fall in love with my wife

fall in love with my wife
Episode 9



*** Happy reading ***


Akhirnya meraka telah sampai di tempat tujuan, acara sudah hampir dimulai namun Risa masih terlihat gugup dan niken tahu itu.


"Sudah jangan gugup kita hanya pergi ke pesta bukan untuk berperang"


"Tapi mbak, aku nggak biasa dandan kayak gini".


" Sudah mbak bilang kamu akan jadi putri malam ini jadi mbak minta buang tu muka tegangmu yang udah kayak kanebo kering itu".


" Mbak Niken ini ada- ada aja..." jawab niken sambil tersenyum


" Nah gitu dong senyum biar cantiknya nggak ilang ayo kita masuk" lalu Niken menggandeng tangan Risa memasuki tempat acara terlihat seseorang menghampiri mereka siapa lagi kalo bukan pemilik acara, masih dengan senyum khasnya.


"Wah siapa ini cewek cantik yang datang sama kamu sayang kok aku kyak kenal gitu" goda Dito


"Ah mas dito bisa aja ", jawab Risa malu-malu.


"Emang bener kata Niken kamu itu kayak berlian yang tersembungi sayang sekali ada seseorang yang kelihatannya sudah buta sampai tidak bisa melihat berlian yang berkilau seperti kamu".


"Maksud mas dito apa dan siapa sih", kini Risa yang balik bertanya .


" Ada dech ntar kamu juga tahu iya kan sayang". jawab Dito sambil menggandeng tangan NIken.


"Yups...betul sekali, pokoknya malam ini kamu hanya perlu jadi seorang putri dan ingat seorang putri itu harus selalu tersenyum jangan lagi pasang muka kanebo kering mu itu ..."


Risa hanya menjawab dengan senyuman.


 


Benar kata niken malam ini Risa berasa seperti ada dalam negeri dongeng ternyata seperti ini rasanya menjadi putri jika setiap hari dirinya disuguhi dengan sikap kasar suaminya namun malam ini justru para pria berlomba-lomba mendekatinya seandainya malam ini bisa di lalui bersama suaminya meski harus di tukar dengan  air mata seribu tahun tidak mengapa namun Risa hanya bisa kembali tersenyum getir sungguh bodoh kenapa dirinya meminta yang berlebihan sungguh menyakitkan. Dito dan Niken sungguh memperlakukan dirinya dengan baik bahkan Dito tak segan -segan meperkenalkannya kepada setiap tamu undangan bahkan kini Risa tak lagi canggung bercengkerama dengan teman-temn Dito.


 


Ditengah percakapan mereka yang diselingi dengan senda gurau tiba-tiba terhenti oleh sebuah suara.


"selamat ya bro, dan katanya kamu bakalan ngenalin seseorang yag spesial mana orangnya"


Suara itu seperti tidak asing dan suara itu yang kini membuat senyum Risa menguap ntah kemana dadanya terasa sesak bukan karena pertanyaan orang itu pada Dito akan tetapi pemandangan yang terlihat saat ini, ya suara itu tak lain adalah suara suaminya namun yang lebih menyakitkan bagaimana dirinya melihat wanita lain bergelayut manja di lengan suaminya ingin rasanya dia lari mengilang dari tempat ini matanya sudah mulai memanas kalau bisa ingin rasanya dia hilang menguap saat ini juga.


 


"Terimakasih bro udah mau datang malam ini aku bukan hanya mengenalkan satu orang tapi dua orang wanita spesial malam ini, kenalkan ini niken tunanganku dan disebelah nya ada risa di sahabat calon istriku",jawab Dito sambil pandangannya mengarah kearah kedua wanita itu.


 


Perlahan pandangan mereka saling bertemu begitu kagetnya Andre begitu tahu yang dihadapanny aadalah istrinya sendiri dan belum habis rasa terkejutnya kini sinta kembali menyadarkannya.


"Loh....dia kan sepupu kamu sayang kalo tahu dia akan datang kesini harusnya kamu ajak bareng aja tadi" celoteh sinta.


Risa masih setia dengan senyumnya rasanya hatinya sangat sakit mendengar wanita lain bermanja dengan suaminya namun apa yang bisa diperbuatnya Andre bahkan tak pernah menganggapnya ada.


Niken tahu apa yang dirasakannhya saat ini kembali niken mengusap punggung Risa sambil berbisik.


" Waktunya sudah tiba tunjukan pada suamimu yang buta itu bahwa kamu seorang putri hari ini jangan bikin usahaku dan Dito sia-sia". Risa hanya bisa mengeratkan buku-buku jarinya mencoba mneguatkan hatinya ini demi Niken yang baik padanya dan Dito jangan sampai karena kecemburuannya merusak pesta ini.


 


"Wah kebetulan sekali aku tidak tahu kalau tenyata gadis cantik dihadapanku ini sepupu kamu ndre" jawab dito sengaja berpura-pura tidak tahu.


"Ehm...., aku juga kenal kok sama tunangan kamu"


"Wah tenyata dunia ini begitu sempit".


"Maaf permisi aku mau ngajak Risa sebentar kamu terusin aja ngobrolnya sama Andre" NIken berlalu pergi dari hadapan meraka.


 


Ntah kenapa setelah bertemu Risa dirinya menjadi tidak tenang apalagi saat dilihatnya Risa begitu akrab dengan beberpa tamu pria disana bahkan risa tak segan- segan tertawa, aneh tapi Andre merasa begitu marah seperti tak rela namun untuk apa dia merasa seperti itu bukankah dirinya yang meminta itu dan sialnya kenapa Risa sangat cantik malam ini.


