fall in love with my wife

fall in love with my wife
Awal



Marisa itu nama ku aku baru lulus SMA dan aku memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ku bukan karena tidak ada biaya tapi karena aku memilih untuk menikmati hidup yang tidak lagi menjadi milikku.


"Risa, jangan lupa nanti sore Andre datang mama mau kamu berdandan secantik mungkin ingat itu ya nak!!!" celoteh mama Nia sang mertua yang sudah seperti ibu kandung untuk risa


" iya mama, Risa nggak lupa kok" bagaimana aku bisa lupa sekian lama aku menunggu untuk bertemu dengan kak Andre ntah seperti apa rupa dia saat ini gumam risa dalam hati.


"flashback"


ya sudah lima tahun mereka tidak bertemu sejak kejadian itu kejadian yang membuat risa tiba-tiba menjadi menantu keluarga Wijaya.


Lima tahun lalu risa bukan siapa-siapa dia hanya lah gadis kecil yang masih bersekolah di tingkat menengah pertama tahun ketiga, seperti biasa setiap hari nenek Murti yang tak lain adalah nenek kak Andre selalu meminta Risa untuk menginap dirumahnya karena selama ini nenek Murti hidup sendiri dan hanya di temani oleh bi Ijah sang asisten rumah tangga dirumah nenek Murti.


Risa sendiri adalah anak dari pak Gunawan tetangga sebelah rumah nenek Murti,saat itu keluarga Andre datang untuk berkunjung sekedar melepas kangen dengan sang nenek dan mereka tahu benar bahwa Risa selalu menemani sang nenek, namun tak ada yang dapat mengira pagi itu nenek Murti mendapati Andre tidur seranjang dengan Risa betapa terkejutnya seisi rumah.


" Ibu tidak tahu lagi bagaiman ibu harus menjelaskan kepada keluarga nak Gunawan bagaimana mungkin ibu tidak bisa menjaga anak mereka sampai- sampai cucu nenek sendiri berbuat hal yg tidak terpuji, pokoknya ibu tidak mau tahu mereka harus di nikahkan kalau tidak lebih baik ibu mati saja" berondong nenek Murti pada Hans Wijaya yang tak lain adalah ayah kak Andre.


" Ibu maaf kan kami ibu, kami juga tidak menyangka akan seperti ini , kami tidak mengira kalo Andre akan berbuat seperti itu" jawab om Hans begitu memelas dengan kedua tangannya berpegang pada lutut sang ibu. Tante Nia tak kalah histeris shock dan terus menangis sekaligus kecewa dengan anaknya.


"Andre sebagai perempuan mama tidak bisa terima dengan apa yang sudah terjadi demi apapun kamu harus menikah dengan Risa, kalo perlu besok kalian menikah, bagaimana mungkin kamu lepas dari tanggungjawab sebagai seorang laki-laki dan kamu harus tahu bagaimana masa depan Risa jika kamu tidak mau tanggung jawab" ucap Tante Nia dengan air mata yg terus membasahi pipi.


Andre berdecak dan berdiri lalu berkata


"Tapi nek, Andre nggak ngapa-ngapain dan Andre juga sama kagetnya kenapa Andre bisa tidur dikamar Risa karena seingat Andre, Andre tu masuk dikamar yang benar dan lagi pula mana mungkin kami menikah Andre baru lulus SMA dan Risa masih kelas tiga SMP. pokoknya Andre nggak mau nikah sama dia" teriak Andre sambil menunjuk kearah Risa yang sedari tadi hanya menangis.


"plaak......."


semua orang diruangan dibuat kaget oleh tuan Hans yang tiba-tiba menampar Andre dengan kuat hingga nampak cap tangan dipipi Andre.


"Kau siapa yang mengajarkanmu untuk tidak bertanggung jawab, papa tidak pernah mengajarkanmu seperti itu" pekik tuan Hans dengan amarahnya yang sudah di ubun-ubun.


"tapi Pa........." belum selesai Andre bicara tuan Hans memotong perkataan Andre


"tidak ada bantahan,nanti malam Papa dan Mama akan melamar Risa dan kamu jangan harap bisa kuliah diluar negeri kalo kamu nggak mau nurut, siap dirimu mau tidak mau, suka ataupun tidak Risa akan jadi menantu dikeluarga Wijaya dan setelah kalian menikah Risa akan ikut kita pindah ke kota!!!!.


Dan kamu Risa jangan kuatir nak om dan tante akan menjelaskan semua pada mas Gunawan" kata tuan Hans sambil mengelus-elus ujung kepala Risa.


Seminggu setelah itu Andre dan Marisa resmi menikah sah dengan adanya surat nikah kini merubah status dan takdir mereka berdua. Walaupun Risa masih berumur lima belas tahun dan dengan the power of money apa yang nggak bisa horang kayah mah bebas begitu slogan yang lagi kekinian. Tanpa menunggu lama akhirnya mau tidak mau Risa harus pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya berpisah dengan ayah dan ibu juga adek kecilnya Nana. Sedih teramat sedih namun apa daya Risa yang hanya seorang gadis kecil tidak dapat berbuat apapun hanya pasrah dengan nasibnya berbeda dengan Andre yang merasa bahwa Risa merusak hidupnya dulu Andre menyayangi Risa seperti adik kecilnya namun perasaan itu kini berubah jadi benci.


Akhirnya hari dimana Risa pergi pun tiba, Bu Tia tak lain ibu dari Risa tak henti-hentinya menangis sambil mengelus rambut Risa beliau berkata


" Risa dengar kan ibu ya nak jangan membenci siapaun atas apa yang terjadi dengan dirimu, semua sudah di atur oleh Tuhan dan terima nasibmu kini anak ibu udah jadi istri orang sebenarnya ibu berat melepaskan kamu tapi sudah tugas istri untuk mengabdi kepada suami, nanti kalo ada waktu ibu akan berkunjung kerumah mertuamu atau kalau liburan sekolah kamu bisa minta ijin untuk berkunjung ingatlah keluarga Wijaya itu semua orang baik nanti ibu yakin akan tumbuh cinta antara kamu dan suamimu"


Kini lima tahun telah berlalu perlahan Risa menerima takdirnya dan perlahan mencintai suami yang selama ini seperti membencinya dan tak pernah di temui nya selama lima tahun , Seperti apa nanti mereka saat bertemu Risa tak berani membayangkan nya karena nantinya dia takut kecewa.


"flash end"


Risa memhempas kan napas sembarang saat tersadar dari lamunannya jam menunjukkan pukul sembilan sudah waktunya Risa pergi bekerja, ntah kenapa hatinya tak tenang entah apa yang akan di hadapinya nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers semoga Marisa bisa mendapat tempat di hati para readers semua, dan mohon saran dan kritik nya kalo ada kekurangan. jangan lupa y klik πŸ‘dan πŸ’¬ Risa dan Andre karena like dan komen readers adalah hal berharga buat author, klik juga β™₯️ agar kalian bisa terus dapat cerita baru dari Risa dan AndreπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™ dan author bisa terus semangat nulis nya