
πΈπΈπΈπΈπΈ
Sama seperti pagi yang sudah- sudah aku bangun lebih dulu sebelum kak Andre bangun segala sesuatu keperluan nya sudah beres dan sarapan untuk seluruh keluarga juga sudah tertata rapi di meja makan. Walaupun kak ada tidak pernah menanggapi semua dan walau dia tetap acuh padaku setidaknya setiap pagi dia masih mau meminum kopi buatanku dan memakai baju yang aku pilih kan setidaknya aku bisa melaksanakan tugasku sabagai seorang istri walaupun istri yang tak terlihat, terkadang aku sangat ingin sekali protes sangat ingin sekali saja kak Andre mau melihatku namun aku urungkan ini adalah pilihanku jika saatnya tiba maka Tuhan akan memberikanku hati yang telah mantap apa aku bisa tetap bersama dengan kak Andre atau aku menyerah dan kalah.
Malam semakin larut kulihat jam menunjukan jam sembilan malam dan terdengar suara mobil kak Andre memasuki garasi sejak pertama kali kak Andre datang kami sepakat bahwa kami tidak akan pernah ikut campur urusan masing2 dan sampai saat ini aku akan bangun dipagi hari sebelum dia bangun dan aku akan tidur saat kak Andre belum pulang kerja. Sesungguhnya aku begitu kesepian tidak adakah aku sedikit pun di hatimu kak?.
Ceklek....kreeeit....
terdengar suara pintu terbuka
tap...tap....tap...
jelas aku mendengar suara kaki kak Andre memasuki kamar kami, namun aku diam tak bergeming tetap pura-pura tidur di sofa aku tidak ingin dia marah dan mengusik ketenangannya.
Sayup-sayup terdengar suara langkah kak Andre menjauh seperti dia akan menuju kamar mandi berarti dia akan mandi. Aku tetap dengan posisi menghadap sandaran sofa pura-pura tidur dan tidak kudengar kak Andre membuka pintu lemari itu tandanya kak Andre mau memakai piyama yg aku siapkan di atas ranjang aku tersenyum sendiri bagiku ini adalah hal yang membahagiakan tak berapa lama terdengar notifikasi dari HP ku pertanda ada pesan masuk lalu kuputuskan untuk mengintip hp ku dan deg....aku tak percaya kak Andre mengirim pesan untuk ku ini pertama kalinya dalam lima tahun ini
[kak Andre]
" aku tahu kamu belum tidur, mulai besok kita berangkat bareng, mengerti kamu dan jangan menyusahkan aku!!!
[me....]
"iya kak...."
Oh Tuhan mimpi apa aku sampai kak Andre ngajak aku berangkat kerja bareng, tidak....tidak.... tidak.....aku sedang tidak bermimpi saat ini bahkan aku belum bisa memejamkan mata senyum masih terus menghiasi bibirku dan rasanya ingin sekali cepat berganti pagi. Kupaksakan mataku untuk tidur aku tidak boleh telat besok aku akan berangkat kerja bareng suami yang dingin nya kayak es batu dan mulutnya yang pedas kayak ayam geprek level lima.
paginya...
Hoooaaam....kubuka mataku sambil menyipitkan mata kulihat jam di hapeku yup aku tidak telat walau semalam aku hampir tak bisa tidur memikirkan hari ini seperti biasa kulakukan tugas ku dan berganti aku menuju lemari bajuku berhubung hari ini aku akan bersama suamiku tercinta maka aku harus dandan secantik mungkin, kubolak-balikkan baju dari ujung ke ujung dan pilihan ku jatuh pada kemeja meroon kotak-kotak dan celana jeans hitam seperti biasa ramput kuncir kuda dan sepatu flat ku aku tersenyum sendiri saat memoleskan bedak dan sedikit liptint.
"perfect..." kataku memuji diri sendiri didepan cermin
Kudengar air dari shower tidak menyala lagi itu artinya kak Andre sudah selesai mandi dan aku harus segera cus pergi dari kamar ini dan berikut aku menuju ke meja makan dan satu persatu anggota keluarga datang mulai dari mama , papa , Lita dan terakhir terdengar suara bunyi sepatu yang sangat aku tunggu yaitu suamiku tercinta sudah datang dan ikut bergabung untuk sarapan dan saat sarapan sedikitpun tak ada suara dalam hati ini acara sarapan atau mau investigasi kok serem amat padahal dulu kami sering bercanda pas makan pagi atau malam nah ini kok pada diem semua.
Beberapa menit kemudian terdengar denting sendok dan garpu bertabrakan dan sudah nangkring di atas piring kak Andre yang artinya sarapan telah usai.
cling.....cling....cling....
Terdengar notifikasi di hape ku dengan malas aku buka
[kak Andre...]
" hei perempuan cepetan dikit dong mau berangkat bareng apa g?.....
Kusudahi sarapan ku dan bergegas untuk pamit kepada mama dan papa mertuaku.
lalu aku berjalan mengekori kak Andre .
" hei,kamu aku tidak bisa mengantarku kerja jadi kau naik aja taksi" ucap adit
Bodohnya aku terlalu pagi jika aku mengira kak Andre mau mengantarkan ku kerja sungguh bodoh dan aku hanya bisa menganggukan kepala pertanda aku mengerti tanpa banyak pertanyaan aku menurutinya saat kak Andre menurunkan ku di halte depan perumahan miris sungguh miris ternyata semua itu tidak nyata harusnya aku sudah menduga .
sebelum turun dari mobil aku tak lupa berterima kasih dan tak lupa pula kupasang senyum seindah mungkin walaupun terpaksa.
"hei...." panggil Andre pada Risa
"Ya, kak"...
"Satu lagi mulai sekarang kita akan berangkat bersama dari rumah dan hanya sampai disini tapi ingat jangan berani- berani kau mengatakan pada orang rumah kalo aku g nganterin kamu sampai ketempat kerjamu awas aja kalo sampai orang rumah tahu" perintah Andre pada Risa dan hanya di jawab dengan anggukan kepala tanda setuju.
Terlihat mobil Andre semakin menjauh hingga hilang di ujung jalan.
"huuuffft...." suara desahan nafas Risa terdengar kecewa.
" ya sudahlah tidak apa2 setidaknya dia mau berbicara padaku dan bagiku ini cukup membuatku bahagia.
Sejak pagi itu dan pagi-pagi seterusnya Andre dan Risa akan berangkat bersama walau hanya sebuah kepura-puraan saja namun bagi Risa itu cukup dan tak pernah terbesit dalam hatinya untuk meminta lebih biar semua berjalan semestinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ku yg kece badai semoga kalian suka dengan cerita yang aku buat dan tak lupa Gia selalu mengingat kan untuk klik π dan π¬ agar Gia bisa tahu apa saja kekurangan Gia .
Dan jangan lupa juga klik β₯οΈ kalo suka agar bisa terus mengikuti cerita ku dan besar harapan Gia agar reader sekalina memberikan vote untuk karya ku agar lebih termotivasi.
ππππ