Dionysus

Dionysus
9. Seperti Hal-nya Dewa di Olympus



sejauh ini lucas memberikan informasi terkait allura, semua kegiatan nya terpantau jelas, gadis itu bagaimana pun juga harus kembali ke perusahaan nya, untung nya aku sudah memblokir semua perusahaan tentang datanya agar dia tidak diterima di manapun, dan kembali ke perusahaan ku, itulah tujuan awalku, agar gadis itu bergantung padanya,


tapi siapa sangka, dia malah menjual dirinya di rumah langganan bordil yang biasa kai sewakan untukku.


wanita keras kepala itu benar-benar kepala batu.


"lucas bilang kepada madam itu bahwa aku yang akan memiliki wanita itu sekarang juga"


"baik mr. sean "


kau kira semudah itu lari dariku? sekali kau masuk kandang harimau ku jangan harap kau bisa lepas selamanya, kau tidak akan bisa lepas dari pantauan ku, layaknya dewa yang memantau manusia dari olympus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" menikah lah denganku. " itu adalah hal tergila yang pernah aku dengar dari mulut pria bajingan itu.


" kau pikir aku sudi? pria brengsek. " aku tidak sudi demi tuhan sampai kapan pun.


"aku bisa memberikan kau kehidupan yang layak dan memenuhi semua kebutuhan mu, dan pasti nya kau tidak perlu menjual diri disini kepada lelaki tua bangka yang hanya ingin tubuh mu "


aku tertegun sejenak, perkataan pria ini ada benar nya juga. tetapi pria brengsek ini bagaimana pun juga ada lah salah satu penyebab kematian kakakku, aku tidak akan pernah menerima nya dalam kehidupanku.


" jangan mimpi! lebih baik aku menjual diri ku dari pada harus menikah dengan pria yang telah membunuh kakakku! enyah kau sialan!" aku terus-terusan memukul dada nya untuk menjauh dari ku dan memberontak agar dia melepaskan ku.


"mau atau tidak kau akan segera menikah dengan ku, kau tidak ingat memiliki utang di perusahaan? lunasi dulu baru kau bisa pergi dari perusahaan ku. padahal sudah dapat surat peringatan kau masih belum juga mengerti? menikah dengan ku atau melalui kehidupan di penjara jika itu yang kau inginkan." ucapan pria ini membuat ku tertegun ,aku benar-benar lupa bahwa theo pernah meminjam uang perusahaan atas namaku, memang benar-benar pria sialan, aku tidak akan mengampuni kau theo dasar pria bajingan, aku mengutuk kau seumur hidupmu!


" pria brengsek " lirih ku sambil menatap mata nya garang.


" aku tunggu kau di altar seminggu lagi sayang "


di mengecup bibir ku sekilas lalu pergi meninggalkan ku sendiri an terduduk dibawah lorong sambil tertunduk menahan air mata ku dan akhirnya berteriak kuat melepaskan kekesalan yang sedari tadi membuncah di kepalaku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mataku bengkak sehabis menangis seharian di makam ayah dan kakakku untuk meminta izin menikah dengan sean pria bajingan yang memanfaatkan ku tanpa aku tahu apa tujuannya.


" maafkan aku " aku berucap lirih dan menatap nisan kakakku bergantian dengan ayahku.


" tapi tenang saja, aku akan membalas kan dendam kakak terhadap theo si bajingan itu, dan tentu saja mencari keberadaan wanita yang tidak pantas kita sebut lagi sebagai ibu. " aku berbicara sambil mengepalkan kedua tangan ku,


"aku akan membalaskan dendam kalian"


" jadi,"


"izinkan aku menikahi pria itu "


aku mengusap kedua mataku yang basah karna air mata ku yang pelan mulai membanjiri kedua pipiku, lalu kembali berucap.


" aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kematian kalian"


aku mencium kedua nisan itu lalu beranjak dengan cepat dan segera menuju ke kediaman sean adelard untuk menyetujui pernikahan terkutuk ini.


" semoga kau diberkati oleh iblis, tuan sean adelard yang terhormat. "