Dionysus

Dionysus
8. Zeus dan Tifon



suara bariton itu mengintruksi dengan tegas, aku berbalik dan betapa terkejut nya aku setelah mengetahui siapa pria yg dengan angkuh nya kini tegak di depan ku sambil menatap ku dengan intens.


dia pria yang 1 bulan lalu, melakukan pelecehan terhadapku dan juga pria gila yang entah bagaimana bisa mengenal wanita yang 10 tahun lalu meninggalkan dia dan kakak perempuan ku beserta ayahnya.


dan pria yang mengancam kehidupan ku dan kakak tepat setelah beberapa saat sebelum kakakku meninggal, dia pria bajingan. Sean Adelard, Ceo perusahaan lamaku yang sudah lama aku rutukki.


" menolak menjual diri kepadaku, huh? " pria itu mendengus lalu mendekat sembari menarik daguku mendekat.


" sekarang kau sudah mirip dengan ibumu " remeh nya lalu menghempaskan wajah ku dengan cepat, aku mengepalkan kedua tanganku sebelum ia dengan cepat membanting tubuhku ke kasur dan menaiki diriku.


" sekarang sudah bisa menentukan hargamu?" pria itu hendak mencium ku tetapi dengan cepat aku meludahi nya dan memukulkan kepalaku kepadanya. ia mengaduh kesakitan dan beranjak dari atasku.


aku dengan sigap langsung mendorongnya dan berjalan keluar sebelum itu aku berbicara dengan lantang .


" enyah kau sialan! "


aku berjalan kearah pintu dan dengan cepat membuka kunci pintu itu lalu dengan tergesa-gesa berlari melewati koridor, tetapi sialnya sebuah tangan menarik pinggang ku dengan kasar dan menarik tubuh ku kearah dinding dengan kasar, aku memberontak sembari mencoba melepaskan genggaman tangannya yang menahan tangan ku untuk bergerak.


"pria brengsek kau sean adelard, sampai mati aku tidak akan mengampuni sialan!!" aku tetap memberontak dan sembari merutuki nya sampai aku puas, pria bajingan ini adalah salah satu alasan kematian kakakku bukan? kalau bukan dia siapa lagi yang bisa mengendalikan theo kusuma untuk sekedar meminta mengakhiri pertunangan nya dengan kakakku.


pembunuh, dia pasti dalang dari semua ini.


"ssstttt,lebih baik kau simpan tenaga mu untuk melayani ku nanti " pria itu sean, menarik dirinya lebih dekat kearahku lalu mengecup kasar leherku sampai meninggalkan bekas kemerahan yang sedikit membiru disana.


" jangan sentuh aku brengsek! aku tidak sudi di sentuh oleh pria brengsek seperti mu!" ucapku sembari melepaskan pautan lengannya terhadap pinggangku.


" bukannya kau butuh uang ku sekarang? hidup mu sekarang bergantung padaku lho!" ucap sean tersenyum licik sembari menunjuk-nunjuk dirinya.


"aku tidak butuh uang mu brengsek! lebih baik aku mati kelaparan dan tidak punya tempat tinggal dari pada harus tidur dengan pria bajingan seperti kau!"


" aku paham tentang kehidupan mu sekarang, jadi lebih baik kau terima tawaranku atau kau menyesal seumur hidup "


author point of view


"mmmhpp! sea-aghh" erang allura keras saat sean mengigit lidah nya cepat.



sean terus saja ******* bibir allura dengan kasar sembari mendorong dirinya kedinding lebih rapat


allura mencoba melepaskan pautan bibir mereka dan mendorong dada sean kuat, tapi


pemberontakan allura sia-sia, ia tak akan pernah menang melawan kekuatan sean.


sean lalu melepaskan pautan bibir mereka,dengan tanpa rasa bersalah.


allura terengah-engah menarik napas dan mengatur pernapasan nya,


rasanya dunia allura seakan runtuh, ciuman itu ciuman pertamanya, dan sean telah merebutnya! diambil secara cuma-cuma oleh sean, pria brengsek, aku mengutuknya seumur hidupku!


allura langsung terjatuh dari posisinya, kaki nya terlalu lemas untuk berdiri.


"DASAR BAJINGAN! KAU GILA SEAN!" ucap nya mulai terisak, allura tahu hal ini pasti suatu saat akan terjadi, karna pria berhati iblis itu tidak akan segan-segan melecehkannya lagi.


"masih ingin melawanku? " sean, pria itu berjongkok tepat dihadapan allura lalu mengelus pelan kepala wanita itu sambil menunjukan smirk andalannya.


allura menatap nya dengan benci, pria ini adalah alasan mengapa kehidupan nya dan kakaknya hancur, pria ini adalah iblis!


"apa kematian kakakku belum cukup untukmu? bunuh saja aku kalau kau belum puas melihatku lebih hancur. "