke kamarnya.
Lima menit pun tia kembali ke depan halaman rumah nya, memasang sepatu nya.
Entah kenapa tia lama sekali mengsimpul ikat sepatu nya.
Karna adit gemes dengan tingkah tia, adit mulai berjongkok sambil membantu mengsimpul kan tali sepatu tia.
"Ehh kkaa gk usah-" Tolak tia yang repleks memegang tangan adit yang mulus.
Adit yang masih mengsimpul kan ikat sepatu tia dan selesai menjadi rapi.
Tia menatap cowok yang di depan nya dari tadi.
"Lagi lari estapet ya, tung'' Batin tia.
"Sudah, ayo" Ucap adit yang mulai menaiki kendaraan scopy nya itu.
Adit sedari tadi menatap tangan nya yang dipegang tia yang tak sengaja.
Karna tia di tatap, dan mulai tersadar menyingkirkan pegangan tangan itu .
"Emang nya kita mau kemana?" Tanya tia takut gitu.
"Gua gak ngebawa lu ketempat yang aneh juga ko, palingan ke tempat nongkrongan gua sama temen gua" Ucap adit yang mulai menyalakan mesin motornya.
Tia pun mulai menaiki motor nya yang sambil memegang sisi pundak tinggi adit itu.
Dan duduk dengan manis.
"Gak mau meluk gitu??" Tanya nya sembari menggoda.
"Apaan sih ka, jalan aja udah," Suruh tia.
"Ya kali aja kan entar jatuh" Ucap adit yang mulai menggas setengah full motornya.
Sontak membuat tia teriak histeris, sesekali dia memegang sisi pinggang adit erat.
"Hiks hiks kkaaa ihhh nyebelinnn!!!" Jerit tia ketakutan sambil memukul mukul pelan punggung bidang adit, direspon cuman tawaan dari nya.
"Biarin, makanya meluk biar gak gua jailin lagi," Ucap adit selo.
"Ihh moduss" Teriak tia.
Tapi setelah itu Tia beneran meluk pinggang nya Adit, kaya otomatis gitu.
"Hahahaa.. Lu lucu juga yah" Ucap adit tiba tiba.
"Ehh-" Ucap Adit kaget.
Tia pun mulai terdiam, saat mendengar kata kata adit yang terlontar olehnya barusan.
"Woyy kenapa diam?" Tanya adit heran dengan perubahan tia.
Tia diam diam ngeblush tuh.
"Jangan bilang lu lagi ngeblush yaa" Tebak adit.
"Engga ihh" Tia pun mulai mencubit pinggang adit.
Adit meringis kesakitan, namun terasa lucu.
"Aww sakitt" Ringis adit.
"Ketos yang cool nan galak, bisa juga yah lemah kaya gini" Ucap tia yang menahan tawanya.
"Lemah? Sorry yaa, gua gak lemah" Ucap adit yang tak mau kalah.
"Hm" Tia hanya berdehem.
Mereka pun mulai memarkirkan motor di depan sebuah cafe yang dianggap positif oleh kedua remaja itu.
Mereka pun mulai memasuki cafe itu.yang sontak membuat tia kaget menjadi jadi.
"Itu kan Kakak kakak kelas gua, lah teman nya ternyata'' Batin tia.
"Ehh bro" Sapa adit dan mulai duduk bergabung dengan cs nya.
"Tumben bawa cewe, pacar? " Tanya Brian blak blakan.
"Ade kelas btw" Jawab Adit selo.
"Hah? Ade kelas" Ucap kaget abi.
Tia pun mulai duduk di antara mereka, lebih tepatnya di samping adit.
"Iya ka, btw panggil gua tia aja" Ucap tia berusaha tak kaku.
"Mau makan lu?" Tanya adit ke tia.
"Engga, tapi pengen es cream" Ucap tia yang melihat tempat es cream.
