
"Aku menykaimu Triyy,, Sungguh aku menyukai mu"
Triana berlari ke parkiran, dengan wajah ketakutan, sedari tadi di kejar-kejar oleh Putra
"Apa loe Sudah Gila ,loe tidak waras "
triana membentak
"Apa kurang nya gue Triyy ,Kenapa loe gak mau trima" Putra berusaha memegang Triana
"jangan mendekat ,Atau gue GAMPAR loe"
Triak Triana Sangat kesal
Elagis Melihat dari jauh, beberapa anak menatap ke Triana yang ketakutan.
Elagis datang Dan Langsung memukul
"Bruggghh
"Brugggggh
"Apa-apaan apa kau sudah tidak waras, Kenapa kau memukul ku, Apa kau Cemburu"
"Diam kau, Pecundang, Jangan ganggu Triana lagi"
Anak-anak lain coba memisahkan, Terlihat juga Vita merasa Kasihan melihat Triana yang ketakutan.
Tanpa berkata-kata Triana Lari, meninggalkan Kegaduhan Antara Elagis dan Putra.
"Dasar tidak Waras"
Triana Berlari kencang ke Arah Vita ,
Vita menarik tangan Triana dan membawa nya pergi ke ujung parkiran segera masuk ke Mobil.
Di dalam mobil vita mengejek
"Makin Brural aja Fans loe Trii"
"Entah lah Aku sudah lelah" (menyandar di kursi mobil memcoba menenangkan diri
"kalo aja loe punya pacar tidak ada yang akan gangguin loe ,Gue yakin Trii,,,
Vita menjalankan mobil nya keluar parkiran
Triana menarik nafass "Sudah lah aku bosan"
Tidak lama kemudian, Di ujung jalan,
Triana menoleh ke kiri melihat sebuah mobil yang berjalan sangat lambat,
Tampak seseorang itu membuka jendela mobil nya lalu tersenyum melihat ke arah mobil Vita yg lewat ,,,,
"eh Vita itu Devid,, apa-apan itu ,Apa loe jadian sama Devid ???"
"haks Menurut loe , tau gak loe? Gue yang Nembak dia (vita menjawab cepat sambil tertawa)
"Bikin malu loe, apa-apaan sih
"why..... Udah Gak zaman nya lagi nunggu trii, gue bosan di Kode kodei mulu, Langsung deh Gue Tembak..
"Dasar Sinting loe vit, Aaaaaa Yg penting selamat yaa" (Trina memegang tangan Vita)
"Uu Thankyou Darling
Mobil pun Berhenti di Teras rumah Triana,
Triana turun dan melambaikan tangan nya.
***
Di Malam begitu sepi di dalam kamar Triana berbaring menatap ke langit-langit atas rumah nya.
"Triana Rindu ibu ayah" sambil meneteskan Air mata
Seketika dia Terbayang Ibu dan ayah kandung nya, yang Tega menyerahkan nya di Asuh oleh tante nya,
Ibu andai kau bersikap baik mungkin ayah dan ibu masih berasama, Aku masih di samping ayah dan memeluk ibu.
Triana tinggal bersama tante nya tante sangat menyayanginya seperti anak sendiri, triana selalu di manja bahkan triana seperti balita tidak di biasain kerjakan apapun selain belajar atau bermain dan nyantai.
Triana tidak pernah merasa kekurangan apapun, dia merasa Bahagia Bersama ibu dan abah, yang selalu memperlakukan nya seperti anak sendiri
****
me : Cit apa loe sibuk gue mau cerita"
citra : Sorry triiy Gue lagi videocall sama pacar gue ntar malam ya
(Triana melempar Ponsel)
Guys Loe pada kemana, Gue pengen cerita , Gua butuh teman , Guys , Triana menangis Dia merasa kesepian,
Triana berlari keluar kamar dan mencari ibu.
"Ibu. ibu.. Triana mau tidur di sebelah ibu,
ibu membuka pintu "Kamu kenapa menangis , Melihat Sisa air mata di kelopak mata"
Triana diam langsung masuk tak berkata-kata dan membaringkan Diri ke kasur ibu dan memeluk ibu hingga tertidur.
Ibu paham Ibu mengelus-elus triana dan berbicara dalam hati.
"sabar nak ,Allah akan balas kesedihan mu dengan menggantikan bahagia mu, Tetaplah jadi Triana ibu yang kuat dan pemberani sayang,
..