Everything "Triana"

Everything "Triana"
Bab 16 - Akan jadi Permata



Seperti Biasa Aufar Akan mengantarkan Kekasih nya pulang,


Aufar berjalan pelan di belakang Triana.


"Triana Sayang Mobil kita di sebelah sana ?"


"Kamu pulang duluan gih, kamu kan harus ke Bengkel , Sudah berapa hari kau tidak kesana"


"Apa Kau Lupa aku Bos nya, Tenang lah sayang Ada Ricky Dan Yg lain nya, mengantarkan mu dengan Aman itu tugas terpenting saat ini" (Aufar merangkul kekasih nya)


"ih Gombal, Aku mau kesana sebentar, Aku Ada keperluan, Aufarrrr lepasakan tangan mu lihat lah semua orang melihat kita"


"kau akan kemana? Aku akan mengantar mu, (semakin erat memeluk)


"(melepaskan tangan Aufar) Dasar tidak waras, aku akan jalan kaki"


Aufar Menelpon seseorang "Ricky Suruh orang Ambil mobilku di sekolah"


Triana, hanya diam dan menggelengkan kepala nya "Dasar Tidak waras" dan berjalan keluar Sekolah.


"Tunggu aku sayang (berjalan cepat ke Triana), jika kau terburu-buru kenapa kita jalan kaki"


"Jika kau banyak tanya kenapa ikuti aku, Apa kau takut sepatu mahal mu kotor"


"Dasar wanita .. selalu Membingungkan,"


Di sepanjang jalan seperti biasa selalu ada saja yg memanggil nama nya "Triana" ....


"Triana"..... "Triana" ......


"kenapa kau begitu Terkenal di sini,, Tukang Rujak, Tukang Bakso, Tukang Parkir, Sampai Tukang ojek Menyapamu


Triana hanya tersenyum.


"Sayang sebenarnya kau mau kemana, Kenapa jalan nya jauh sekali"


Lagi-lagi Triana hanya diam, memasuki sebuah Gerbang besar tampak pohon-pohon Besar di sekeliling nya.


Triana Berhenti di sebuah Yayasan , Beranama "KASIH BERLABUH" dan masuk ke dalam nya.


"Aufar Dengarkan aku


Kau tetap duduk di sini, Cukup lihat Aku dari jauh.


"ini tempat ap (belum selesai bicara)"..


Mata Triana menatap nya serius


"Iya Baik lah.. aku dengar"


Triana masuk ke dalam Yayasan terlihat di sana anak -anak berlarian , Ada yg bermain, Ada yg duduk, Ada yg Masih belajar, Ada beberapa ibu dan bapak yg terlihat sangat Sibuk mengangkat-angkat Barang.


Aufar duduk di Kursi Halaman Yayasan.


Setiap orang yg Datang dan pergi melewatinya pasti menatap laki-laki Blasteran Arab itu.


Aufar Mulai bosan "ini pertama kali nya aku ke sini" Dan akhirnya memvideo call Mike.


"Apa .., Kau rindu aku , Atau kau dalam masalah?"


"Entah lah, kau lihat mike (Aufar menunjukan Pintu masuk Bertuliskan "YAYASAN KASIH BERLABUH"..


"Apa yg sedang terjadi pada mu,


Bahkan kau turun langsung memberi Bantuan, apa foundation keluarga mu sudah bangkrut.


"Kau jangan Tertawa, Aku tidak sedang turun berdonasi"


"Lalu, apakah kau sedang menabrak janda di yayasan dan akan menikahi nya"


"mike apa Kau sudah gila, siapa lagi yg berani membawa ku ke sini kalau tidak Dia"


"hak hhh Sudah ku Duga seekor Onta Arab Sedang jadi Bucin (Mike langsung tertawa dan mengerti )


"Shitt mike (Aufar mematikan panggilan ponsel nya)


***


Aufar Masih duduk di Luar, Dia Semakin Bosan ,hampir 2 jam duduk di sana,


akhirnya sudah Terlihat Triana Keluar di ikuti 2 anak Perempuan yg mungkin berusia 10 tahunan mengejar nya dan memeluk nya dari samping Hanya Terdengar kata-kata


"Kakak Nanti datang lagi ya" , "Kakak Trimakasih".... Aufar melihat dengan sangat Heran.


Dan Akhirnya Triana Menjumpai Aufar yg Mulai berdiri.


