fall in love with my wife

fall in love with my wife
Teman lama



🌸🌸🌸


Pagi ini masih seperti sebelumnya Andre dan Risa keluar rumah bersama namun yah.... ditengah jalan mereka akan menuju tempat tujuan masing-masing dan itu semua tidak membuat risa terusik. Baginya yang terpenting Risa masih bisa melihat Andre setiap hari just it....


Jam sembilan kurang Risa sudah sampai di cafe tempatnya kerja y walaupun gaji tak seberapa namun Risa sangat betah disana bukan hanya karena tempat kerja nya yang nyaman akan tetapi teman-teman kerja nya pun juga sangat baik pada Risa terlebih bos mereka yang terkenal sangat perhatian pada semua karyawan nya . Namanya Dito sang pemilik cafe yang lebih suka di panggil mas Dito daripada harus di panggil pak Dito karena terdengar lebih tua katanya seperti itulah dulu bos nya berkata saat Risa baru bekerja di sana.


"Risa, bisa saya minta tolong sebentar?" terdengar mas Dito memanggil Risa dari arah pintu ruangannya


"iya mas, Risa datang!" jawab Risa sambil berlari kecil


" Tolong buatin teh dua dan bawa juga beberapa kue keruangan saya ..." celoteh mas Dito memberi perintah


" Ok bos siap laksanakan" jawab Risa sambil menyuguh kan senyum manisnya


Tak menunggu berapa lama Risa sudah kembali membawa dua cangkir teh dan sepiring brownies coklat dan tak lupa sebelum masuk Risa mengetuk dahulu pintu ruangan Dito sampai si pemilik ruangan mempersilakan masuk. Segera Risa menyajikan apa yang di bawanya kepada tamu Dito namun betapa kaget nya saat sebuah suara menyebut namanya.


" Risa...ini beneran kamu? ya ampun udah lama kita nggak ketemu?"..celoteh pemilik suara


seketika Risa mendongak agar dapat melihat sang pemilik suara, dan betapa kagetnya dengan apa yang di lihat ternyata yang duduk di depannya saat ini adalah Niken tetangga sekaligus teman yang sudah seperti kakak sendiri


" mbak Niken, ini beneran mbak Risa nggak mimpikan" jawab Risa masih belum percaya.


" ya iyalah ini mbak Niken masak y kuntilanak kamu itu ada-ada saja, oh ya gimna kabar kamu trus suamimu udah pulang belum dari luar negeri dan apa dia udah berubah sekarang gimna dia sama kamu? terdengar mbak Niken nyerocos tiada hentinya dan tanpa di sadari Dito hanya bengong bingung harus berkata apa saat melihat tunangan nya nyerocos tanpa titik dan koma.


"Y begitulah mbak belum ada yang berubah mungkin saya harus lebih sabar tapi kak Andre sekarang udah pulang kok mbak dia udah menetap disini sekarang" jawab Risa masih dengan senyum temanis nya.


" hei ladys kok kalian malah ngacangin aku sih, jadi ada apa ini dan kamu sayang kok bisa kenal sama Risa" selidik Dito dengan muka yang sedikit cemberut karena sepertinya dua perempuan di hadapannya ini seperti tidak lagi mengingat bahwa Dito masih berada di tengah mereka.


" oh iya aku lupa ngasih tahu kamu Risa ini kan sekampung sama aku Lo yang! rumah dia itu sebelah rumahku, dulu tu ya dia itu hari-hari dirumahku sampai akhirnya dia nikah dan di boyong kerumah mertua nya yang tinggal di kota ini yang dan Risa tu udah kayak adek aku sendiri y maklum aja aku kan g punya adek walaupun tiap tahun dia pulang tapi aku tu kangen banget sama dia dan kok bisa pas banget dia kerja sama kamu" cerita Niken dengan semangatnya dan hanya di balas dengan anggukan dari Dito.


" iya mas Dito itu bener saya emang tetanggaan sama mbak niken" jawab Risa singkat.


" Tunggu dulu dech yang kamu bilang Risa udah punya suami?" dan dua perempuan itu hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


" yang pokoknya kamu masih hutang cerita sama aku Lo, dan kamu Risa kamu juga kamu juga masih hutang banyak cerita sama saya"


" iya mas Dito sekarang saya permisi kembali kerja lagi mas Dito, mbak Niken saya balik kerja dulu y mbak nanti kita sambung lagi y" celoteh Risa sambil berlalu pergi


Terdengar sayup-sayup suara Niken dengan semangat empat lima menceritakan tentang dirinya dan Niken saat di kampung halaman mereka. Dito agak sedikit shock mendengar Risa ternyata udah nggak single lagi bahkan menikah saat usia nya masih sangat belia dan Dito sukses di buat penasaran bagaimana dan siapa suami Risa.


