
****
senja mulai datang menandakan malam akan segera tiba Risa masih tetap dengan hati yang tak tenang jantungnya terus berdegup kencang kadang Risa berpikir apa lebih baik dia tidak pulang hari ini tapi apa alasannya pada sang mertua namun sungguh Risa belum siap ketemu sang suami. Risa sangat takut jika Andre tetap membenci nya.
Bagaimana tidak mereka menikah karena terpaksa walaupun kini Risa sudah menerima statusnya berbeda dengan Andre. Lima tahun mereka menikah namun tak pernah sedetikpun Andre berbicara bahkan mau bertemu Risa, semua pesan tak pernah dibalasnya selama lima tahun ini telp pun juga tak pernah dan bahkan sekalipun dia tak pernah pulang walau hanya sekedar berlibur di hari raya selalu dengan alasan kesibukan nya kuliah di Singapura apalagi setelah lulus kuliah bahkan seolah tak pernah menganggap Risa ada jika dulu Andre sibuk kuliah setelah lulus sibuk kerja jadi alasannya.
Terkadang Risa sangat merindukan suaminya namun sekalipun Andre tak pernah menghiraukan nya hanya stalking di sosmed saja yang bisa di lakukan Risa dengan begitu Risa tahu apa saja yang dilakukan Andre selama di Singapore. Sesekali Risa sangat marah saat tahu Andre berfoto dengan perempuan lain tapi apa daya dan dia tahu benar posisinya.
"huuuffft......"
langkah nya terhenti di sebuah bangku di taman dihempaskan nya tubuh Risa matanya berkeliling di sekitar taman senangnya semua orang di taman ini ada yang bercengkrama dengan pasangannya dengan keluarganya sedang Risa sendiri. seakan malas beranjak dari tempat duduknya namun dia tetap harus pulang pasti sang mama mertua nungguin dia karena hari ini Andrea akan pulang.
Drrtt......
ddrrt.....
"mama" telihat di layar hp Risa
"ya ma, Risa udah pulang kok ini lagi di jalan"
"sayang mama kira Risa lupa kalo hari ini Andre pulang, ingat ya jangan mampir-mampir ya nak"terdengar suara mama Nia di seberang.
" iya mama sayang, Risa nggak lupa kok" celoteh Risa
Tidak menunggu lama Risa sudah sampai dirumah tak menunggu lama mama Nia datang menyambut dengan senyumnya seperti biasa di cium nya punggung tangan sang mertua, senyum mertuanya ini lah penyemangat Risa selama ini . Ya selama tinggal disini tak sedetikpun Risa merasa terasing karena keluarga mertuanya sangat baik bahkan adik iparnya pun sangat baik.
"hai kak baru pulang kerja" sapa Lital yang lagi asyik nonton tv
" oh, iya ...." senyum tersungging di bibir Risa
"Kakak naik dulu y lita kak Risa mau mandi dan istirahat sebentar" jawab Risa sambil berlalu.
namun Lita dan Mama terlihat senyum-senyum sendiri tanpa tahu Risa, mereka cekikikan sendiri sambil melihat punggung Risa yang semakin menjauh.
"mama, nggak apa-apa ya kita nggak ngasih tahu kalo kak Andre udah datang?" tanya kita pada mama.
"Biar aja sayang biar jadi kejutan" telihat senyum di bibir mama
"dikamar"
dihempaskan nya tubuh Risa diranjang sambil matanya memandang langit-langit kamar perasaannya masih bergejolak memikirkan bagaimana nanti dia bertemu dengan suaminya apa yang harus di katakan apa yang harus di lakukan sejenak di pejamkan matanya ingin rasanya dia lari namun Risa seperti merasa ada yang mengoyang-goyang kan pundak nya, perlahan di buka matanya sambil menyipit seperti melihat seseorang yang di kenalnya berdiri tepat di sampingnya, saat pandangan Risa sudah mulai jelas baru lah Risa tersadar ternyata Andre yang sedari tadi mengoyang-goyang kan badannya reflek Risa berdiri dengan gugup nya.
"kak Andre....." terlihat Risa masih shock apa mungkin ini mimpi.
" jangan cuma bengong ini benar aku Andre dan tutup mulutmu itu yang dari tadi nganga...." suara Andrea seperti memberi perintah.
" kakak apa kabar, bukan nya kakak masih nanti malam datangnya" Risa kembali bersuara.
