![Galak vs Nyebelin [ketos]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/galak-vs-nyebelin--ketos-.webp)
Hari pun mulai memancarkan sinar mentari disekitaran tubuh gadis yang memiliki tubuh mungil ini.
Alaram hp nya pun mulai berdering bertanda jam nya sudah tepat.
TRING... TRING... TRING...
Tangan tia repleks menutupi volume suara hp nya dengan bantal, dan mulai memejamkan mata nya kembali.
"Astagaaaa anak mama yang cantik nan membahanaa, Kamu hari ini kan masih mos dan upacara dekkk!!!" teriak sang mama, Amaira.
"Bacod maa!" ucap nya didalam selimut.
"Sekali lagi kamu bilang gitu, Uang jajan kamu mama potong mauu!!" ancaman Mama nya pun berhasil membuat tubuh tia bergerak cepat.
"Hehe becanda ko mamaqu syngg" ujar Tia Sambil bibir di manyun manyunin.
"Mandi sanaa!" perintah mama, Amaira.
"Siap boss" saut Tia yang langsung terbang ke kamar mandinya.
Setelah membersihkan tubuh dan memakai baju seragamnya, Tia pun mulai turun dan menuju meja makan dan mulai memakan roti yang dibikinkan oleh mama nya.
"Pagi maa, yahh!!" teriak Tia dari atas tangga.
"Pagi sayang," ucap mereka tersenyum.
Tia pun mulai memakan makanan nya, tia pun beranjak dari kursi nyakarna dia buru buru.
"Maa anterr" pinta Tia.
"Naik gojek gih," suruh Mama nya.
"Ayoo! dede telat nihh," ucap Tia panik.
Amai pun mulai beranjak dari kursi nya dan mulai mengambil kunci motor anak nya yang pertama.
Mereka pun mulai berangkat, tak lupa tia mencium punggung tangan ayah nya sebelum berangkat.
Hening..
Sampai disekolah
"Rajin rajin kalau belajar tuh" omel Amai.
"Bcd ma" ucap Tia yang kecempolsan, Dia pun mulai mencium tangan mama nya dan lari menuju kelas nya.
"Assalamualaikum. Maaa!" jerit tia yang kini sudah berada di dalam sekolah.
"Aduhh punya anak gini amat sihh, waalaikumsalam," saut Amai, Mama Tia pun langsung cabut dan selamat sampai tujuan.
Sekolah terasa masih sepi, hanya ada beberapa kakak kelas yang baru datang.
Tiba tiba
Brakk
Tia tak menyadari bahwa dia tadi menabrak seseorang yang berbadan besar darinya.
"Kalau jalan, liat liat dongg!!" protes orang itu.
"Maaf-" ucap Tia hanya melirik sekilas wajah nya, dan..
''Mamposs guaa, pasti kena hukuman ini" batin Tia yang sengaja berjalan lebih pelan.
"Woyy luu!!" panggil cowo itu yang sudah berdiri tegap di belakang tia, walau masih meringis sakit.
Tia repleks memalingkan badan nya, dan menatap takut.
"Aduh malah mendekat lagi, kan jadi kaya drakor" ucap Tia yang sambil memundurkan langkah nya.
"Karna lo habis ngenabrak gua dan tidak bertanggung jawab, pas istirahat pertama lu harus ke ruang seni, Gak pake lama" pinta nya.
tercetak besar di saku nama cowok yang berusan barusan sama tia.
''Raditya daniel alvaro, ketua osis XII ipa 1" gumam Tia.
Ya dia berhak memberi hukuman itu karna dia adalah ketua osis di SMA Bina Bangsa.
Siapa lagi kalau bukan Raditya daniel alvaro, si sang ketos dingin abiss, sangking dingin nya kaya jackfros di guardian.pttttt:v ggg
Karna tia anak penurut dia hanya angguk angguk, dan mulai. Berjalan memasuki ruang kelas nya yang tak jauh dengan ruang kelas 12 ipa-1 kalau bukan kelas sang ketos.
"Pagii cantik kuu," goda seseorang di sampingnya.
"Apaan sih lu," saut Tia judes.
"Pms neng?" tanya salah satu orang itu .
"Auk ah lagi bete gua tuh," ucap Tia yang beranjak dari kursi nya menuju lapangan.
Saat itu masih bisa dibilang sepi, gak terlalu banyak yang datang.
Tia pun mulai duduk di kursi samping lapangan, di tambah dibawah pepohonan sekolah yang menumbuhkan udara segara.
Tia pun sesekali mendengus kesel dan menendang nendang batu krikil didepan nya.
"KEPADA ANAK ANAK, DAN GURU UPACARA SENIN KITA AKAN SEGERA DI MULAI, DAN SELURUH MURID BERBARIS DI LAPANGAN!!" suruh Pak Imran kepala sekolah.
Semua murid pun berbaris, hari ini adalah tugas nya kelas 12 ipa-1 yang dipimpin oleh ketos.
