Everything "Triana"

Everything "Triana"
Bab 13 - Mencari Aufar



"Triana Berangkat bu" (Ucap triana pelan)


" ... Eh eh Iyana tunggu dulu nak ,


semalam sampai rumah pukul berapa? ibu nungguin kamu sampai ketiduran , ibu terjaga lagi lihat kamu sudah tidur di kamar ?


"ibu nungguin iyana ?(mentap wajah ibu, Lalu berbicara lembut sekali)


"Ibu... Iyana kan Sudah kirim pesan, iyana Baik-baik aja iyana cuma makan malam, Maafin iyana bu udah buat ibu khawatir (memegang tangan ibu) .


(ibu memeggang kepala Triana)"ya sudah berangkat lah nanti telat"


***


Menoleh kanan dan kiri jalan, melangkah ke depan Gang, tumben Aufar tidak terlihat menjemput nya, Triana membuka ponsel nya Bahkan Aufar tidak mengirim pesan apapun, Triana Yg super gengsi pun sudah jelas dia tidak akan mengirimkan terlebih dulu..


"Sesuai Alamat ya neng..


"iyaa mas" (Triana memakai helm menaiki ojek online yang di pesan nya)


***


Jam istirahat sekolah, Triana berjalan sendiri menelusuri area sekolah dengan tangan memegang sebuah ponsel, Beberapa mata memandang tak berkedip ke Arah nya, Wanita dengan paras cantik, Rambut panjang bergelombang di biarkan terurai Hanya menggunakan jepitan kecil di atas telinga.


Terus Melangkah bak model di catwalk Melewati kantin, Pergi ke parkiran , Melawati ruang kelas Aufar, hingga ke lapangan Basket, Tidak tampak Aufar di mana pun.


"Cari Aufar ??" (Elagis Tiba-tiba muncul di hadapan nya)


"E.... Enggak" ..(Triana langsung pergi meninggalkan laki-laki yg berdiri di depan nya itu)


"ha dasar Wanita Munafik (Elagis tertawa dengan bernada mengejek )


Triana langsung memberhentikan langkah nya, Wanita cantik itu langsung Terdiam.


"Kau mencari kekasih mu yg konglomerat itu bukan, ha,,ha,, sadarlah mungkin dia sedang dengan wanita lain (Ucap Elagis sambil tertawa)


Dari Ujung Koridor sekolah datang Tiara bersama Norra dan Winny berjalan ke arah Elagis.


"Wow Guys ada Drama apa ini?? (tiara sambil mengibaskan kipas ke arah wajah nya)


"Mata loe buta, lihat gua lagi menyadarkan Tuan Putri yg kelurga nya berantakan Ini (Elagis menunjuk ke Arah Triana)


"Berengsek loe (tiara kesal di bilang buta) ,Wah wah tapi kedengaran Sangat menyenangkan, Baiklah Mari gua bantu turun kan dia yg lagi terbang ke awan


(Tiara melangkah semakin dekat ke triana yg membelakangi nya sambil mengibas2 kan Kipas nya)


Winny, Norra ,dan Elagis Tertawa Semakin menjadi jadi Hk..hk..hk..


"Hay Tuan putri, Hk hk (Tiara tertawa mengejek) Turun Turun jika tidak nanti kau akan terjatuh dan Mati"


Triana yg sedari tadi sudah mengepalkan tangan nya, telinga nya terasa panas, Dada nya seperti mendidih dan sesak dan siap untuk Meledak.


Trianan berjalan dengan langkah besar ke arah Elagis yg sedang mentertawakan nya menatap Elagis dengan raut wajah yg sangat amat kesal seakan ingin menelan nya hidup-hidup Triana seperti kesetanan.


Plakkkkkk , Plakkkk (tangan nya mendarat sangan kuat ke Pipi Elagis )"tutup mulut kotor mu berucap tentang Keluargaku"


Lalu dia berjalan ke Citra.


"Jika kau tak ingin mati muda jaga mulut mu baik-baik (melihat sadis ke Tiara dan melangkah pergi)


Tiara dan teman-teman nya Terdiam, lalu mereka melangkah pergi meninggalkan Elagis yg masih terduduk di lantai.


"dasar Manusia Bodoh" (Ucap Tiara keras sambil melangkah pergi)


Semua yang melihat kejadian di tempat itu kagum dan kaget,


saling berpandangan , melihat Triana yg begitu berani nya.


***


Ponsel Citra berdering kecil, Citra segera mengangkat panggilan telepon yg masuk.


"hallo tante sayang ,Ada apa" ? sakit, sakit apa,, Haa,,,, Iyaa iyaa tante, iyaa ... Bisa dong, Iyaa iyaa tan... Oke tan, bye tan (citra menutup panggilan telepone nya)


Triana berjalan ke Tempat duduk nya di sebelah citra.


" Kenapa lu.. Jelek amat tu mukak"


Triana membaringakan kepala nya ke meja, dan menangis, rasa nya tak tertahankan lagi diri nya di Hina.


"Triiiyy.. Triy Triana loe nangis, Ehh loe kenapa?(tanya nya panik)


Tangisan Triana menjadi-jadi,


Hiks.. Hiks.. Hiks Air mata nya tak terbendung, Citra memeluknya pundak Triana.


"Apa ini tentang Aufar ,bilang ke Gue triiy jawab gue ? (mata nya memendang erat ke triana)


Vita datang berlarian masuk ke dalam kelas berlari kecil Arah Triana dan Citra, Nafas nya terengah-engah.


"Triy, ya Tuhan triyy,, Lo gak kenapa-kenapa kan?(tanya Vita khawatir)


"gak kenapa apanya ? Kenapa ?ada apasih sebenarnya, Triana kenapa Vit ?? (citra semakin penasaran)


Vita mengeluarkan ponsel milik nya menunjukan sebuah pesan dari Devid sebuah Foto yg memperlihatkan Tiara The Genk Dan Elagis yg sedang Terduduk,


"foto Apa ini, Tiara Ha Elagis ha Lu di kroyok triy, triyy jawab gue (Triana semakin menundukkan kepala ke dalam lipatan tangan di atas meja)


"Aufar Panik sedari tadi berulang kali menelpon Devid waktu di kantin , Mungkin sekarang Elagis Sudah habis di buat devid (Ucap Vita kesal)


Aufar menghubungi Devid, Triana dalam hati, Kenapa dia enggak kasih kabar ke gua, Kenapa dia enggak cari gua kenapa Devid, kemana saja dia ,Triana semakin kesal.


"Pantesan, Tadi Tante Farrah Telpon Gua Suruh bawa Triana ke Rumah nya, dia Bilang Aufar sakit, Tante Gak izinin Aufar keluar rumah.. (Citra menambahkan)


Mendengar Penjelasan Kedua Sahabat nya Triana Langsung mengangkat kepala nya tangan nya mengusap sisa air mata di pipi nya.


lalu kedua Sahabat nya memeluk nya bersebelahan, "Kita bersama loe Triy, Kita akan balas mereka, apapun yg melukai loe pasti melukai Kami juga " Ucap vita


Mata nya masih berkaca-kaca "Thanks guys" Membalas pelukan Sahabat nya.