
setelah hampir 1 bulan meninggalkan perusahaan, dan mengurus pemakaman kakaknya, allura mulai kembali ke pada rutinitas nya sehari-hari, ia harus kembali mencari pekerjaan dan menafkahi dirinya sendiri karna ia tidak mau mati karna tidak ada satupun hal yang bisa ia makan, mengingat sekarang sudah tidak ada lagi orang yang bisa ia percaya dan bergantung, sekarang allura sendirian tanpa seorang yang bisa mendengar keluh kesahnya.
keringat nya mulai membasahi tengkuk dan kaki nya pun sudah lecet akibat bergesekan dengan sepatu longgar milik kakaknya, sedari tadi perusahaan yang ia kunjungi belum ada satu pun yang berhasil membuatnya lolos penerimaan, allura hanya bisa termenung dibawah halte bus sambil menatap jalan raya dan berpikir dengan kosong, hidupnya sangat menyedihkan sekali, sampai kapan dia harus menderita begini?
ting!
sebuah pesan masuk menyadarkan dirinya dan langsung membuka bilah pesan dengan cepat, kali kali itu sebuah pesan pemanggilan kerja untuknya, tetapi alih-alih pesan pemanggilan kerja yang membuat nya tersenyum ,ternyata itu adalah pesan dari ibu kontrakan yang meminta uang kontrakan bulan ini, raut wajah allura yang awalnya tersenyum kini menjadi semakin kusut olehnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
allura berjalan gontai menuju kontrakan nya, awalnya ia dan kakaknya tinggal di apartemen milik theo, tetapi setelah kakak meninggal semua aset nya ditarik oleh theo kusuma dan lgsg mengusir allura dari sana, dan kini ia harus tinggal di kontrakan yang mana masa nya sudah harus diperpanjang bulan ini, allura benar-benar kebingungan dan tidak tahu lagi harus memutar otak bagaimana lagi untuk bisa melanjutkan hidupnya.
lalu tiba-tiba allura yang tengah kalut itu terjatuh karna seseorang menabrak dirinya, seorang wanita muda dengan make up yang kelewat menor untuk usia nya, dan pakaian minim yang sangat ketat seperti protokol kesehatan, wanita segera membantu allura untuk bangun dan meminta maaf kepada allura.
"aduh maaf banget ya gue buru-buru nih soalnya " dia anes tetangga kontrakan sebelah rumah kontrakan allura, wanita penghibur yang bekerja di club itaewon, yang seminggu lalu mengajak allura untuk ikut bekerja bersama nya dan tentu saja allura menolak dengan keras.
"iya gak apa-apa " allura menatap anes lama sambil berpikir dengan buntu.
"yaudah gue duluan soal nya udh ada yg nungguin—"
sesaat sebelum anes ingin melangkah pergi tiba-tiba allura bicara setengah berbisik membuat anes langsung berbalik tak percaya sekaligus tertawa.
"kalau saya ikut kerja kaya kamu, saya bakal dapat uang gak?"
allura sudah seputus asa itu sampai ia harus berbuat seperti ini.
"ahaha!kemakan juga pancingan gue!ya pasti dong, lo masih perawan kan? kalau masih gadis sih biasanya mahal!" anes tertawa senang tetapi tidak dengan allura yang wajah memerah menahan malu dan sakit hati, seputus asa kah dia sampai sampai harus menjual diri untuk menyambung hidup?
"pokoknya lo harus ganti baju dulu, baju kaya gini engga bisa buat ngegaet om-om gatel "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"tapi aku belum balas dendam kepada theo kusuma yang sudah membunuh kakakku " lirih allura kembali mengingat kejadian kakaknya,karna theo kusuma bajingan itu.
" madam saya punya barang bagus " anes sudah membawa allura kedalam sebuah ruangan besar yang didalam nya terdapat seorang wanita paruh baya yang tengah menghisap cerutu.
"oh babe? siapa ini? aku tidak pernah melihat dia sebelumnya?" madam itu mendekat dan memperhatikan ku lekat-lekat dr ujung kaki hingga ke kepala.
" dia barang baru dari saya, masih virgin " anes tersenyum penuh arti di sambut dengan gelak tawa dari madam tersebut.
" huh! barang bagus! sulit sekali mencari gadis perawan sekarang! bagus anes! gadis ini langsung aku booking! karna sudah ada yang akan memesan " madam itu langsung menarik lengan allura cepat membuat allura sedikit ketakutan, bagaimana bisa ia langsung di jual padahal baru saja masuk kedalam club ini.
" akhir-akhir ini ada satu pelanggan ku yang rutin meminta gadis perawan, jadi aku butuh lebih banyak yg seperti dia " madam itu kembali menghisap cerutu nya dan kembali menoleh menatapku,
"siapa namanya?" pertanyaan itu ditujukan kepada anes, " allura madam " anes menjawab dengan cepat, lalu segera berbicara kembali
" kalau begitu saya tinggal dulu, seperti nya pelanggan saya sudah mencari saya " anes pamit lalu segera keluar dri ruangan itu dan meninggalkan ku sendirian bersama madam
" allura, kau boleh tunggu di ruangan itu. sekitar 10 menit lagi tamu mu akan datang"
allura bingung harus bagaimana, dia lari saja atau pasrah karna tidak punya pilihan lain.
akhirnya dia mengangguk dan masuk kedalam sebuah ruangan merah sebelum melewati sebuah koridor panjang untuk sampai keruangan itu, benar-benar mirip ruangan christian grey di 50 shades pikirnya.
allura sedikit merinding setelah mengingat apa jangan-jangan pria yang akan menjamahnya mempunyai orientasi seksual sperti christian grey yang sadisme? ah pemikiran nya semakin kalut saat memikirkan itu
allura menunggu dengan resah, ia sama sekali tidak tenang, bagaimana bisa ia kepikiran melakukan ini? aturannya hal pertama seperti ini ia berikan untuk suaminya saja, tapi apa yang ia lakukan sekarang?menjual diri hanya karna tidak bisa menyambung hidup.
allura menitihkan air matanya karna kelewat sakit dan tidak tahu lagi harus berbuat apa, ia beranjak tegak saat sebuah suara mengintruksi nya dengan berat.
" kita bertemu lagi nona "