fall in love with my wife

fall in love with my wife
Episode 10



        Sinar matahari yang mulai menyelinap dibalik tirai sedikit menganggu tidur Andre, perlahan dibukanya mata saat matanya mulai terbuka sepenuhnya pandangan pertamanya langsung tertuju pada sofa di depan ranjangnya kosong.... ya sofa itu kosong entah seperti ada perasaan aneh yang memenuhi hati andre tiba- tiba dirinya merasa kamar itu begitu luas dan sepi dan tanpa disadari dirinya menghela napas namun dia belum juga menyadari sesungguhnya apa yang dirasa. Dengan perasaan malas dipaksanya untuk berjalan ke kamar mandi seperti biasa masih tidak menghiraukan perasaannya dia mandi pagi.


        Setengah jam kemudian ritual mandi paginya selesai terdengar pintu terbuka kali ini saat dirinya keluar dari kamar mandi netra nya langsung tertuju di nakas sebelah ranjang kembali tanpa di sadarinya senyuman itu terbit di bibirnya tiba - tiba dirinya merasa bersemangat secangkir kopi sudah tersaji di nakas mengepul dan aroma memenuhi ruangan, cepat - cepat dirinya menuju lemari di ambilnya satu stel baju selepas itu di lihatnya banyangan nya di cermin namun kemudian dahinya mengernyit sedetik dua detik dirinya terdiam kenapa dirinya merasa pakaiannya tidak cocok, tentu saja jika saat ini dirinya telah terbiasa setiap pagi di layani oleh Risa namun tidak pagi ini dan lagi -lagi hanya helaan napas saja yang terdengar di ruangan itu. Di dudukkan badannya di sofa dengan cangkir di salah satu tangan perlahan mulai dinikmati kopi pagi namun aneh kopi ini tak senikmat biasanya tadinya dirinya sudah mulai merasa bersemangat Andre pikir pagi -pagi Risa pulang namun ternyata dia salah kopi ini bukan buatan Risa dan Andre tahu itu.


 


*** di ruang makan ***


 


 


"pagi ndre, mama lihat kamu lesu amat pagi ini masak ditinggal Risa semalam udah kayak gitu gimana kalo Risa prgi nggak pulang- pulang mama nggak bisa ngebayangin dech."


celotah sang mama saat Andre mulai bergabung dimeja makan namun hanya di balas dengan senyuman tipis saja oleh Andre.


        Selanjutnya semua mulai dengan sarapan paginya masih dengan suasana seperti biasa namun andre seperti kehilangan tenaga sesaat dirinya merasakan sesendok sarapan paginya aneh menu ini adalah menu yang sama tapi kenapa rasanya berbeda dan kembali tanpa di sadari hanya helaan napas saja yang terdengar dan itu berhasil mencuri perhatian anggota kelurga lainnya.


"kakak kenapa sakit ya atau makanannya nggak enak?." tanya lita pada andre.


"Udah kalo emang segitu kangennya sama istri kamu tinggal datengin aja istri kamu kerumah niken jemput aja kangen sama istri sendiri nggak dosa kok ndre, papa dulu juga gitu kok sama mama".


Namun lagi- lagi andre hanya bisa tersenyum kecut entah kenapa dirinya tak ingin membantahnya.


"kayaknya emang pantes banget tahu kamu itu kangen sama menantu kesayangan mama itu, asal kamu tahu ya ndre semalam tu dia nelpon bibik lo dia bilang kalo pagi kamu tu selalu ngopi dulu dan dia minta bibik buat siapin kamu kopi seperti biasanya dia juga yang suruh bibik buat siapin sarapan kayak gini dan nggak cuma itu bahkan pagi - pagi tadi Risa balek telpon lali ke bibi buat mastiin kamu sampek sarapan kamu".


celoteh sang mama dengan semangat menceritakan mantu kesayangannya.


 


gadis itu benar -benar dia sangat berusaha sangat keras melakukan kewajibannya apa mungkin aku terlalu keras selama ini, tidak -tidak apa yang aku lakukan selama ini sudah benar dia bukan apa -apa dalam hidupku gumam andre dalam hati.


"Ndre..........".


"Hhhmm.........".


"gimana kalo ntar kamu pulang kerja kamu jemput istri kamu sekalian ntar mama mau belanja bulanan biasanya Risa yang selalu nemenin mama, bisakan ndre...??'.