Upacara Senin pun berjalan mulus, dan tertib.
🔥🔥🔥🔥
Beberapa menit kemudian..
Tiba tiba hal yang tak di inginkan oleh tia pun terjadi, Tubuh Tia tak bisa menahannnya lagi dan seketika ambruk pingsan tergeletak di tanah lapangan. Sontak membuat seluruh siswa siswi serta guru pun panik, ketos nya aja ngelirik mulu kearah tia yang langsung dibawa ke uks oleh pmr yang siap siaga menanganinya.
"Astagaaa tiaaaa!!" jerit Grace yang berada di belakang barisan nya.
Untung saja vernon yang saat itu menglihat dan langsung menggendong membawa tia ke uks.
"Gini nih akibat ngeyel sama ortu," cercah Vernon sambil ngegendong tia.
"Lo, panggil pmr gih!" minta vernon panik.
"Iyaa" saut Rain panik juga.
"Kenapa tuh kenapa?" tanya siswi barisan sebelah kanan.
"Tes tes, anak anak kita lanjutkan lagi upacara kita" ucap Pak santoso.
Adit yang saat itu jadi petugas upacara, Masih ngelirik ke arah Tia. Kelihatan sangat khawatir.
"Pasti dia kuat, tenang Dit," batin Adit, dan mulai fokus mengarah ke depan.
Uks area
Tia belom sadarkan diri sedari tadi, sejam pak pelajaran pun berlalu begitu saja yang membuat seluruh sahabat nya khawatir kepada tia.
Tia mulai menggerakan tangan nya sedikit, dan mulai membukaan matanya pelan.
Vernon masih stay ngejaga Tia dari tadi.
"Vernonn !!" panggil Tia lirih, sebutan yang pertama kalinya dia ucapkan nama sahabtnya itu.
"Ehh sudah sadar, Alhamdulillah. Ini gua disini," ucap Vernon sambil ngelus tangan sahabatnya itu.
"Lo gak papa kann tii??" tanya Rini khawatir.
"Kalau lo sakit tuh bilang Tii," cerocos para sahabat nya.
"Apaan sih, gua tuh baik baik aja." ucap Tia penuh keyakinan.
Baru tia ingin duduk kepala nya mulai bereaksi lagi.
"Aww aduhh," ringis Tia yang membuat para sahabat nya panik, bahkan membuat seseorang terlihat sangat khawatir.
''Semoga aja gak kenapa kenapa'' batin Adit.
"Lo harus banyakin istirahat, lo belom makan kan tadi?" tanya petugas UKS.
Petugas UKSnya aduhh cogan buyy, nama nya Kevin kelas 12 ipa 1 yang satu kelas sama ketos.
"Hm iya ka:(" jawab Tia sambil membaringkan tubuh nya kembali ke kasur.
Sedari tadi Wulan yang melirik Kevin dari diam hanya mematung karna pesona dan kedermawanan nya itu membuat jantung Wulan berdebar.
"Aww," ringis Wulan tiba tiba.
Jatung nya terasa sakit, mungkin efek ngeliatin Kevin mulu tuh.
"Ehh lu gkpp kan lan?" tanya Grace yang berada disamping nya.
"Gkpp ko, biasa kumat nih" ucap Wulan sembari tersenyum untuk meyakini bahwa dia baik baik saja.
Kevin menatap heran, sejujur nya dia tau wulan kenapa.
"Lo kenapa?" tanya Kevin tiba tiba kepada wulan.
Dag
dig
dug
Itulah keadaan wulan sekarang.
"Nanya ke siapa ka?" tanya Wulan gugup.
"Ke elo," tunjuk kevin ke arah nya.
Sontak membuat jantung wulan terpompa cepat.
'Anjirrrr gantengg gilaa' batin Wulan yang sambil menatap intens.
"Woyy malah ngelamun," uqcap kevin yang sedari tadi melambai lambaikan tangan nya dihadapan wulan.
"Ehh iya ka, ada apa?" tanya Wulan lagi.
"Nyamuk euy nyamuk," ucap Grace rada risih gitu.
"Betull" saut Tia, Rini, dan Rain serempak.
Tiba tiba seseorang pun datang membawa kan bekal nasi untuk tia.
Sontak membuat Tia kaget dan heran.
"Nih makanan buat lu, ehh hukuman yang tadi gak jadi deng. Kesian elu nya," ucap nya sambil menyodorkan bekal ke Tia.
"Buat Tia?" tanya Tia yang masih heran dengan tingkah nya.
"Iya, anggap aja ini tanda maaf gua yang pagi itu" ucap Adit yang mulai menyodorkan paksa kotak bekal nya ke tangan tia.
"Ehmm udah Tia maafin ko ka. Sorry juga yang tadi ya, makasih btw," ucap Tia sembari menerima dan memberi senyuman tipis walau indah.
