![Galak vs Nyebelin [ketos]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/galak-vs-nyebelin--ketos-.webp)
Tiba Tiba
Brakk
Seketika suara itu membuat ricuh dan panik.
"Ehh ada apaan tuh" Ucap salah satu senior sebut saja dia nama nya Lino.
Mereka pun mulai menghampiri kegaduhan itu.
"Itu ada yang gelud ka," Lapor salah satu murid baru yang sedari tadi menglihat kejadian itu.
Semua panik, ada yang mau misahin, ada yang kaya liat itu tv tinju di tvone, ada yang cari kesempatan sama ka senior lah duhh.
Tia hanya memandang lurus dan masih stay duduk di lapangan sambil mendengarkan lagu dari earphone nya.
"Ehh lo jangan disini, bahaya tau" Ucap seseorang yang berada didepan Tia.
Tia hanya mendengarkan musik nya, sambil membaca buku nya, Tiba tiba orang itu mengambil dan menarik tangan untuk menjauh dari tempat itu.
Tia kaget dan mulai mendongak kepalanya ke arah orang itu.
Orang itu adalah Vernon
Sahabat nya dari orok ampe sekarang.
"Apaan sih lebay lu Anjing" Ucap sinis Tia.
"Sini in buku gua" Pinta Tia.
Vernon mengabaikan nya saja yang membuat Tia geram.
"Siniin buku guaaa kembaran miverrr!!" Teriak Tia, Bukan bikin vernon takut dia malah jadi tambah semangat kalau udah liat tia kaya gini.
"Gua tau ko gua tuh ganteng, panggil sayang aja gitu biar gua tambah sayang " Ucap Vernon kesana kemari, Mulai penyakit pede nya.
Tia mulai berjalan menuju lapangan. Sebenarnya dia penasaran siapa yang berkelahi tadi, untung sudah selesai jadi dia gak jadi ngintip.
"najis anjirr" Seru tia berdecik geli.
Tia mulai meninggal kan vernon dan mulai menuju barisan para sahabat nya
"Lo kemana aja Tia? "Tanya Grace sedikit khawatir.
"Dimakan hantu" Saut Tia santai sambil duduk disamping grace.
"Becanda aja lu mahh" ucap Rini.
"Lo gak di apa apa in sama saiton pan?" Rain tau siapa yang membawa Tia kabur saat kejadian gelud itu.
"Hooh gkpp ko" Jawab Tia singkat.
"Mos akan kita mulai kembali dan kita bisa bermain" ucap Adit sang ketos yang tepat dihadapan tia, sesekali dia juga melirik ke Tia.
"Duhh hati guaa meleleh" Ucap salah satu murid dilapangan.
"Astagaaa ciptaan mu ya allah" Ucap murid yang lain.
"Njirrr itu ketos nya, guantengg gilaa" Ucap Wulan yang ikut ikutan juga.
"Subhannallah" Ucap Grace.
''Biasa aja padahal, mata mereka lagi katarak kah?'' Batin tia.
"Disini ada yang k-pop?" Tanya Adit sang ketos.
Dan mayoritas yang angkat tangan semua murid cewek, ada sedikit sih yang cowo yang angkat tangan.
"Nahh jadi kita akan bermain KPOP HOW SMART" Ucap sambung Adit.
"Ka, cara main gimanatuh?" Tanya Siswi dari ujung barisan kanan lapangan. sebut saja nama nya Ayu.
"Pertanyaan yang bagus dek, jadi gini kakak akan ngeputarin lagu dari boy/girl band maupun ost, kalian harus cepat cepatan, tebak nama penyanyinya, ost apa, judul lagunya. Kalau yang boy/girl band contohin creo nya, paham?" Jelas ketos panjang kali lebar kaya rumus persegi panjang.
pttt;V
"Kayanya rame nihh, hayoo ikut ikut" Ajak wulan.
Tia hanya mengangguk angguk kepalanya, padahal dia paling malas kalau dalam bidang ini
"Lo harus ikut tia" Paksa dari teman teman nya tia.
"Gua ngeliatin aja," Ucap tia menatap lurus.
Entah apa yang terjadi pada kali kali ini sama tia, padahal saat nya kpop world nya.
"Ayo kita mulai" Ucap ketos, dan mulai memutar kan lagu nya,
Semua terfokus pada musik nya.
"Kokobap-exo, straykids-hellevator, bts-dna" Jawab Tia tiba tiba,
"iya betul" Ucap Adit membenarkan, mereka pun bertepuk tangan untuk tia.
"Lahh katanya tadi gak mau ikut tia" Ucap Rain.
"Hm" Dehem nya.
"Siapa tadi yang menjawab sebutkan namanya?" Tanya adit.
"Elthia Darla Radhina!!!" Ucap serempak cs nya tia.
"Apa apa an sih manggil nama gua," Ucap Tia sambil menatap mereka dengan wajah flat kepada teman temannya.
"Disuruh ketos tadi tii, jangan galak galak gitu tar gak ada yang suka lo" Ucap wulan.
"bodo"
Tia mulai membaca buku novelnya itu dengan santai, game berjalan dengan bagus game pun berganti menjadi Dance Cover Random.
Semua pun mulai berdiri di barisan nya masing masing, musik un di mulai.
la vien na rose - iz*one.
Egotistic - Mamamoo
Fancy - Twice
Love shot - Exo
GogoBebe - Mamamoo
Boy with Luv - Bts
Musik pun berganti Fake love - Bts tia pun bergerak menggerakkan tubuh nya yang sesuai dengan creo nya dan lagi lagi membuat semua murid bahkan senior nya terbelalak tak percaya dengan kemampuan dance Tia.
