Everything "Triana"

Everything "Triana"
Bab 10 - Toko Buku



Di Dalam kamar Triana membuka kotak perhiasan kecil berwarna Hitam dan mengeluarkan isi dalam kotak. Ada Sebuah kalung dengan permata kecil nyayang berkilauan itu, seketika Triana Mengingat kembali Suasana Ketika Aufar memberikan kalung itu dan menyatakan cinta di caffe.


Triana tersenyum, jantung nya berdetak kencang rasa nya hati nya bahagia berbunga-bunga Hanya karena mengingat Aufar.


Kemudian Triana mengambil ponsel yang terletak di Atas meja Lampu nya, Ragu mau mengetik pesan, Tapi dia memberanikan diri mengetik.


Mengetik sebuah pesan.


Me : "Imissyou


Sending Aufar......


Sambil merebahkan Badan nya ketempat tidur Triana Masih tersenyum tak terarah.


Dari luar Ibu memanggil "Triana ...iyaana iyana.


Triana tersadar "Iya bu"


Triana Keluar membuka Pintu kamar dan menghampiri suara ibu.


"Ibu mau pergi Arisan ke Tempat Bu Hamidah ,Tutup pintu nya (Ibu sambil berbenah barang yg mau di bawa ke Arisan)


Triana menyandar ke bahu ibu.


"Buu Triana mau ke Toko buku juga bu, Ibu pulang pukul berapa?


"Mungkin Malam ,Yasudah hati-hati , Jangan lama-lama, ponsel jangan di matikan, nanti ibu susah cari kamu"


"hee (Triana Tertawa)


Kebiasaan Triana Suka mematikan Ponsel


"Ya sudah ibu pergi (ibu mencium pipi triana dengan cepat lalu bergegas pergi)


"Hati-hati bu (Triana menutup pintu)


***


Triana Berjalan di Dalam Mall , Memakai T-Shirt Dusty pink di padukan celana denim Dan tak ketinggalan Sneakers nya ,


melangkah naik ke Escalator berjalan menuju Ke toko Buku yang ada di Bagian Atas, sampai lah Triana di salah satu toko buku yang terkenal yang banyak anak-anak muda yang Keluar masuk di dalam nya.


Triana masuk dan berjalan pelan sambil membuka beberpa buku, dan berpindah ke Buku lain, Sampai lah Triana di Satu buah buku yang membuat nya Berhenti lama.


Dari Luar toko buku tampak Tiara, Norra, Dan Winny Teman-teman dekat Tiara Berjalan sambil Berbincang tampak jelas Style mereka yg super mewah dari atas hingga bawah Memakai dress Dan juga heels.


Tidak di sangka Tiara Melihat ke Arah toko buku dan terlihat oleh nya Triana berdiri di kejauhan , tanpa berkata-kata Tiara berjalan dan langsung masuk ke dalam toko buku di Ikuti teman-teman nya.


"Yuhuuuuu Guys ,Ada Debu di sini" Tiara berbicara berdiri tepat di belakang Triana


Lalu teman-teman nya seolah paham dan Pura-pura Batuk Uhuk Uhuk sambil menutup mulut....


Triana tetap tenang, mencoba tenang, dan Tak merespon, Masih terus membuka buku.


Lalu kumudian Tiara Berbisik kecil di Samping Triana.


"Kau Hanya Butiran Debu di Pinggiran permata, hanya akan Membuat Permata itu menjadi Usang dan tak berharaga , sebaiknya memang aku Harus selalu menyadarkan mu, Agar kau tidak lupa diri" !!!!!


Triana mencoba tenang, Walaupun hati nya terasa sakit di Anggap Debu..


"tenang tenang (Berbicara sendiri).....


Tiara,Nora dan winny tertawa, Triana semakin tak tertahan mendengar Suara tertawaan mereka, Kemudian Triana membalikan badan dan menarik kuat lengan baju Tiara menatap nya tajam ke wajah Tiara.


( berbicara pelan)


"Jika debu itu dalam bentuk besar dia tidak hanya akan membuat tak berharga tapi juga bisa membunuh makhluk seperti mu, Dan apakah kau tau Kita sedang berada di Lantai berapa ?? Jangan mengusik ku jika kalian tidak ingin berada di lantai dasar dalam hitungan detik"


"Dasar perempuan gila berani nya kau mengancamku lepaskan tangan kotor mu" (Tiara menepis tangan Triana)


Dan segera keluar dari toko buku di ikuti teman-teman nya yang juga sedikit ketakutan.


***


Aufar Tiba di Rumah Triana, mencoba mengetuk pintu tapi tak ada jawaban, Dan akhirnya dia menelpon Triana.


"Kamu tidak di rumah,.?


"Aku Di toko buku, Triana menyebutkan alamatnya


Aufar Segera Melajukan Mobil nya ,Sampai lah di Basemant sebuah mall, Dia melihat Ada Tiara dan teman-teman nya, Aufar Tak menoleh tetap berjalan masuk ke mall mencari toko buku tempat Triana Berada.


Sampailah di toko buku tersebut ,Triana masih sibuk membuka-buka buku, Aufar Berjalan Pelan ke Arah triana namun triana tidak sadar, Aufar sudah berdiri sebelah nya lalu Berbisik.


"I miss you Too honey" seolah menjawab pesan Triana.


Seketika Triana kaget lalu tersenyum malu, Dan meletakan kembali Buku yg di pegang nya.