Galak vs Nyebelin [ketos]

Galak vs Nyebelin [ketos]
8. penasaran



Hari ini adalah hari dimana tia pertama kali nya ikut eskul basket, ya bisa dibilang dibakal ketemu ketos.


Ria hanya memakai seragam olahraga yang dipadupadan kan nya dengan hijab ala kadarnya, berangkat kesekolah nya dengan go-jek.


Whatsapp


stefi 10 sosial : ti, hari ini eskul basket jam dua yaaw 12.05pm.


read.


Itu lah kabar dari anak jurusan sebelah tentang eskul basket.


Tia mulai berangkar ke sekolah nya.


"bang ke SMA Bina Bangsa, yaww" ucap Tia menaiki motor ojol itu.


"siap!" ucap mang ojol.


Sedari tadi ponsel Tia berdering grup chat eskul basket yang spam nya.


Tak lama pun, Tia sampai di depan gerbang sekolah nya. Tia mulai mengeluarkan uang kertas dua lembar 10k untuk ongkos ojol.


"makasih bang," ucap Tia, Tia pun langsung berlari menuju lapangan basket outdor, dan ternyata mereka bergabung dengan tim basket putra ya di ketuai oleh Adit sang kapten.


"apess gua ketemu dia lagii," ucap Tia sambil berjalan menghindari pandangan tim putra ke dia.


"tiaaa..!!" panggil Dinda kakak kelas anak 11 mipa.


Tia menoleh dan tim putra juga menoleh .


"tia ikut juga dit..?" tanya Brian kepada Adit yang sibuk menggribel bola basketnya.


"wahhh asik nih, gebetan baru ikut," goda Abi.


Adit sedari tadi menatap Tia dari kejauhan, yang membuat Adit gemas dengan tingkah lakunya.


"hah? maksud lu pada?" tanya Adit lola.


"hedehhh ganteng ganteng tapi lola, itu ada tia kan bisa modusin dia Dit" ucap Alex sambil merangkul bahu nya.


"benar juga yah," ucap pikir Adit.


Pelatih tim basket pun datang.


dua orang cewek dan cowok kaya masih anak kuliahan gitu lah, alumni sekolah SMA ini juga.


"berkumpul..!!" ucap Shalom di toa sekolah.


Mereka pun berkumpul, ada 22 orang cewek dan cowok tim basket.


"kita mulai saja, perkenal kan nama saya Maudy Shalom Rahareza, biasa di panggil ka shalom, pernah juara satu tingkat nasional in jerman basket world.salam kenal" ucap perkenalan Shalom.


"eumm nama kakak ahmad Ali, biasa di panggil ka Ali, ketua tim basket putra rajawali, pernah juara di tingkat nasional di jepang bersama ka Barra," ucap Ali si manis dan sopan.


Sorak sorak cewek alay pun muncul.


*Aduh ka Ali, manis banget sih


aduhhh jatuh cinta kannn


huwaa ciptaan mu ya allah, masya allah*


Abaikan yang diatas.


"Nama kakak Calistia Audrina, biasa di panggil ka Audri, satu tim sma ka Shalom." ucap Audri.


"Dan kakak barra abraham abimanyu, kakak dari kevin ketua PMR disini, satu tim sma ka ali si buluq wkwk. Salam kenal


" ucap Barra sambil ngeledek ali.


Begitu lah perkenalan mereka, sang coacth basket.


Mata tia hanya tertuju kepada empat coaths di depan nya, sedangkan adit sedari tadi menatap sang pujaan hati nya.


"Adit!" panggil Audri.


Adit menoleh kedepan.


"kenapa gua?" ucap Adit, udah kebiasaan jadi ya gitu deh.


"kan lu ketos, kapten basket nah harus nya elu yang buka opening nya, hedehhh untung cakep lu," ucap gereget Audri.


Adit pun mulai menghampiri kedepan para pelatih.


"sore anak anak." sapa Adit terlebih dahulu, mata nya masih melirik ke arah tia berada.


'risih tau gak diliatin gituu, kan jdi maluu' batin Tia.


"gua berdiri disini, mewakili anggota lama ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian semua dari tim rajawali atau pun garuda baksara yang baru gabung, welcome ya." ucap Adit.


Suara gemuruh tepukan tangan pun mulai terdengar terkecuali Tia, dia emang rada mager gitu.


prokk..prokk...


"gua harap, kalian bisa berkerja sama sesama tim, tak ada rasa bersaing, dan berlatih dengan semaksimal mungkin Sekian dari gua," ucap Adit yang diakhiri nya dengan senyuman bangga menghadap tia.


Tia hanya melirik biasa, namun dihati berkata lain.


"cieee tiaa, ka adit suka tuh sama luu." goda Dinda sambil mengsenggol senggol tubuh tia.