"Di kantor Andre"


Drrrrttt......drrrrt......drrrrt....


Bunyi dari getar hape Andre di atas meja kerjanya terlihat lampu menyala dan berkedip menandakan pesan singkat masuk tak menunggu lama Andre segera menggeser layar ponsel pintarnya dan terlihat gambar seorang gadis yg menjadi wallpaper nya di bukanya pesan yg baru masuk dan terlihat sudut bibir Andre sedikit melengkung senyum yg beberapa hari ini seperti hilang. Tarlihat sebuah nama tertulis di layar ponsel pintarnya "Sinta " itulah nama gadis yg membuat nya tersenyum saat ini.


[Sinta]


"Pagi beb, Miss you so much....β™₯️β™₯️β™₯️"


[Andre...]


"me too beb, kapan kita bisa ketemu?"


[Sinta...]


"Kalo sekarang aja gmn, cepetnya g pakai lama aku udah di loby kantor kamu Lo beb...."


[Andre..]


" Apa kamu bilang, dimana beb? jangan bercanda dong sayang ....?"


[ Sinta ...]


Sungguh Andre kaget sekaligus bingung namun tak bisa di pungkiri bahwa saat ini dirinya sangat bahagia karena kekasih nya datang di saat moodnya sedang buruk, namun dirinya juga takut kalo papanya tahu bahwa dirinya menjalin hubungan dengan wanita lain padahal dirinya sudah menjadi suami Risa ....


Di lobby


Saat Sinta menemukan pria yang di tunggu tanpa menghiraukan sekitar langsung menghamburkan dirinya dan memeluk sang kekasih namun tenyata Andre tak membalas pelukannya dan Sinta sungguh sangat kecewa.


"Beb, kamu kenapa sayang nggak seneng aku pulang ke Indonesia atau kamu ada main di belakangku ya" Sinta kembali bertanya sambil memasang muka cemberut.


" bukan gitu beb, aku seneng banget kamu datang tapi ini kan di kantor g enak banyak yang lihat kita, come on beb ini di Indonesia bukan di Singapore sayang" sahut Andre sambil membujuk Sinta agar kekasihnya itu tenang.


Sinta masih memasang muka cemberut dan Andre pun masih mencoba membujuk sambil mengajak nya keluar dari lobby akan sangat berabe kalo papanya melihat kedatangan Sinta.


" karena sekarang udah waktunya makan siang gimana kalo kita makan siang dulu?" bujuk Andre dengan memasang muka imutnya.


" Ok kali ini aku bisa ngerti tapi sampai kapan kamu mau ngenalin aku sama orang tua mu beb?Sinta berbalik bertanya masih dengan muka cemberut nya.


" nanti Ben kalo udah waktunya, aku aja baru mulai di perusahaan papa saatnya tiba nanti pasti aku kenalin kok sama mereka" jawab Andre lagi


" Ya udah tapi jangan lama-lama beb, orang tua ku juga udah nanya terus kapan kita nikah".


" Sabar ya beb, oh kamu kapan datangnya kok nggak ngasih tahu aku?" Andre mencoba mengalihkan pertanyaan yang lain.


"Tadi pagi dan aku tuh sekarang capek dan laper banget tahu, sekarang kamu harus tanggung jawab pokoknya!" gerutu Sinta.


"iy beb pokonya apa yang nggak buat kamu sayang!!" jawab Andre sambil di elusnya pipi sang kekasih .


"ehmmm ....hari ini aku mau makan di cafe milik Dito, kamu ingat kan sayang Dito temen kita waktu kuliah di Singapore itu lo".


" iya aku ingatlah orang kami kan kemana- mana berdua dia itu temen terbaik aku waktu kuliah, kalo gitu kita kesana sekarang kebetulan aku tahu alamatnya cuma aku belum ada waktu aja mengunjunginya".


Dan mereka pun beranjak pergi di hidupkan mobil Andre lalu mereka pun menghilang di ujung simpang bersama padatnya lalu lintas di jam istirahat siang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers tersanyang ku semoga kalian terhibur dengan ceritaku jika ada yg kurang dalam tulisanku jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar dan author sangat berterima kasih apabila kalian semua bersedia memberikan vote dan koment agar author bisa lebih berkembang.


klik πŸ‘ dan juga πŸ’¬ author sangat berterima kasih atas apresiasinya dan jangan lupa untuk klik β™₯️ agar terus dapat mengikuti cerita Risa dan Andre.


salam lop U puul ....😘😘😘


🌸🌸🌸