Tanpa menjawab Andre berlalu dari hadapan Risa dan mendudukkan tubuh nya di sofa kamar.
" Sekarang kau bukan lagi gadis kecil kau sudah dewasa jadi tanpa basi basi aku ingin kita buat kesepakatan karena pernikahan ini bukan keinginanku aku terpaksa menyetujui dan harus kau tahu aku mencintai orang lain sejak lama dan aku ingin mendapatkannya. jadi kau harus tahu diri apa kau dengar itu? "
"ehm....." jawab Risa sambil menganggukkan kepala, oh sakit rasanya mendengar perkataan suami yang telah di tunggunya setelah lima tahun penantian panjangnya rasanya air mata nya sudah hampir jatuh, sakit....sakit rasanya ternyata semua tidak seperti angan-angan nya Andre tetap membencinya sama seperti dulu.
" kau tidak boleh ikut campur urusanku apapun itu aku jalan dengan siapa atau aku bertemu dengan siapa sekalipun itu perempuan,jangan pernah menuntut apapun dariku aku sudah mengatakan padamu bahwa aku mencintai wanita lain jadi kau harus sadar diri dan bahkan jangan berharap lebih dariku aku akan pura-pura baik didepan seluruh keluarga...hanya di depan keluarga saja apa kau mengerti .....?" kata-kata Andre seperti menekan kan Risa bukan siapa-siapa baginya dia bukan istrinya dia hanya orang lain bagi Andre pedas sekali kata-kata Andre.
Risa masih mencerna kata-kata Andre sakit sangat sakit bahkan kini tubuh Risa bergetar hebat rasanya ingin sekali Risa marah tapi apa hak dia? Andre hanya menganggapnya istri di atas kertas tak lebih.
" aku tahu posisiku kak ,aku tidak akan menuntut lebih dari mu namun secara hukum dan agama aku tetaplah istrimu jadi kumohon biarkan aku memenuhi kewajibanku sebagai istri mu aku jamin aku akan membuatmu seperti tidak merasakan keberadaan ku aku juga tidak berharap kau menyentuh ku dan satu lagi jika kau ingin mengakhiri ikatan ini tolong dengan cara yang baik aku akan menerima nya tanpa menuntut apapun darimu"
"baik lakukan apapun yang ingin kau lakukan dan jangan sampai membuatku marah" Andre masih dengan ekspresi datarnya
"tentu tenang saja" lalu risa berbalik meninggalkan kamar namun bulir-bulir air bening itu sudah jatuh dengan derasnya sakitnya melebihi apapun sesak rasanya sakitmya tidak bisa di gambarkan.
****
selesai makan malam dengan kadar kepura-puraan yang hampir di bilang perfect sukses membuat mama Tia dan papa Hans bahagia yang mereka tahu bahwa anak dan menantunya kini baik-baik saja.
Risa berjalan gontai menuju kamar di lihatnya Andre tidak ada di kamar mereka mungkin masih ngobrol dengan papa di ruang kerja, seperti janji Risa dia akan membuat Andre tidak merasakan keberadaannya Risa berjanji pada dirinya sendiri lalu ia bergegas membersihkan diri selesai mandi dan berganti piyama segera Risa memposisikan badannya senyaman mungkin di sofa dengan bekal bantal dan selimut yang baru diambilnya dari lemari karena tidak mungkin Andre mau seranjang dengan nya dan tak butuh waktu lama akhirnya Risa pun terlelap.
terdengar pintu di buka
ceklek....
terlihat tubuh jangkung memasuki kamar diperhatikan seisi kamar namun ternyata yang di cari tidak ada di ranjang lalu Andre berbalik dan terlihat seseorang yang di carinya sudah terlelap di sofa.
" tenyata kamu sadar diri bagus lah aku tidak perlu capek-capek mengusirku dari ranjangku,tetaplah seperti itu sampai waktunya tiba" gumam Andre dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers yang baik hati yang cantik yang ganteng dan Budiman jangan lupa y klik gambarπdan juga π¬ dan terus dukung dan jangan lupa sarannya lewat koment2 readers sekalian karena sedikit saran sangat membantu author agar bisa mengembang kan cerita dan kalo suka tolong dong vote nya untuk Risa dan Andre.
like, komen, dan vote nya author tunggunya dan jangan lupa klik juga gambar β₯οΈ biar terus dapat mengikuti kelanjutan Risa dan Andre π πππ
terimakasih πππ