
Hari ini tidak seperti biasanya karena akhir pekan tentu Andre tidak ke kantor dan Risa sendiri pun libur karena hari ini cafe tutup, ya karena nanti malam pemilik cafe akan mengadakan acara ulang tahunya dengar-dengar sekaligus orang tua Dito akan memperkenalkan Niken pada semua keluarga dan rekan bisnisnya.
Risa masih duduk termenung didepan kaca meja rias disisirnya rambut panjang lurusnya sesekali terdengar risa menghempaskan napas dia tak habis pikir kenapa Andre begitu marah padanya apa karena sang mertua meminta untuk menjemputnya. Sungguh ironis bahkan kadang Risa ingin sekali menyerah tapi dia selalu teringat apa kata ibunya dan dia juga tidak akan mungkin tega menghacurkan hati sang mertua yang selama ini begitu baik. Lama Risa termenung di depan kaca hingga tak disadari seseorang memperhatikanya dari sudut ruang, siapa lagi kalo bukan suaminya si mulut pedas itu hingga suara itu membuyarkan lamunannya.
"Hei kamu, lagi mikir apa dari tadi bengong walaupun kamu berkaca seribu kali kamu tetap tidak akn bisa menggodaku.....".
"Kak Andre maaf aku tidak tahu kalo kaka udah selesai mandi maaf aku tidak bermaksud apapun, dan maaf juga mungkin kaka tidak nyaman dengan adanya aku....,," seketika Risa beranjak dari tempatnya semula berjalan meninggalkan Andre namun kakinya terhenti dan berbalik mengahadap Andre dengan senyum khasnya
"Ehm,... maaf kak Risa mau minta ijin mungkin nanti Risa bakal nginep dirumah temen Risa, soalnya hari ini ada acara penting jadi aku diminta untuk nemenin dia sapa tahu nanti mama tanya biar kak Andre nggak bingung jawab apa...."
"Terserah lagi pula buat apa kamu minta ijin sama aku itu bukan urusanku!!!!....jawab Andre masih dengan ekspresi datarnya.
Risa hanya bisa tersenyum getir mendengar jawaban Andre hanya helaan napas yang terdengar dari mulut Risa dalam hatinya apa yang dilakukannya adalah benar walaupun Andre tidak pernah menganggapnya seoarang istri namu di dalam hukum dan agama dia adalah seorang istri dan hatinya pun telah memilih bakti menjdi seorang istri hingga Andre memutuskan hubungan ini atau justru Risa yang akan menyerah.
Diam-diam ditatapnya punggung mungil itu menghilang dari balik pintu kamar tanpa disadari hati Andre seperti berbeda kenapa tadi saat dilihatnya Risa dengan rambut tergerai tiba- tiba senyum itu timbul begitu saja dari bibirnya dan dalam hati tanpa di sadari satu kata terucap walau hanya dlam hati " CANTIK".
"Oh mau kemana dia saat ini kenapa dia harus menggerai rambutnya apa dia akan bertemu dengan Dito atau mungkin dengan pria lain? awas saja kalau sampai itu benar akan kuberi pelajaran dia dasar perempuan tidak tahu aturan apa selama aku tidak ada dia juga seperti ...."di adalam kamar Andre masih bergelut dengan begitubayak tanda tanya apa yang membuatnya begitu marah bukankah Risa bukan siapa-siapa baginya.
***Di lain tempat***
Seperti janji Risa saat ini diantelah berada di apartemen milik Niken, senyumnya tak pernah luntur saat bersama Niken seolah segala beban hidupnya menguap entah kemana bahkan tanpa di sadari dia seperti telah melupakan masalah hidupnya yang dirasa pelik akhir-akhir ini. KIni mereka telah berada di kamar Niken namu Risa masih belum tahu kenapa dirinya harus datang pagi-pagi padahalkan pesta masih nanti malam.
"Mbak niken sebenarnya ngapain akunya disuruh datang pagi-pagi kan pesta mas Dito masih nanti malam mbak?" tanya Risa pad sang empunya rumah.
"Ya untuk apa lagi kalau buka untuk siap-siap nanti malam pokoknya kmu harus nurut sama mbak ya, pokonya serahin ajaa semua sama mbak dan mas Dito kita mau bikin perhitungan sama seseorang" jawab Niken dengan senyum misteriusnya.
"Ha...siapa mbak emang aku kenal ya mbak...." tanya Risa dengan polosnya.
"Kurasa begitu, pokoknya kamu bakal jadi peran utamanya maka dari itu kita mulai dengan milih gaun yang cocok buat kamu...."
Risa cuma bisa manggut-manggut aja masih bingung dengan apa yang dikatakan Niken.
Sebelumnya Niken sudah menyiapkan segala sesuatu untuk Risa nanti malam mulai gaun, sepatu, dan segala macamnya dan seperti gayung bersambut ternyata Dito sependapat dengan Niken menurutnya sangat tidak adil jika Andre berbuat seperti itu kepada Risa karena disini Risa juga menjadi korban dan walaupun semua ini bukan lah terjadi karena cinta akan tetapi tak sepantasnya Andre bersikap kejam harusnya dia sedikit gentle sebagai seorang laki-laki jangan seperti menempatkan istrinya dalam sebuah sangkar yang berduri, dia pantas mendapatkan yang lebih baik dari andre.
Lama kedua wanita itu bergelut dengan dunianya sungguh hari ini adalah hari yang menyenangkan dimana dirinya bisa tertawa lepas hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat ternyata malam telah tiba oh sungguh waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya semua selesai tepat waktu Risa masih betah memandang dirinya di kaca tak pernah terbayangkan seperti ini rasanya menjadi cantik, ya setidaknya seperti itulah kata niken bahwa dirinya malam ini cantik jika biasanya dia hanya akan memoles sedikit riasan namun saat ini niken seperti membuatnya berasa dalam dongeng gaun yang indah melekat ditubuhnya riasan yang dipoles oleh niken seperti lukisan sang maha karya ntah kenap adia begitu bahagia seandainya satu kata itu sang suami yang mengucapkan mungkin akan sangat dan lebih berharga walau untuk itu dirinya harus berlinang air mata seribu tahu lagi. Satu tepukan tangan menyadarkan dirinya ....
"Tapi mbak ini nggak berlebihan ini kan acara ulang tahunnya mas Dito bukan acaraku kalaupun harus ada yang jadi putri itu bukan aku tapi mbak Niken......"
"Udah nggak usah protes aku udah bosen jadi putri aku hari ini aku mau jadi ratu makanya denger ya karena hari ini kamu yang jadi putri maka tugas seorang putri adalah mematuh isang ratu jadi nanti di jalan aku jelasin kamu harus gimana pokoknya aamu mesti nurut ya, mbak pastikan setelah ini bakal ada sesion baru dalam hidup kamu".
Risa cuma bisa manggut-manggut sevagai tanda setuju walaupun rasa binung itu masih melanda hatinya karena apa sih rencana Niken sebenarnya,
@@@ Bersambung @@@
Semoga reader tidak kecewa dengan cerita ini
Happy reading.....