fall in love with my wife

fall in love with my wife
Episode 11



Kita tidak pernah tahu kapan hati bisa berubah


jika Tuhan berkehendak


maka dalam waktu sedetik semua akan berubah


 


"kalian dimana sekarang?'.


 


 


"kami ada di cafe seruni kamu tahu kan?itu lo cafe yang di......".


 


 


        Belum selesai dito menjelaskan andre sudah memutuskan panggilan secara sepihak kini yang ada dipikirannya adalah agar cepat sampai kesana dia begitu penasaran siapa pria itu. kini mobilnya sudah melaju cepat membelah jalanan rasa marah ini perasaan apa ini.


 


        Sungguh kini hati Andre terasa campur aduk tak butuh waktu lama kini dia telah sampai di parkiran cafe dengan masih amarah yang mendominasi andre telah berada di dalam cafe di edarkan matanya untuk mencari sosok yang di carinya matanya mulai memicing kini yang di cari sudah di dapat dengan langkah pastinya kini andre mulai berjalan mendekati mereka.


 


Kini Andre telah berdiri di belakang Risa


.


"hai, apa kedatanganku mengganggu kalian?'.


sontak kini semua beralih kearah Andre


 


"oh kau sudah datang duduk lah dulu!".


sahut dito dan disamping dito niken masih memandang andre penuh kebencian


 


"tidak terima kasih tapi kurasa Risa harus pergi sekarang".


 


kini kedua tangan Andre sudah bertumpu di kedua bahunya, kini tangan Andre sedikit mencengkeram bahunya ada apa ini apa dia marah tapi salahku


.


"eh... dasar kamu itu ya ndre manusia paling nggak asik dech padahal rencananya kami mau nonton malah Risa mau kamu bawa pergi!". cerocos niken.


 


"Lho .... kamu kenal Andre juga Ris, dia ini temen kuliah ku juga lo...".


dan akhir satu orang yang asing itu berbicara.


 


"Robby, ternyata kamu ...?' Andre balik bertanya.


 


"ngomong - ngomong kamu siapanya Risa?".


 


"Aku......".


belum selesai Andre menjawab Risa terlebih dahulu memotong.


 


"Kami saudaraan, ya udah deh semua Risa pergi dulu nontonnya lain waktu aja nggak apa -apa kan "


akhirnya Risa memilih untuk pergi meninggalkan meja mereka dan di ikuti Andre di belakangnya.


 


 


        Kini mereka berdua sudah berada didalam mobil dan perlahan mobil pun bergerak meninggalkan cafe sepanjang perjalan mereka hanya saling dia tidak ada satu kata pun yang terdengar hingga Andre yang memulainya.


 


"kenapa nggak bilang kalau hari ini kamu libur".


suara Andre seketika memecah keheningan.


 


"sebenarnya nggak libur kok kak cuma kat mas dito sengaja menutup cafe karena dia tahu semua anak buahnya pasti capek karena acara semalam". jawab Risa penuh kehati -hatian.


 


"lalu sejak kapan kau kenal Robby?".


 


"sejak semalam mas dito yang ngenalin katanya mas Robby itu teman kuliahnya".


 


"jadi hari ini kalian sengaja keluar bareng dan nonton bareng".


 


"nggak - nggak kok kak tadi kami nggak sengaja ketemu di cafe awalnya hanya kami bertiga yang mau nonton". kata Risa sambil coba menjelaskan pada Andre.


 


"awas kalau kau berani bohong!".


kini suara Andre sedikit menunggi dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Risa.


 


 


"tapi bukan kah itu yang kakak mau bagaimana mungkin aku bilang kalau aku istri kakak sedang kakak tidak pernah mengakuinya".


 


Deg....kini Andre baru menyadari bahwa sejak awal dirinya yang memaksa Risa untuk menutupi status mereka di depan tema- teman Andre.


 


"kau jangan ge-er aku menjemputmu mama yang nyuruh aku buat jemput kamu katanya sekarang waktunya belanja bulanan, mama bilang udah nunggu di sana".


Risa hanya bisa menjawab dengan anggukan saja.


 


"Kau tahu kan di mana mallnya?".


 


"Di mall XX kak.....".


 


***** Di Mall *****


 


        Berulang kali Andre menghubungi sang mam namun tidak juga di jawab hingga masuk lah satu notifikasi pesan dari mama bahwa mamany tidak bisa datang karena tiba -tiba nggak enak badan jadi mau nggak mau mereka harus belanja berdua saja dan kali ini pun Andre tidak menolak tidak ada rasa tertekan untuk saat ini dia merasa nyaman.


 


"ayo kita masuk". ajak Andre pada Risa


"tapi kak, mam mana?".


"mama mendadak kurang sehat jadi mama nyuruh kita belanja berdua".


"ya udah kalo gitu kakak bawa troly satu lagi".


"hei buat apa bawa troly banyak -banyak apa kaumkan membeli seluruh isi supermarket ini?".


 


Risa hanya tersenyum melihat suami tercinta bingung namun kini dia sungguh bahagia mertuanya ini sungguh the best karena Risa tahu ini hanya akal -akalan sang mama mertua saja agar mereka bisa lebih dekat.


 


"sudah kakak jangan protes sekali ini aja karena kita nanti bakal butuh dua troly inin ka".


 


 Risa mulai belanja kebutuhan dapur tangannya begitu lincah memilih barang hingga tak terasa kini kedua troly telah penuh dengan belanjaan. Andre sempat heran bagaimana Risa bisa tahu dan begitu cekatan sungguh dimatanya kini Risa terlihat seperti istri yang hebat.


 


        Hampir dua jam mereka berbelanja dan akhirnya selesai juga setelah membayar belanjaan di kasir mereka memutuskan untuk langsung pulang saja baru saja mereka memasuki mobil tiba - tiba.


 


Kruuuk....kruuuk....


suara perut Risa membuat andre menoleh kearahnya.


 


"maaf tadi aku belum sempat makan kan tadi kakak tiba ngajak pergi".


.jawab Risa sambil nyengir.


 


Namun andre tak memberi jawaban apapun sikapnya tetap datar dihidupkannya mobil dan perlahan mereka meninggalkan mall mobil yang mereka tumpangi mulai menyatu dengan padatnya jalan risa tidak berani berkata apapun bahkan sedari tadi dirinya hanya melihat jalanan yang mereka lalui


.


Risa kira andre sangat tidak perduli padanya namun kenyataannya tidak buktinya kini mereka berhenti di depan sebuah restoran. Risa masih bingung dan hanya berdiam diri di tempatnya semula dan kemudian....


 


Tok...tok...tok...tedengar suara kaca mobil di ketok dari samping lalu dengan segera Risa membuka pintu mobil.


 


"sampai kapan kamu mau disitu ....?". tanya Andre namun masih tetap dengan ekspresi datarnya


 


"maaf....".


 


"Kita makan dulu baru pulang aku tidak mau di amuk mama karena kamu pingsan hanya gara -gara kelaparan".


 


        Seperti biasa Risa hanya menganggukkan kepala dan tersenyum, Andre kini sudah berjalan memasuki restoran dan di ikuti Risa dibelakangnya. Risa tidak pernah bermimpi akan seperti ini hari ini benar - benar hari yang membahagiakan seandainya akan ada hari - hari seperti ini mungkin Risa rela jika harus merasakan sakit seribu tahu lagi


.


 


 


***** Happy reading ******


semoga kalian menikmati novelku***