 


Kini Andre sudah begitu merasa tidak nyaman saat melihat Risa dari kejauhan kenapa saat ini dia begitu cantik apalagi saat tersenyum dan kenapa dia begitu dekat dengan mereka sungguh dia sudah lupa bahwa dirinya sedah bersuami... suami, tiba- tiba Andre tersadar sendiri apa tadi yang dipikirkan suami sejak kapan dirinya merasa menjadi seorang suami . Saat dilihatnya Risa menjauh dari tamu-tamu yang lain ntah apa yang dipikirannya diikutinya risa saat ini dirinya begitu marah namun ntah karena apa.


 


*****


"Kamu sengaja kan pengen bikin aku marah..."


tiba-tiba bentakan itu begitu saja terucap dan memecah keheningan diantara mereka berdua.


 


" Apa maksud kakak....". Risa kembali bertanya.


 


"Kau sengaja bukan menggoda pria-pria itu, dan kau sengaja berdandan seperti ini agar mereka tertarik denganmu, apa kamu lupa apa statusmu, apa seperti ini kelakuanmu diluar rumah"' hardik Andre pada Risa.


 


"Apa maksud ka Andre? dan siapa yang aku goda......, risa kembali beratnya.


 


"Status.....kak andre bertanya tentang status? memang apa statusku coba katakan bukankah aku sudah memenuhi janjiku!".


 


"Kau....benar-benar membuatku marah, apa kau itu lupa kau itu istriku dan kau harus ingat itu jangan tersenyum pada laki-laki lain apa kau dengar itu!!!."


 


"Istri kakak bilang? sejak kapan kak andre menganggapku seorang istri seharusnya aku yang berkata seperti itu apa pantas seorang suami bersama wanita lain yang diperkenalkan sebagai kekasihnya didepan istrinya sendiri, katakan dimana salah ku atas dasar apa kakak menuduhku menggoda pria lain apa tersenyuim itu suatu dosa coba katakan dimana salahku".


jawab Risa dengan air mata yang sudah menganak sungai dihempaskannya tangan andre.


 


"Pergilah kak jangan membuat kekasih yang sangat kau cintai itu mencarimu, jangan ribut disini jangan merusak pesta orang lain mbak Niken dan mas Dito orang baik jangan kecewa kan mereka aku mohon".


 


lalu Risa pergi meninggalkan Andre seorang diri disan, di dalam toilet Risa tak lagi bisa menahan  perasaannya kini dirinya sungguh tak tahan dirinya hanya dapat menangis pilu sendirian sedang Andre masih mematung di tempat semula kenapa dia begitu bisa semarah itu hingga kini dirinya disadarkan oleh tepukan di bahunya andre menoleh kesamping ternyata orang tersebut adalah Dito.


 


"Ehm... bro kenapa kau suka sekali bermain api dan kenapa kau tidak bisa melihat berlian yang ada didekatmu, ingat jangan sampai nanti tiba saatnya kamu menyesal, aku tahu semua tentang kalian aku juga tahu kalo Risa itu istrimu dan kamu tahu apa kata istrimu itu,dia bahkan dengan bodoh nya memintaku menutupi hubungan kalian karena dia tahu kamu tidak pernah menganggap dia ada dan sekarang kamu marah karena dia dekat dengan orang lain tapi bagaimana denganya saat melihat suaminya bersama wanita lain atau lebih baik kamu bebaskan saja ia masih banyak kok laki-laki yang mengantri untuk wanita cantik seperti dia".


lalu Dito beranjak meninggalka Andre yang masih trdiam dengan segala pemikirannya.


 


******


 


        Pesta telah usai kini andre sudah berada dikamar setelah mengantar Sinta pulang pikirannya masih dipenuhi dengan Risa apa yang membuatnya sangat marah kini dirinya duduk di sofa tempat Risa biasanya tidur rasanya kamar ini begitu sunyi tanpa sadar dielusnya sandara sofa itu biasanya saat pulang kerja dirinya akan melihat seseorang sedang tertidur lelap di sofa ini dan hari ini gadis itu terlihat begitu cantik dengan senyumnya namun senyum itu bukan untuk dirinya. Akhimya Andre memutuskan membersihkan diri saat selesai dengan dengan mandi dan kini pandanganya beralih ke ranjang biasanya saat dirinya keluar dari kamar mandi baju ganti telah tersedia namun saat ini ranjang itu kosong entah kenapa dirinya merasa tak bersemangat direbahkannya tubuh nya diranjang namun sekian lama matanya tak kujung terpejam kemudian di tatapnya kemabli sofa yang kosong sungguh terasa hampa kenapa begitu sesak terasa dada ini sepeti terasa ada yang hilang.


 


Pagi ini Andre bangub agak siang dilihatnya jam pada hpnya trnyata sudah jam sembilan dilihatnya kembali sofa dihadapannya kosong masih sama seperti tadi malam kembali pandangannya beralih  ke nakas di sampingnya biasanya setiap pagi akan ada secangkir kopi yang aroma menyeruak setiap harinya namun kini aroma itu tak lagi ada sungguh terasa begitu hampa pagi ini Andre sendiri tidak mengerti dengan dirinya bukankah harusnya dirinya senang Risa tak ada di hadapannya namun sayang hatinya tak bisa berbohong otaknya tak bisa berhenti memikirkan Risa.


 


 


 


***Happy reading***


semoga kalian suka dengn ceritaku