"Iya ma, nanti Andre jemput .".


"Nanti bialng aja ntar kita belanja di mall biasany yach...istrimu tahu kok dimana tempatnya!.'


kembali Andre hanya menjawab dengan anggukan.


 


        Selesai sarapan Andre bergegas ke kantor seperti biasa Andre akan menyetir sendiri mobil nya dia tidak terbiasa menggukan supir pikirnya akan lebih enak jika seperti itu. Didalam mobil hatinya masih felisah tidak tahu apa sebabnya hanya saja pikirannya masih berputar - putar soal pesta semalam masih ada kemarahan yang tersisa dalam hatinya dia sngat marah saat Ris bisa tertawa dan tersenyum untuk pria lain.


 


        Tidak, mana mungkin aku cemburu aku hanya tidak ingin dia mempermalukan nama keluarga ku bantah andre dalam hati, namun semakin dirinya membantah semakin sesak dadanya hingga tak terasa kini dirinya telah sampai di parkiran kantornya masih dengan suasana hati yang tidak menentu namu terbesitdalam hatinya ingin rasanya hari ini cepat berlalu dan bertemu dengan gadis itu dengan seseorang yang selama ini d bencinya namun kali ini dirinya sungguh sangat ingin bertemu dengannya.


 


        Sejak pagi tiada hentinya andre melihat jam pada handphonenya kenapa rasanya hari ini waktu berlalu begitu lambat namun seketika senyumnya kembali terbit saat di lihatnya jam sudah menunjukkan waktu untuk menjemput Risa tanpa aba- aba andre beranjak dari kursi kebesarannya dan menyambar jas nya kemudia bergegas meninggalkan ruangan kini senyum itu masih terus menghiasi bibirnya tanpa dirinya sadari. Cepat - cepat menuju parkiran dan tidak menunggu lama mobilnya sudah meninggalkan tempatnya semula entah apa yang membuatnya begitu semangat biasanya dia tidak akan pernah sukarela menjemput Risa namun tidak kali ini dirinya begitu bersemangat namun dalam hati dirinya masih terus menyangkal akan apa yang dia rasakan cemburu...rindu...terlalu dini dirinya mengakuinya.


        Lima belas menit kemudian Andre telah sampai di depan cafe namun seketika senyumnya memudar berganti muram kini di depannya jelas terlihat cafe tersebut sepi dan terpampang tulisan "Closed" ada sedikit rsa kecewa atau bahkan marah kenapa Risa tak memberitahunya kalau cafe hari ini tutup. Kemudian diateringat bahwa dirinya memang belum mengabarinya bahwa dirinya kan datang menjemput yah bukan salah Risa juga, di ambilnya Handphone miliknya dan setelah menemukan nomor Risa lama dipandangi layar handphone tersebut kemudian di urungkan untuk menghubungi dan pada akhirnya andre malah menghubungi Dito.


"Hallo....". terdengar seseorang menjawab dari seberang.


"Ya ada perlu apa tumben - tumben kamu hubungi aku".


"apa dia ada sama kamu".


"dia siapa, aku mana tahu..."


"iiishh....jangan pura -pura **** ya dit, Risa apa dia sama kamu?"


"nah gitu dong sebut namanya biar aku tahu, ada kok dia sama kamu mau denger....".


terdengar suara ngobrol yang diselingi dengan gurauan dan terdengar juga Risa tertawa namun kenapa seperti ada suara pria lain siapa dia kini emosi itu mulai muncul lagi rasa marah muncul lagi ingin segera andre mendatangi mereka emosinya sudah di ubun -ubun saat mendengar istrinya bersendagurau dengan pria lain dan tanpa disadari dirinya mengakui Risa adalah istrinya walau hanya dalam hati saja.


"kalian dimana sekarang?'.


"kami ada di cafe seruni kamu tahu kan?itu lo cafe yang di......".


Belum selesai dito menjelaskan andre sudah memutuskan panggilan secara sepihak kini yang ada dipikirannya adalah agar cepat sampai kesana dia begitu penasaran siapa pria itu. kini mobilnya sudah melaju cepat membelah jalanan rasa marah ini perasaan apa ini.


 


 


 


 


 


***** Happy Reading ******


semoga kalian menikmati***


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


````


````