"Dihh tapi gak mau makan tapi mesen es cream gimana sihh, yaudah" ucap adit gereget kepada tia dan mulai memesan makanan.
"Adit kaya beda yeh" ucap brian.
"Hooh, biasanya kalem ke koala, masa" ucap abi.
"Apa jangan jangan??" Ucap alex.
"Jangan jangan lagi pms!" Ucap brian.
"khm lagi ngegibahin apaan ka?" Tanya tia yang sedari tadi di cuekin.
Cecan sabar.
"Hahaha kesian makanya jangan diam diam bae kaya si sekertaris" Ucap brian, ngeefek si deva nih.
"Bodo, serah gua dong" Ucap deva yang sedari tadi melihat hp nya.
Adit pun mulai datang membawa pesanan nya dan tia.
"Thank ka" Ucap tia.
"Sama sama" Balas adit yang kini duduk di hadapan tia.
"Btw lu kaya ada hubungan gitu?" Ucap Alex curiga.
"Hubungan apaan coba, orang cumn ade kakak kelas doang" Jelas sewot tia.
"Santai *** santai" Ucap brian.
"Udah santai dari orok kale kutil anoa" Balas tia kepada brian.
"Lu kutil onta" Balas algi yang tak mau kalah.
"Udah udah ribut aja lu pada" Helat deva.
Mereka pun mulai ngombrol ngombrol tentang segala hal, dan dari sejak itu tia pun menganggap kelima cowok itu abang nya sendiri. Terkecuali sama sang ketos.
"Ehh udah malam, kuy pulang ka" Ajak tia kepada adit.
Adit mengguk saja, dan mulai bangkit dan membayar makanan dan minuman miliknya dan tia.
"Duluan yah broo, awas aja lu pada telat besok, gua gibang lu terutama lu gi" Ancam adit.
"Hooh, btw hati hati ketosquhh" Ucap abi bernada menggoda.
"Anjirrr homo" Ucap adit.
Tia berdecik jijik yang diiringin ketawa nya.
"Ihh homo jijikk" Ucap tia.
"Gua normal anjirr" Ucap adit.
🔥🔥🔥🔥🔥
Sampai lah mereka di tempat rumah tia.
"Btw udah gua save no wa lo" Ucap adit.
"And udah gua add fb lu" Sambungnya.
"Makasih yah kaa, hati hati dijalan, assalamualaikum" Ucap tia dan mulai memasuki rumah nya sedikit sepi.
"Gua pulang dulu, byee goodnight assalamualaikum" Ucap adit yang mulai melajukan motor nya.
Tia tersenyum.
"Goodnight ka, waalaikumsalam" Ucap pelan tia, tia pun mulai masuk ke rumah nya.
"Cieee ade ciee" Goda sang kakak.tini
"Apaan sih kaa, bcd tau" Ucap tia berdecik kesal.
"Ku tunggu pj mu" Goda sang kakaknya lagi.
Tia pun mulai menghepas ointu kamar nya kesal.
Dan membaringkan tubuh nya kesal.
"Auah,kkaa nyebelinnnnn" Teriak tia.
Tia pun mulai memainkan benda pipih nan cangih itu.
Tiba tiba pop scen pun muncul dengan no yang tidak di kenal, dan juga pemberitahuan dari fb.
+6289xxxxxxxxx
Add
Gua adit.
Raditya mengkonfirmasi facebook anda.
Tia yang tak menyangka dengan ucapan cowok tadi memang benar dilakukan nya.
Tia teriak bahagia tapi dengan heran
"Lah ngapain ka adit ngeadd?" Batin tia.
Tia pun langsung meng add nomor wa cowok yang mengajaknya jalan jalan tadi.
Elthia darla R.
Done ka
:)
Hp nya pun bergetar pop scen yang masuk.
Raditya daniel A.
Mksh
Mlm.
Tia pun tanpa ia sadari sudah terlelap sangat cepat di dunia mimpi indah nya.