Everything "Triana"

Everything "Triana"
Bab 8 - Menemani Triana



Aufar Melangkah Di koridor Rumah sakit Memabawa Beberapa Bungkusan di kanan Dan kiri tangan nya.


Terlihat Dia sudah berganti pakaian , memakai Baju Kaos Hitam di padukan dengan celana Jeans Semakin menampakan ketampanan nya, Para perawat di Receptionist sana menatap tak berkedip , Style Rambut Terkini, tubuh tinggi besar, Dada Bidang, Perut sixpack, Mirip Artis Action Luar negri.


Aufar melangkah membuka Pintu Kamar Tempat Ibu di Rawat meletakan Bawaan nya di Atas Sofa.


Pukul 21:45 Dia tidak tega melihat Triana masih terlelap di sebelah Ibu dengan mata sembab, Tapi mengingat Pasti Triana Belum makan dia pun Membangunkan.


"Triiiyy ,,, Triiiyyy Triana (Aufar berbisik lembut dI telinga Triana)


"Hemmm far loe Datang lagi (suara nya serak Sambil mengucek Mata nya dan melihat ke Aufar)


"Ayoo makan dan Ganti baju Triy, Kamu pasti belum makan (Aufar Mengarah kan pandangan ke Bawaan nya )


"Makasih Far (Triana menatap tak berkedip Sedikit Terpesona Melihat Aufar )


Aufar membuka makanan nya, dan mengarah kan Triana duduk di sofa.


"Ini makan lah masih hangat, Ibu pasti sudah makan kan


"Iya Sudah (Triana memakan makanan nya Berfikir Aufar terlalu baik pada dia dan Ibu , menyesali Terlalu mengabaikan Pria itu)


Aufar Berdiri di samping ibu "Kapan ibu bisa pulang, Gimana hasil pemeriksaan tadi?


"Besok sudah bisa pulang, Ibu hanya Kelelahan Membuat jantung nya bekerja terlalu berat (Triana menjawab sambil menyuap makanan nya)


"Syukur lah, Malam ini Aku akan Temani kamu di sini"


"Tidak usah far, pergi lah pulang ini sudah larut malam, Nanti mama mu khawatir "


"Mama yang menyuruh ku menemani mu, Lagian besok kan Minggu (Aufar sambil menatap Triana)


Triana Diam menunduk, Dia benar-benar menyesali sifat nya ke Aufar.


"Sekali lagi Trimakasih banyak Far"


"Ini bukan Apa-apa , Sudah lah ayoo Ganti baju mu" ( Aufar memberikan Paper Bag ke Triana dan mengambil bekas makan di tangan Triana dan berjalan menuju Tempat sampah)


"Baju siapa ini, Sambil mengeluarkan baju itu, (Sebuah Dress Santai Selutut Berwana Cream )


Triana Berkaca-kaca melangkah Bergegas ke Kamar mandi, Aufar Di Sofa memainkan Ponsel nya.


Tak lama kemudian Triana keluar dari kamar mandi, Aufar tersenyum dan diam-diam mengabadikan foto nya lewat ponsel yang di pegang nya, tampak Triana membereskan pakaian kotor nya.


Saling diam, hening, Triana duduk di sebelah Aufar, Sama-sama memainkan ponsel , tak lama Aufar memecah Sunyi.


"Triiy Apakah adik mu tau ibu sakit? ( Tanya Aufar)


"Ibu tidak mengizinkan Memberi tahu nya nanti dia khawatir" (Jawab Triana)


Tiba-tiba "Far, siapa Tiara ?


"Kenapa?


Sambil memberikan Ponsel ke Aufar terlihat Tiara mengirim pesan Tadi sore..


"Jauhi Aufar, Dia Tidak Pantas Untuk manusia seperti mu, Cobalah berkaca kalian Bagaikan ,Berlian Dan Tukang Gali nya"


Tampak Foto dan Nama profil nya Tiara Faradista


Aufar tersenyum kecil, Dan memberikan ponsel nya kemabali ke Triana.


"Jangan di Fikirkan, Dia bukan siapa-siapa hanya sepupuku" (jawab nya)


"seperti nya dia membenci ku"


"Sudah lah, Dia Tidak berpengaruh apapun di hidup ku, sebaik nya lupakan"


Aufar Menarik Tangan Triana Dan menggengam nya "Aku mencintaimu Triy"


Triana Terdiam Seperti tidak percaya, Di menunduk tak berkata apapun.


Seperti Terbang , Melayang ke Bulan, hati nya berbunga-bunga Untuk pertama kali nya dia Merasakan jantung nya berdetak tak terarah.


Tiba-tiba Dia tersentak "Ibu..ibu " Triana menoleh Ke Arah Ibu tidur, Dia kembali teringat ibu sedang sakit dan Terbaring lemah di sana.