Sontak membuat pipi Tia merah merona.


"ihhh apaan sihh, kaa" ucap Tia sambil melepas pukulan tepat di lengan Dinda.


"ciee cieee ngeblush tuhh, ciee" goda Dinda lagi.


"udah udah, ayo latihan!" ajak ka Shalom.


Tia dan Dinda pun mulai mengikuti langkah sang coacth, mereka gabung atau satu lapangan sama tim rajawali.


"hae! kalian," sapa Audri sang pelatih tim basket tim putri sembari melontarkan senyuman manisnya.


"hae juga ka." jawab serempak.


"Wokeh bell,"


Tia mengangguk tak menunggu lama, Tia mulai berjalan menuju kantin sekolah.


Jam segini rawan nya sepi, cem kuburan dahtuh sekolah mana gede lagi.


Tia mulai menelusuri koridor, perasaan Tia mulai karuan. Tia merasa ada seseorang yang mengikuti dia dari belakang.


Tia menoleh sangat penasaran dan perasaan gugup.


"si- si-- siapa-- sihh!." ucap Tia gugup.


Tidak ada orang satu pun.


padahal ya memang benar ada seseorang yang sedang iseng pada nya, mengikuti nya.


Dan Adit pun mulai mendekati belakang punggung tia, saatnya


"doaarrrr!"


Repleks Tia memukul kepala Adit itu.


"Aaaaaaaa mamaaa!!!" teriak Tia histeris.


"aww sakitt!" keluh Adit.


"hantu bisa ngomong," ucap Tia dibalik telapak tangannya.


Tia menoleh kearah pelaku itu.


"ka adit?" ujar Tia tak percaya.


Tiba tiba ada benda jatuh dari kejauhan, yang mengejutkan kedua anak remaja itu.


Tia repleks memeluk tubuh Adit nan bau peluh keringat pas latihan basket tadi.


"kkaaa huee takutt." Rahang Tia bergetar ketakutan.


"kita jalan sama sama oke, ingat allah tia." ucap Adit seraya menenangkan Tia yang masih memeluk tubuhnya.


"ayo jalan lagi, gua mau ke kantin juga ko, kuy barengan," ajak Adit yang mulai menggenggam lembut tangan Tia.


Tia pasrah mau tak mau dia harus ikut dengan nya.


"masih takut?" tanya Adit yang memimpin jalan.


"hmm-" jawab Tia gemetar.


"tenang gua ada disini oke." ujar Adit seraya menenangkan Tia.


Tak lama mereka pun sampai di kantin sekolah, alias supermarket nya.


"tadi kenapa den?" Tanya bu Sumi.


"tadi ada benda jatuh, tia nya ketakutan untung ada adit bu, jdi ngelindungin dia ehe," ucap Adit terkekeh.


Tangan mereka masih bertautan satu sama lain kata adit biarin aja biar gak kenapa kenapa.


Eehmm modus si abang:v


"udah ayo ka," ajak Tia, yang kini memegang satu kantong pelastik aqua botol.


"kita jalan taman aja gimana?" tanya Adit.


"terserah kamu." Tia baru menyadari kalimat ujung nya 'kamu'.


"yaudah ayo!" Adit mulai menarik tangan tia dan menggamnya lebih erat.


"ka adit ehmm.." panggil Tia.


"apaan?" Adit menoleh, mengangkat alisnya.


"ehm gak jadi ehe." Tia mulai terkekeh.


"yeuu bikin penasaran tau." ucap Adit memperlaju jalan nya.


Mereka pun sampai, dan tak sadar adit masih menggengam tangan Tia, yang membuat seluruh anak eskul dan para pelatih bersorak.


"acieee cieee udah official neng?" goda Brian.


"official maksudnya?" ucap Tia gagal paham.


"ini?" Adit mulai mengangkat tangan nya yang masih menggeng erat tangan Tia.


"acieeee cieee pajak jadian dong, pantesan lama tadi ngejedor dulu rupanya." Lemes banget si aura.


"hooh tuh pajak jadian mas bray," ucap kenan.


Tia mulai melepas genggaman.


"belom dijedor ko, ngarep banget sih," saut Tia sewot.


Adit mulai mendekati wajah Tia, dan mencium pipi Tia dihadapan semua anak eskul dan pelatihnya sekilas.


Cup~


"you be mine tia." ucap Adit.


Pipi Tia memerah pekat, kali ini membuat Tia penasaran kenapa ka Adit melakukan itu padanya barusan, sungguh aneh.


"horeeee peje guaaa." ujar Stefi semangat empat lima.


Gitu deh penikmat pj, entar kalau di mintain pj balik seribu alasan. Dasar human.


••••••


Wajib vote !!


KOMEN.