
Di cafe
🌸🌸🌸
Â
Diluar nampak matahari begitu terik di dalam cafe pun sudah mulai ramai padat dengan pengunjung ya tentu saja ini sudah ini sudah waktunya makan siang dan cafe mas Dito ini lumayan beken di kalangan pekerja di sekitaran sini bukan hanya menunya yang rasanya pas di lidah tapi cafe juga sangat nyaman namun yang lebih penting satu lagi yang paling populer yaitu pemilik cafe yang super ganteng dan super ramah tu sekarang bisa di lihat sendiri hampir seluruh cafe di penuhi oleh kaum hawa walau tidak seluruhnya.
Â
Waktu makan siang adalah waktu tersibuk untuk seluruh karyawan cafe tak terkecuali Risa terlihat dia mondar mandir melayani pengunjung yang seperti nya sudah sangat hapal dengan Risa dan terlihat pula tak pernah sedetikpun senyum Risa menghilang dari bibir Risa sepertinya gadis ini sangat menikmati pekerjaannya.
Terlihat sepasang kekasih di ujung ruangan seperti mencari-cari sesuatu, sepasang kekasih ya sepasang kekasih terlihat dari sang perempuan yang enggan melepas lengan sang pria dan tetap bergelayut manja.
Â
"Beb, ramai sekali cafenya aku tidak menyangka Dito bisa sesukses ini tapi dimana dia katanya dia udah menunggu kita" sahut Sinta sambil masih celingukan mencari-cari.
"Ehm....tunggu biar aku hubungi dulu dia beb" terlihat Andre mengeluarkan ponselnya dan mulai berbicara dengan seseorang dan tak berapa lama menyudahi pembicaraannya.
"oh ya beb, Dito bilang meja kita udah di siapkan katanya sih kita disuruh langsung aja menuju meja no 10 di pojokan ruangan" kata Andre pada Sinta.
Â
Lalu tanpa menunggu lama lagi mereka pun menuju meja yang di khususkan untuk mereka.
Â
"Beb, aku udah lapar banget bolehkah aku pesan dulu sambil menunggu Dito" pinta Sinta pada Andre dengan memasang muka terimutnya dan hanya di balas anggukan kepala oleh Andre dengan senyum menawannya
" waiter...." tariak Sinta dengan melambaikan tangan pada seorang karyawan cafe.
" selamat siang nona, tuan ada Yang bisa saya bantu..." senyum mengambang di wajah sang waiters sambil menyodorkan buku menu pada Sinta.
Deg...deg....tuba- tiba jantung Andre berdetak kencang suara itu seberti tidak asing baginya tapi tidak mungkin gadis itu bekerja disini pikirnya.
"tidak...tidak...tidak mungkin dia, pasti aku salah dengar" gumam Andre dalam hati
"sayang....sayang....kamu kenapa dari tadi aku bertanya tapi kamu kok diam aja lagi mikirin apa sih?" celoteh Sinta yang sedari tadi seperti di abaikan oleh Andre.
" ah aku ya....aku pesan menu yang sama seperti pacar saya ya mbak" kata Andre sambil kembali memberikan buku menu pada sang waiters dan betapa terkejutnya mereka berdua atau lebih tepatnya Risa seperti di sambar petir di siang bolong.
"Risa...kamu..." terdengar kata-kata menggantung dari Andre.
"sayang kamu kenal sama perempuan ini"
"Dia....dia...." kembali Andre di buat bingung dengan pertanyaan Sinta sejujurnya dia tak tahu harus menjawab apa.
" kenalkan mbak nama saya Risa saya......."
Risa seperti tak sanggup melanjutkan kata-katanya namun apa yang dia bisa lakukan saat ini dia harus mengalah ya dia harus mengalah.
"saya Risa sepupunya kak Andre mbak" Risa berusaha memasangkan senyum termanisnya walaupun terpaksa sepertinya air matanya akan jatuh jika dia tak segera pergi dari meja tersebut.
" Risa lanjut dulu y mbak kerja kapan-kapan kita ngobrol lagi" secepat kilat Risa pergi dari meja tersebut bahkan dengan sedikit berlari.
Â
Ya berlari memang itu yang di lakukan Risa dia berlari menjauh dari dua sepasang kekasih itu sesekali di lihatnya kembali dua orang tersebut namun hati Risa semakin sakit saat melihat sang wanita bermanja-manja dengan suaminya.
Â
brruuuk... Risa terjatuh dan menabrak seseorang.
"Risa, kamu kenapa seperti di kejar-kejar hantu saja sampai-sampai tidak melihat ada orang di depanmu" tanya Niken pada Risa
" sakit mbak....sakit sekali mbak...."
"kamu kenap risa kamu sakit, apanya yang sakit dek?"
"disini mbak yang sakit" kata Risa sambil menunjuk dadanya dan Niken masih bingung ada apa ini kenapa Risa menangis apa yang membuatnya menangis.
"ayo ikut mbak kita keruangan mas Dito ya nanti kamu cerita ya..." kata Niken sambil membawa Risa menuju ruangan Dito karena Niken yakin sesuatu telah terjadi.
