Dionysus

Dionysus
11. Malam untuk Zeus



" wah pria beristri, huh? " kai berbicara dengan nada mengejek, kai mendatangi sean bersama loey yang tengah berbincang.


" baru kemarin meminta wanita kepadaku, tetapi apa ini? ternyata sudah menikah saja!"


sean tersenyum masam lalu kai kembali berbicara.


"pantas saja kau gerak cepat, pengantin mu cantik seperti itu" kai berbicara sambil melirik sekilas kepada allura yang kini tengah duduk sendirian di meja tamu.


"turun kan pandangan mu" ucap sean setelahnya membuat kai langsung mengalihkan pandangannya.


" wah benar-benar posesif sekali" ucap kai dengan bergidik ngeri.


"sudah lah nanti saja penjelasannya, kau temani saja pengantin mu itu" kini loey yang berbicara kepada sean yang tengah menyesap wine nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah resepsi pernikahan selesai, sean mengangkut allura ke kediaman nya, pria itu benar-benar menepati janji nya setelah melunasi hutang perusahaan. sean baru saja selesai mandi, pria itu keluar dari kamar mandi dalam keadaan masih setengah basah, memakai kimono putih yang longgar.


"mandilah" lalu allura tanpa sautan sedikitpu mulai masuk kedalam kamar mandi dengan pemikiran kacau.


pria itu tidak akan memaksanya untuk tidur dengan nya kan? ia tahu itu sudah hal sewajarnya tetapi, ia tidak ingin memberikan itu kepadanya sekarang, tidak pernah sudi sebenarnya.


"sialan, aku lupa tentang hal yang satu itu "


erang allura frustasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


aku keluar kamar mandi dengan kimono yang sama seperti yang sean pakai, sepertinya ini couple dengan miliknya, kemana pria itu? aku tidak menemukan dia dimana pun?


itu sean.


ia menggerayangi leherku dan menghisapnya pelan, aku terkejut bukan main, dengan cepat memberontak dan menjauh darinya.


" jangan sentuh aku." ucapku saat telah berada jauh darinya, pria itu ternyata sudah memakai pakaian , kemeja hitam dengan celana bahan yang serasi.


" kau tidak bisa melarangku, kau adalah istriku sekarang." pria itu mendekat tetapi aku dengan sigap juga menjauh dan menolak pria itu dengan keras.


" kau pikir aku sudi tidur denganmu?! tidak akan pernah brengsek!" aku berteriak keras, membuat sean menatapku dengan marah, mimik wajah nya berubah keras yang sedang menahan amarah.


" jangan uji kesabaran ku dan kemari sekarang juga" sean berbicara dengan ucapan yang ditekan di setiap katanya.


" jika kau benar-benar ingin bercinta sekarang, tiduri saja jalang-jalang mu yang biasa kau beli! toh mereka akan dengan suka rela melempar kan dirinya padamu, karna kau tahu?aku tidak akan pernah menjadi milikmu! "


...----------------...


sean sudah kehabisan kesabaran saat itu juga, ia langsung menarik lengan allura dan menghempas kan nya ke ranjang.


" dasar wanita sial, kau tidak tahu diuntung! kau pikir kau bisa hidup sampai sekarang berkat siapa? " sean mencengkeram rahang allura kuat, allura mencoba melepaskan genggaman sean dan segera beringsut tetapi kekuatan sean bukan lah suatu hal yang bisa di anggap remeh.


sean mencium allura seperti tidak ada hari besok, ia menggigit dan menciumi bibir allura dengan kuat, ia turun ke leher dan menghisap leher allura yang polos, allura membontak, ia menangis meminta sean untuk segera menghentikan ini, tetapi sean seperti kesetanan terus saja ******* bibirnya kembali. ia hendak membuka kimono milik nya, sesaat sebuah ketukan pintu menghentikan aktifitasnya.


" tuan maaf mengganggu anda, tetapi ini telepon dari pusat "


sean berhenti melakukan aktifitas nya dengan allura yang sudah terisak di bawahnya, sean beranjak dari dirinya, lalu berbicara dengan kata-kata mengancam.


" hari ini kau selamat, besok kau harus sudah siap untukku."