"ku fikir kau sudah Pulang" (triana tersenyum)


"tidak mungkin aku pasti menunggu mu, Meski Seribu tahun pun"


"Gombal,Trimakasih sudah menungguku (Triana menatap Aufar dan tersenyum sangat manis)


"Itu hal biasa sayang , Jangan Menatap ku terus , membuat ku ingin memeluk mu"


"Isshh Kau Gila, Ayoo makan aku akan mentraktirmu"


"Apa sih , Terserah apa kata mu , Aku lapar ,Ayo kita pergi makan"


Aufar dan Triana Berjalan lagi ke Arah Taman kota berhenti di sebuah Warung Pinggir jalan.


NASI PECAL BIYEM Aufar memebacanya "Kita makan di sini sayang"


"Nasi pecal bu 2 jangan pedas ya (Triak Triana) "ayo duduk lah kenapa kau bingung"


Aufar tidak berkata apapun tidak ingin membuat Triana Marah, dia menuruti triana duduk di kursi panjang kayu yg menghadap ke taman.


"Kau sering ke sini sayang"


"Tidak juga"


.


"lalu, ini"


"kau belum pernah bukan (Triana tersenyum)


Maafkan aku hanya bisa mentraktirmu disini, trimakasih karena sudah menemaniku.


"Kau lagi-lagi membuat ku malu (Aufar benar-benar memeluk Triana erat)


"Aufarrrr lepaskan aku Malu


"(Aufar melepaskan tangan nya) apa yg kau lakukan di yayaaan tadi"


"tidak ada, Hanya berbagi kebahagiaan, mendengarkan curhatan, dan beri sedikit yg ku punya"


"Apakah mereka anak anak yatim"


"Tidak Juga, di Sana tempat Anak-anak Terlantar, Ada yg di buang ayah ibu nya,


atau ibu nya pergi bekerja ke luar negri dan hilang tanpa kabar,


Ada juga yg ayah yg menikah lagi dan meninggalkan anak nya, dan Anak-anak Broken home yg di tinggalkan gitu aja tanpa kepastian hemmm seperti aku (triana menunduk terdiam terasa Sakit dan terluka di hati nya)


"Sayang sudahlah " (Aufar menarik Triana ke dada nya dan memeluknya) sayang kau menangis"


(Aufar merasakan Ada titisan Air yg melekat ke dada nya) Kau punya aku dan ibu yg Akan selalu membahagikan mu bersama mu" (Dia semakin memeluk Triana Erat)


"maaf,ini makanan nya mas"


Triana melepaskan pelukan Aufar dan mengahpus sisa basah di pipi nya, dan mereka mengambil piring makanan yg sudah datang.


Aufar Terdiam menatap makanan yg di pegang nya, menatap nya lama, terasa aneh bagi nya, Triana melihat Aufar.


"Hk hk hk Kau (Triana langsung tertawa)


"Sayang kau baru nangis, sekarang tertawa"


"Wajah mu membuat ku tertawa, apa kau aneh melihat makanan ini, Ini salad Indonesia, Ini coba (Triana mengambil makanan nya lalu menyuap Aufar)


"emmmmm apapun yg dari tangan mu, enak sayang"


"Ini bener enak, kok,


"iya,,


Mereka Melanjutkan makanan dengan Tertawaan dan kelucuan Aufar.


***


Aufar dan Triana berjalan di tepian Taman kolam dan berhenti duduk di kursi taman yg menghadap ke sebuah kolam ikan.


"Aufar Apa kau mencintaiku"


"Kau tanya itu sayang,? Apakah Nasi pecal tadi membuat mu lupa ingatan"


"Aku tidak lagi bercanda (Triana mencubit lengan Aufar) hemmmmmm Aufar, kau tau ? Terkadang aku merasa malu berada di samping mu, bersama mu, menjadi kekasihmu"


"Kau malu (Menatap Triana)


"ya .. Semua Hanya memandang ku seperti Debu, Kotoran ,bakteri yg menempel pada Berlian"


"sayang sudahlah, Aku tidak mau mendengar itu lagi,"


" Tapi Aufar"


"Sayang, Aku janji Itu tidak akan Terulang lagi, Sudah ku bilang Kau lah BERLIAN Itu Sudahlah berhenti menyakiti hati mu sayang"


(Aufar mencium dari samping rambut Triana)


"Aku tau tapi semua ini tidak akan pernah berakhir Sampai mereka melihat ku benar-benar Menjadi sebuah PERMATA "


"Terserah, Mau jadi Kupu-kupu , Cacing, Tikus, peramata Aku tetap mencintaimu"


Aufar mencium puncak kepala Triana


Lalu Triana menyandarkan Kepala nya ke pundak Aufar "Trimakasih telah mencintaiku"