Â
Didalam ruangan Dito kembali Risa menangis bahkan sangat histeris di peluknya tubuh Risa yang masih bergetar oleh Niken selayaknya seorang kakak kepada adek Niken mencoba menenangkan Risa setelah agak tenang kembali Niken bertanya pada Risa.
Â
"ok sekarang kamu cerita sama mbak, siapa yang udah jahatin kamu ?"
namun Risa hanya menggelengkan kepala akan tetapi bulir-bulir kristal bening itu terus menetes mambasahi kedua pipi gadis itu.
merasa ada yang aneh akhirnya Niken beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan di tinggalkan nya sendiri Risa dan bergegas mencari jawaban dari pertanyaannya.
tiba-tiba pandangan Niken terhenti oleh beberapa pengunjung cafe di sudut ruangan
" oh pantas Risa menangis rupanya si kutu kupret itu biang keladinya, tunggu dulu kenapa mas Dito juga ada di sana apa mungkin mereka kenal kali nya" gumam Niken dalam hati dan tak menunggu lama Niken seperti membuat panggilan dengan seseorang melalui ponsel nya dan benar saja ternyata Dito yang di hubungi nya.
*ddrrrrt....ddrrrrt.....ddrrrrt....
[Dito*....]
[*Niken....]
"mas sini dulu bentar ini tu urgent banget sayang, pokoknya cepet y aku tunggu di belakang kalo dalam hitungan lima kamu g datang aku pulang nie ya...!!!!"
[Dito*....]
"ok...ok.... mas datang sekarang "
terlihat Dito kini berpamitan dan meninggalkan meja para sahabatnya itu dan langsung menuju ruangannya untuk menemui Niken.
Dan sesampainya di dalam ruangan
" sayang ada apa sih kok kayakanya urgent banget , oh ya di luar ada temen kuliah mas tu abis ini aku kenalin " celoteh Dito
" udah tahu kali yang, itu temen kamu Yanga cowok Andre kan namany" jawab Niken
" Lo kok kamu kenal, apa jangan-jangan dia mantan kamu dulu?"
"Issshhh....jijai banget kalo dia mantan aku dia iti suaminya Risa sayang!!!!"
" apa....jangan bercanda deh kamu yang!" terlihat Dito sangat terkejut
" iiiihhhh....dibilangin nggak percaya mas lupa aku tuh rumahnya deketan sama Risa di kampung dan juga rumah nenek nya Andre kan Andre sering datang kesana dulu sebelum nikah sama Risa tapi setelah itu aku nggak pernah lagi lihat dia berkunjung ke rumah neneknya" jawab Niken panjang lebar.
"Oooo....." jawab Dito ber...Oooo ria
" trus yang ngapain kamu manggil mas kesini kalo kamunya udah kenal baik sama Andre?" tanya Dito pada Niken.
"Itu yang satu meja sama Andre siapa?" selidik Niken.
"oh....itu....itu.....dia pacar Andre, kami semua kuliah ditempat yang sama dan mereka baru saja memulai hubungan mereka" jawab Dito
" oh...ya ampun benar-benar tidak punya perasaan Andre itu, awas nanti Yach...." gumam Niken dalam hati.
Setelah itu Niken nampak serius membicarakan sesuatu dengan Dito dan terlihat Dito manggut-manggut dengan muka serius lalu mereka berdua kembali ke tempat masing-masing, Niken menemui Risa dan Dito kembali ke meja Andre.
🌸🌸🌸
Niken hanya menggelengkan kepala saat melihat Risa masih terduduk di tempat semula dengan air mata yg tak berhenti mengalir.
"ckckckck....bener-bener kamu ya Andre di mana hatimu awas aja aku balas kamu nanti, bisa-bisanya kamu tu bikin Risa sampai kayak gini" gumam Niken dalam hati.
Niken duduk tepat di sebelah Risa di elus- elusnya rambut gadis itu layaknya kakak kepada adiknya.
"udah dong Risa nangisnya laki-laki kayak gitu nggak pantas kamu tangisi"
"sakit mbak sakit sekali rasanya" sambil di tepuk-tepuk dadanya dengan air mata yg masih terburai.
" iya, iya mbak tahu Ris, nangis aja kalo mau nangis keluarkan semua isi hatimu mbak akan ada buat kamu dek" jawab Niken mencoba menenangkan Risa.
" mbak...."
" iya Risa ada apa?".
" Bolehkah Risa marah mbak atas semua yang Risa terima ini mbak, rasanya sakit sekali mbak, sangat sakit mbak" tangis Risa makin menjadi.
"Tentu saja kamu berhak marah kamu adalah istri sahnya memang seharusnya kamu marah, tenang saja mbak akan buat Andre juga merasakan yang sama" jawab Niken sambil menepuk-nepuk punggung gadis itu yang kini masih menangis di pelukan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers semoga kalian masih betah y nungguin Risa sama Andre. tetep y kalo kalian suka mereka jangan lupa y kalian like, koment dan juga vote.
dan jadikan Risa dan Andre menjadikan noevel favorit kalian .
tentunya di tunggu saran2 dari kalian biar Gia bisa memperbaiki jalan ceritanya.
😘😘😘😘
Â