"Baru kali ini gua liat Tia senyum kaya gitu, biasa nya kebanteng," ledek blak blakan Grace.
"Wehh sekate kate luu yaa seenak jidat ae lu bilang gua banteng, cantik gini dibilang banteng," protes Tia yang sontak membuat para sahabatnya, Kevin, dan Adit pun menahan tawa.
"Bully aja terus bully," ngambek tia.
"Ke kelas gih sono!" usir Tia yang gak terima dibilang banteng, Emang iya sih Ti, bahh:vv
"Njirr dasar mak tiri," ucap Rini tertawa lepas.
"Emang, Bahhhhaha" saut Tia yang mulai tertawa, membuat lega para orang yang ada di hadapan nya.
Adit pun mulai keluar dari UKS, Sebab dia kena kacang oleh Tia cs.
"Ehh tau gak, gua heran dah ama tuh ketos. Bela-bela in ke- UKS lagi cumn buat ngasih nih kotak bekal? "ucap Rain ada betul nya.
"Apa lo gak heran sama tingkah dia ke Tia selama dia ada disini?" tanya Rain, yang membuat heran semua sahabatnya tia itu.
'Kenapa gua gak kepikiran itu yah??' tanya tanya, "Baru tiga hari ketemu" ucap lemas Tia.
"Fans gua kali" ujar Tia kepedean, Pede amat ya allah nih cewe, untung cantik.Tia
"Apa jangan jangan dia naksir elu ti?" ucap Rini tiba tiba.
"Gak mungkin, gua yang buluq, badgirl ke pemulung gini, ditaksir sama si ketos dingin. Bagaikan awan dan langit coyy" jelas Tia panjang kali lebar.
"Ehh ke kelas yok, udah sembuh kan lu? Sambil cerita cerita lah di kelas" ajak Wulan.
Tia pun mulai bangkit dan menenteng bungkus kotak bekal itu dan mulai berjalan menuju kelas nya, untung guru nya pengertian.
Dijalan sedari tadi banyak cowok yang ngelirik Tia, ada juga yang nanya in keadaan nya, dan khawatir juga.
"Ehh lu gak kenapa kenapa kan?" tanya seseorang yang berada di ambang pintu kelas nya itu.
"Gkpp" jawab Tia singkat.
"Ini buat lu, tadi gua beliin di kantin, dimakan yah" Ucap cowok yang ada di depan tia saat ini.
"Ehh makasih yah, maaf ngerepotin," Tumben direspon baik.
Buluq dari hongkong, kaya ulzzang arab gitu dibilang buluq, fens aja banyak-Thor.
Dihh mata katarak nih author-tia. Lu emng cantik bege-Grace.
Makanya fens lu banyak, dan mereka panggil elu aja the most wanted girl-Rain.
Cantikan elu lah geblek-Tia ke Rain.
Ke eonni eonni koreah gitu-Tia.
Iyain dah, ribut aja teross-Thor
Koridor sekolah pun mulai sepi karna jam menunjukan waktu pulang.
TRING... TRING... TRING.
bel pun berbunyi.
"Sekian dulu dari penjelasan saia, mohon maaf kalau saya ada kata kasar, saya akhiri dengan assalamualaikum" ucap Bu Indah guru matematika.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakkatu" jawab mereka dengan serempak.
"Ti! lu pulang bareng gua yah" mohon Vernon kepada Tia.
"Gua di jemput, Non!" ucap cuek Tia.
"Ayolahh sekali sekali gua bonceng, biar dikira pacaran," ucap mohon ples godanya.
"Modus aja teross, gak bakalan mau tia mah ama lu buluq gitu," ucap sewot Wulan kepada si buluq.
"Di dukung ke, malah di jatohin, tetangga sapa sih lu?" ucap Vernon, tia pun mulai mengecek ponsel nya sesekali dia menelpon orang dirumah.
Apes dia gak ada yang angkat, pada sibuk semua.
Tiba tiba seseorang pun mengsejajarkan jalan nya sama seperti tia saat ini.
Di tengah lapangan besar, mereka berdua pun jadi sorotan seluruh siswa dan siswi yang membuat iri.
"Elthia!" panggil Adit kepada Tia.
Tia menoleh dan menghentikan langkah jalan nya.
"Hm apa?" saut datar Tia.
"Ehmm, Mau bareng gua gak?" tanya ajak Adit tiba tiba.
''Hahh bareng?? Gak salah nih?'' batin tia.
"Dia sama gua," ucap Vernon yang memegang tangan tia.
"Sama gua yahh" mohon Adit.
"Lepasin tangan gua, sakit ihh" ringis Tia.
Vernon mulai melepas.
"Maaf yah Tia gak bisa ikut kalian, maaf bangett" ujar Tia yang melambaikan ke ojol yang dipesan Tia tadi.
''Baru pertama kalinya gua ditolak cewe, gapapa lah yng penting udah usaha'' batin Adit pasrah.
•••••
Komen