Galak vs Nyebelin [ketos]

Galak vs Nyebelin [ketos]
6. Sick



Pagi yang sangat damai di rumah kediaman adit saat ini.


Badan yang kekar dan sangat atletis mengisi semua sisi di kasur kesayangan nya dengan selimut yang membalut tubuhnya .


Entah apa perasaan adit sekarang,bahwa dia demam itu mendadak mungkij karna kecapean habis menyelesaikan tugas osis nya ini.


"Kakak...!!!!" panggil sang bunda.


Tak ada jawaban dari sang anak tercinta.


"Udah jam segini masa belom bangun sih.." Gerutu bunda yang mulai memasuki kamar anak nya .


Sarah mulai mencek keadaan sang anak yang terbaring nyenyak dalam selimut yang membalut tubuh atletis adit.


"Kamu demam kak...?" Tanya sarah berulang ulang.


Tak ada jawaban hanya ada anggukan dalam selimut nya.


"Kamu libur yah hari ini, kita ke klinik yah.." Ucap sarah sangat khawatir.


Adit mulai membuka selimutnya dan duduk memeluk manja sang bunda.


"Ehmm beneran kan libur..?" Tanya adit sedikit bernada manja.


"Ya demi keadaan kamu kak, entar mama minta ijin ke bu shohwa nya langsung atau ke alex." Ucap sarah sembari mengelus puncak rambut anak nya.


"Bunnn via berangkat ..." Ucap via, adik adit.


"Ehh ko abang belom berangkat..? Sakit lagi..?" Tebak via, Adit hanya mengangguk pelan pertanyaan adik cantiknya itu.


Adit mulai meraih ponsel nya dan mengetik pesan singkat untuk sahabatnya.


LINE TODAY.


Prayuda alexander.


Raditya Daniel Alvaro.


gua ijin gak masuk sekolah ,elu yang ganti nya 07.06am.


Send.


Adit pun mulai membaringkan tubuh nya lagi.


"Bunda bikinin bubur yah,mau kan..?" Tanya sarah kepada sang anak.


Adit hanya mengangguk, sarah pun mulai mengantar anak nya yang satu nya dan langsung ke dapur.


Sarah sempat menelpon dokter langganan nya.


Ponsel adit bergetar pertanda ada pesan yang masuk,atau pun notification yang muncul.


LINE today.


From prayuda alexander


Siap boss, lu sakit..? 07.10am.


Read.


Raditya daniel alvaro


Iya gua sakit demam, kaya biasa 07.11am.


Send.


Read.


Tak lama adit mulai merasakan denyutan yang sakit di kepala nya, dia mulai membaringkan tubuhnya lagi.


SEKOLAH AREA


sekolah seperti biasanya ceria, bahagia, dan penuh canda tawa. Tia yang kini duduk temerenung di sebuah bangku di lapangan,entah apa yang menghantui perasaan nya saat ini. Tia hanya diam,sambil memainkan ponsel nya.


Dorr...


Kejut dari sahabatnya.


"Astagfirullah, Vernonnn ihh.." Kesal tia kepada sang pelaku, iya vernon.


Tia mulai memukul dada bidang nya milik vernon, yang membuat vernon meringis.


"Aww aww sakitt ihh.." Ringis vernon sambil duduk di samping tia.


"Bodo amat, salah elu sendiri." Tia tetap memukuli dada bidang milik vernon.


Vernon mulai menggenggam tangan tia yang membuat tia berhenti memukulinya lagi. Vernon mulai menatap dalam bola mata milik tia yang indah.


"Lu kaya langit, indah dilihat namun tak mudah digapai." Gombal maut yang terucap dari mulut vernon.


Tia mulai menepis tangan vernon.


Namun vernon tak mau melepas genggaman nya, malah semakin dieratkan nya.


"Vernonnn lepasinn.." Rengek tia.


"Gak, sebelum lu senyum dulu. Apa muka kaya air comberan masam gitu." Ledek vernon.


Tia mulai tersenyum samar, namun bisa di lihat oleh vernon.


"Nahh kan kalau senyum gini lu cantikk ti." Ucap vernon tetap menggenggam tangan lembut tia.


"Ihhh ko curang sihh, lepasinn vernonn..!!" Rengek kesal tia.


"Ekhemm ekhemm,masih pagi udah pacaran." Ucap cowok dari samping tia.


Sontak membuat tia menoleh ke sumber suara.


"Ka alex..??" Tanya tia.


"Iya apa tia, btw tangan ." Alex mulai melepaskan genggaman vernon dari tia.


"Makasih kkaa.." Ucap tia lega.


"Gkpp ko, ver balik sono ke kelas lu." Suruh alex.


"Males, bilang aja lu mau berduaan sama tia, so gua gak bisa biarin." Ucap sinis vernon.


"Apaan dah, kelas lu udah ada guru nya. Lu malah asik berduaan." Ucap alex.


"Kalian ribut aja gih, bye tia ke kelas." Sebelum tia benar benar beranjak dari bangku taman, tangan alex dan vernon menahan kedua tangan tia yang membuat tia risih.


"Tunggu.." Ucap alex.


"Lepasin..!!" Kpini emosi tia naik dia tak mau ada di posisi seperti ini.


Sontak membuat dua cowok tampan di hadapan nya melepas genggaman nya.


"Ribut aja gih sono, bye." Ucap tia dan mulai melangkah kan kaki nya menuju kelas.


"Lahh ko malah marah...?" Tanya alex heran.


"Lo sii lex." Vernon menyalahkan alex.


"Lo juga sih ver." Alex sebaliknya menyalahkan vernon.


"Stopppp....!!!" Ucap seseorang dari arah barat lapangan.


*****


Wajib vote!!


Vote, kritik and shere.