Prokk.. Prokk.. (Suara tepukan tangan).
''tau aja nih gua suka ngedance cover, njirr'' batin tia.
Hari pun mulai hampir senja, acara mos mos tia pun berakhir hari ini cukup memuaskan.
"Besok kalian harus ngumpulin,surat dan coklat untuk kakak siapa yang kalian suka dan benci" Perintah Alex, yang membuat siswa dan siswa murid baru berseru bersamaan.
"Siap ka!!!" Saut serempak Semuanya.
"Kakak akhiri, wasalamualaikum warohmatullah hiwabarokhatu" Salam penutup dari Alex sang wakil ketua osis.
"Lo pulang di jemput ti?" Tanya Rain yang asik membereskan barang barangnya.
"Iyah, di jemput sama ka Tini" Saut Tia yang sambil mengechat kakaknya itu.
"Gua duluan ya, abang gua udah ada tuh di depan" Pamit Wulan ,iya dia di jemput sama bang fairus.
"Rin, mau nebeng?" Tanya Grace ke rini.
"Boleh, kuy lah caw" Ajak Rini semangat.
Padahal muka pada kusyam kusyam semua, tetap aja pedenya luar binasa.
Thing!
Notifikasi hp gua bunyi, ada wa masuk.
TiniEonn👿
👧:Gua gak bisa jemput lu
👧:Gua ada kelas tambahan
👧:Bareng vernon aja ti
read.
"Yah masa ka tini gak bisa jemput, terus gua pulang sama siapa?" Tanya Tia ke dirinya sendiri.
Tak diduga, vernon sudah ada dihadapannya tia yang membuat tia terkejut hebat.
"Astagfirullahhh, Ngapain non?" Tanya Tia sambil keluar dari ruangan kelasnya.
"Hayuk bareng" Ajak Vernon yang mensejajarkan jalan nya.
"Emang naik motor?" Tanya Tia tak meyakin kan.
"Nih scoopy lovely gua" Ucap Vernon di drama dramatiskan.
"Yaudah, ka tini juga lagi sibuk" Ucap Tia.
"Nah hayok lah" Mereka pun mulai ke area parkiran sekolah, dan mulai pulang bersama.
Sebelum mereka pulang kerumah masing masing, pastinya mereka jalan jalan dulu. Modus sia teh.
"Mampir ke Supermarket dulu, beli surat sama Coklat" Ucap Vernon yang mulai memarkirkan motornya di depan toko alfamart dekat rumah mereka.
"Eh iya" Untung Uang jajan Tia masih ada dan masih cukup.
Mereka mulai masuk kedalam toko bersuhu dingin itu.
Tia mulai menggosok gosokan tangan nya yang kedinginan itu, Vernon yang sadar dengan tingkah Tia mulai tertawa.
"Astagaa, Kampeong amat lu jadi manusia. Ac aja gak tahanan" Ledek Vernon sambil ngakak.
Gak peka banget sih - batin tia.
"Lo yaa, bahasa lo aja masih belepotan, mau mati disini hah!" Galak Tia ngebuat vernon tetap masih tertawa sampai mba kasir aja juga ikut ketawa,nular sih ketawa orang cogan tuh.
"Aduh gak mempan sayangku, gua tuh digituin." Ucap Vernon sambil memilih coklat yang akan dikasih ke kakak kakak osisnya.
"Au ah, serah lo" ngambek Tia mulai mencari coklat nya, dan dia ngambil beberapa coklat bermerek deka milk, dan beberapa amplop surat berearna pink dan hitam yang sudah jadi.
"Ngambek ya kamu?" Vernon sengaja mencolek pipi tia.
"Serah non serah" Ucap Tia acuh, mereka pun mulai menuju tempat kasir dan membayar masing masing.
"Ini mba, pisahin aja" Ucap Tia sambil meletakan belanjaan nya.
"IHH jangan dipisahin, entar kita jadi jauh jauh perasaan hati dan jiwa," Seketika mba kasirnya senyum lebar banget denger ucapan vernon barusa.
Tia nya udah hampir mau muntah denger gembelan gembelan unfaedah milik vernon itu. (Gombal maksudnya)
"Lay, buchin" Tia tetep kekeh mau pisahin barang dia.
"Jadi gimana nih?" Tanya mba kasir.
"Pisahin" Saut Tia.
"Iya deh" Ucap Vernon mengalah.
"Kalian pacaran?" Tanya mba kasir tiba tiba.
"Hah? Engga ko, orang kita sahabat mba" Saut Tia.
"Pacaran sambil sahabatan" Saut Vernon sambil nyolek pipi tia lagi.
"Lo pulang, awas aja ke rumah gua lagi" Ancam Tia.
"Ampun nyaii" Ucap Vernon sambil sungkep di depan tia.
"Ini jadi Lima puluh ribu mba mas" Lah si mba kasir nya malah nyatuin.
"Aishh mbaa, kan di pisah" Protes Tia.
"Kan bisa dibagi sayanggg" Ucap Vernon.
"Nah pas ada uang lu, bayarin" Ucap Tia yang langsung keluar dari alfamart itu.
Mereka pun mulai jalan menuju rumah mereka lagi, dan tak menunggu lama mereka pun sampai menuju rumah mereka.
Tadi yang bayar itu, vernon dia gak kesel ko dan gak marah ko, udah biasa malah.
....
Komen