
πΈπΈπΈ
fajar hampir datang seperti biasa Risa terbangun sebelum subuh selasai sholat subuh Risa kembali seperti biasa masak untuk sarapan pagi
Risa POV
Ntah keputusan yang aku ambil benar atau tidak yang aku tahu aku hanya berusaha. menjadi istri yang baik berharap suatu saat akan ada keajaiban yang merubah hidup ku.
selasai sholat subuh aku bergegas ke dapur apa y kira- kira yang akan aku masak untuk kak Andre di hari pertama dia bekerja seperti nya nasi goreng spesial dengan telor ceplok saja dulu waktu kak Andre berkunjung kerumah nenek di kampung nenek sering masak nasi goreng dengan telor ceplok .
Tak menunggu lama nasi goreng sudah jadi dan tertata rapi untuk semua anggota keluarga .
setelah nya aku bergegas naik keatas kulihat jam masih jam 7 dan ternyata kak Andre sudah bangun kuletak kan dua cangkir minuman satu kopi dan satu teh tak lupa kutinggalkan memo
" kak maaf aku tidak tahu kakak selalu sarapan dengan apa jadi aku sedia kan teh dan kopi tolong jangan menolak dan nikmati saja" tak lupa aku tambah emoticon senyum dalam hati aku berharap kak Andre tidak membuangnya aku tidak akan marah walau minuman yang dengan tulus aku buat tidak di minumnya.
Aku cepat- cepat memilih baju untuknya bekerja celana, kemeja ,jas dan dasi yang aku pilih semoga tak ditolaknya dan dalam hati aku kembali berdoa semoga dia mau memakainya. Terdengar gemericik air berhenti tandanya kak Andre selesai mandi itu tandanya aku harus segera pergi meninggalkan kamar sebelum kak Andre melihat ku. seperti janjiku aku akan membuat kak Andre tidak merasakan keberadaan ku dan aku pun tidak akan bersuara jika tidak dimintanya.
Kembali dari kamar aku turun langsung kedapur kulihat Bi ina sedang sarapan aku ikut nimbrung bareng Bi ina dan pak Kardi suami tercinta bi ina.
"mbak Risa kenapa sarapa di dapur kenapa g di ruang makan saja bareng mas Andre" tanya bi ina
"nggak apa-apa bi risa cuma pengen aja makan bareng kalian bi emang g boleh dan lagian Risa buru-buru kalo Risa makan bareng kak Andre nanti Risa harus nunggu lama kan nanti Risa telat bi" jawab ku pada bi ina sambil tersenyum
" ya udalah Bu mbak Risa jangan ditanya terus nanti kapan makannya kan jadi telat nanti" pak Kardi ikut bersuara
aku hanya tersenyum melihat mereka berdua, mereka bukan hanya asisten rumah tangga disini tapi mereka juga seperti orang tua bagiku mereka ada di saat terpurukku disaat aku sangat merindukan orang tua ku disaat aku sangat merindukan suamiku dan disetiap aku membutuhkan tempat bersandar.
selasai sarapan aku berpamitan kepada mereka berdua dan aku berlalu dari hadapan mereka diruang tengah mama sudah terlihat rapi bersiap untuk sarapan tak lupa aku berpamitan kepada mama sebelum berangkat
" ma, Risa pamit dulu mau berangkat kerja soalnya Risa buru-buru ma maaf y nggak bisa sarapan bareng" kataku kepada mama
" Lo Risa ini kan hari pertama Andre kerja kenapa nggak nunggu suamimu biar nanti berangkat bareng aja, dan mana suamimu sayang kenapa mama nggak lihat dia dan apa dia tahu kami mau berangkat sendiri kerja? berondong mama
" mama, tenang aja kak Andre tahu kok Risa lagi buru-buru tadi Risa udah siapin keperluan dia sebelum pergi dan sarapan juga udah Risa siapkan mama tenang aja kan Risa udah biasa berangkat sendiri" sahut ku sambil mencium pipi mama seperti kebiasaan tiap pagi dan tak lupa Ki cium punggung tangan mama sebelum pergi.
Tuhan kuatkan hati ku sudah terlambat aku mundur lima tahun sudah kupertaruhkan masa remajaku demi kak Andre dan hamba mohon biarkan ruang di hati kan Andre untuk bisa aku tempati.
Andre POV
Aku terbangun jam 6 pagi kulihat sofa di depan ranjang ku sudah kosong dan rapi kulihat sekelilingku tapi dimana gadis itu kemana perginya dia disudut ruang tertata sajadah yang seperti baru di gunakan dalam hatiku mungkin Risa habis sholat subuh dan kulangkah kan kaki ku kekamar mandi bersiap untuk mandi dan berangkat kerja di hari pertamaku cukup lama aku di kamar mandi dan saat selesai mandi tak kudapati Risa dalam kamar hanya kulihat dua cangkir minuman kopi dan teh dan selembar memo bertiuliskan pesan untuk ku
"kak maaf aku tidak tahu kakak selalu sarapan dengan apa jadi aku sedia kan teh dan kopi tolong jangan menolak dan nikmati saja"
kuletakkan kembali kertas memo lalu beranjak dari tempatku semula awalnya aku akan memilih baju untuk kerja rupanya kulihat ada baju di atas ranjangku celana, kemeja lengkap dengan jas dan dasi kulihat sekilas ternyata pilihan baju nya tidak begitu buruk selesai berganti baju ku ambil kopi ku sruput perlahan kisesapin kopi buatan Risa ternyata rasanya tidaklah buruk. Tapi dimana dia kenapa aku tak melihat batang hidungnya di mana gadis itu.
Dalam hati bodoh amat kemana dia bukan kah lebih baik jika aku tak melihatnya bisa-bisa hancur mood ku pagi ini. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh aku bergegas turun untuk sarapan sebelum sampai ke ruang makan terlebih dahulu kuperhatikan dan mataku mulai mencari seseorang dan aku bernapas lega ternyata dia tidak ada bagus lah aku bisa sarapan dengan tenang , setidaknya dia masih harus berterima kasih kepada ku karena sudah kuminum kopinya dan ku pakai baju pilihannya.
"Ndre kok kamu nggak antar Risa kerja nak?" tiba-tiba mama bertanya padaku dan sontak aku pun kaget hingga tersedak
" nggak ma, lagian kan dia biasa berangkat kerja sendiri " jawabku seadanya
"tapi nak itukan dulu waktu belum ada kamu sekarang kan ada kamu salah satu kewajiban suami itu ya menjaga istri nak" celoteh mama dan disahuti papa
"Andre pokoknya papa nggak mau tahu ya mulai besok kamu harus berangkat bareng Risa,benar kata mama Risa itu tanggung jawabmu "
"iya...iya... mulai besok biar aku antar dia kerja" jawabku dengan perasaan yang mulai dongkol gadis itu memang tak terlihat batang hidungnya tapi pengaruhnya masih sangat terasa membuat moodku tiba-tiba menghilang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
semoga reader semua suka dengan novel ku jika ada kekurangan mohon saran jangan lupa π dan ditunggu π¬ biar Gia bisa lebih termotivasi dan bisa menulis lebih sempurna lagi dan jangan lupa klik tanda β₯οΈ semoga reader semua senang dan jangan lupa vote πππ