
IBU SAKIT
Triana Berjalan pulang dari sekolah melewati pintu Gerbang Kecil di Belakang Gedung sekolah Untuk menghindari Aufar.
Di parkiran tampak Aufar melihat kanan ke kiri Mencari-cari sosok Triana, berpas-pasan Dengan Vita dan Devid yang menuju ke Arah mobil.
"Vit....vit Lihat Triana !??
Menoleh ke Aufar "Gak Far, ada Sama Citra mungkin (jawab Vita) , ....
Sambil berjalan Devid dan Vita
"kita duluan far ... (Vita melambaikan tangan )
"Far besok ya ,Besok gua datang liat mobil nya (Devid Triak dan melambaikan tangan)
"Oke" Aufar Melambaikan tangan nya.
Aufar merogoh saku celana dan mengambil sebuah Ponsel dan menelpon.
"Ada sama loe cit ? Hemm ok lah cit.
Ternyata Citra juga tidak bersama Triana Aufar Kebingungan ,masuk ke dalam mobil dan melaju dengan pelan ke Arah jalan mencari Triana.
Sementara di sisi lain Triana Berjalan pelan menuju Rumah yang jika lewat Belakang sekolah Hanya berjarak 5 Km, melewati Halte, Melewati warung Pinggiran jalan, Dan pangkalan ojek ,Di perjalanan ada saja yang menegur Triana.
"Triiii pulang
"iyaa Nek (Ucap nya kepada nenek penajaga Warung)
Triana Meneruskan perjalanan, Sampai melewati pangkalan ojek.
"Bah jalan kaki nya kau Triana, Mana kawan-kawan kau yang kaya kaya itu (kata bang ucok Tukang ojek)
"Barusan Di isolasi bang gara-gara tegur saya (jawab Triana sambil tersenyum )
"Bah ngeri kali kau itu .....
Triana Masih terus berjalan ,Triana yang sedari kecil melewati tempat itu tidak heran semua orang di sana mengenalinya.
Rumah Triana Tetlerak di tengah kota, tak jauh dari sekolah dan memasuki Gang komplek Perumahan lama yang bangunan nya Begaya Eropa lama, rumah tua itu lah yang di tinggali Triana bersama tante dan keluarga.
***
Aufar Telah berada di Dalam Rumah Triana, yg sedari tadi pintu nya terbuka ,tapi tak kunjung dapat jawaban ketika di ketuk, Aufar maju melangkah kecil ke depan pintu terlihat oleh nya Ibu terbaring memegang Dada.
ibu juga melihat Aufar masuk
"Triana kamu sudah pulang nak ?
"apa Triana Belum sampai bu? saya mencari nya dari sekolah tidak ada, di jalan pun tidak terlihat ? Aufar memasang wajah Khawatir.
"Mungkin dia jalan kaki lewat Komplek Belakang, Dia memang suka begitu (Ibu semakin menekan Dada kiri nya)
"Ibu kenapa? Apa ibu sakit, (Aufar mendekat ke Sofa ibu)
" jantung Ibu kambuh ( Suara ibu melemah dan memejam kan mata)
Aufar semakin Panik, mondar mandir ke depan tapi Triana tetap belum Terlihat, akhirnya dia Beranikan diri menelpon.
Tuuttt. Tuttt sampai deringan ke 3 Triana baru Jawab.
"Ibu Triiy.. i ibuuu...
"Kenapa Ibu (tanya nya membentak)
"Ibu kesakitan (jawab Aufar)
Menggengam ponsel nya Triana langsung Berlari sekencang-kencang nya.
Mata nya berlinangan air.
Sampai di depan rumah dengan Nafas Terengah-engah, Masuk dan Berlari ke sofa.
."Ibu ,,,, bu ibu ibuuuuu bangun bu ,,, ( sambil meluk Triana memegang tangan ibu, Lalu mendekat kan telinga nya ke dada ibu, Triana Panik)
"Tri apa tidakk sebaik nya kita bawa ke rumah sakit
"Iyaa Far ,iya , Tolong far tolong gue (air mata Triana keluar tak tertahan
Aufar mengakat Ibu ke mobil, dan mobil melaju kencang ke jalanan, menuju Rumah sakit, Tangan Triana Tak henti menggenggam Tangan Ibu dan sesekali mencium Kepala ibu.
Di rumah cuma Ada Triana dan Ibu,
Abah triana sedang di luar kota, jalani tugas ke luar kota sebagai pegawai negri di kantor Pemerintah yang 1 tahun lagi akan pensiun,
Adik Triana tinggal di sekolah Asrama, Kakak lelaki nya bekerja di Abu dabi Di kapal perusahaan Minyak, kakak laki-laki nya lah yang banyak membantu Ibu nya, mereka Tidak berharap banyak kiriman ke pada orang tua kandung Triana Yang Hanya karyawan Biasa di Ibu kota.
***
Di Rumah sakit setelah lewati semua ketegangan.
"Iya bah, Abah juga jaga diri di sana ibu tidak kenapa-kenapa, walaikum salam (Menutup panggilan telepon dari abah
Aufar Masuk dan Mengahampiri Triana yang berdiri Di sebelah Ibu.
"Sabar triyyy (Memegang pundak Triana)
Triana kembali nangis tak tertahankan ,dengan menahan suara menutup mulut nya
Lalu ibu mulai Terbangun, Dan tersenyum.
"Triana sudah ibu baik-baik saja nak ,jangan nangis ,ibu sudah sehat kok"( Ibu memegang tangan Triana)
"Aufar Terimkasih sudah membantu ibu(suara ibu masih pelan ) "Aufar kamu tau nak , Triana sangat menyayangi Ibu" (Ibu tersenyum)
Aufar tersenyum membalas ibu.
Kemudian ibu mulai bisa bercerita.
"Sewaktu Triana kecil mungkin Hingga sekarang Setiap kali Mati lampu Triana selalu Bertriak Sekencang-kencang nya takut Di tinggali Ibu, Dia Berlari tidak terarah mencari-cari ibu.
Lalu setiap Ibu di toilet Selalu ada saja cara nya untuk melihat Ibu, Terkadang Dia membawa bungkus jajanan minta di bukai, Atau tidak dia Membawa boneka nya minta di pasangi Tangan nya.
(Triana masih mengis, Aufar hanya membalas dengan senyuman)
"1 lagi far setiap ibu tidur Triana selalu meletakan telinga nya di dada ibu untuk mendengar detak jantung ibu" (tambah ibu sambil tersenyum ke arah Triana yang kini kepala nya sudah menyandar ke Ibu).
Ibu dan Abah sangat amat mencintai Triana,Adik,dan kakak lelaki nya, Ibu Berprinsip Biarpun Triana BrokenHome jauh dari Cinta orang tua kandung yang melahirkan, Mereka Harus dapat cinta kasih sayang dan kehidupan Normal seperti anak yang keluarga nya Lengkap, Tidak heran karena Itu Triana,adik dan kakak lelaki nya juga sangat menyayangi Ibu dan Abah.