
pagi hari nya sean terbangun dengan tidak ada lagi kehadiran wanita itu disampingnya, dia hanya menemukan sebuah note dengan isi nomor rekening milik wanita itu, sean akui tadi malam dia benar-benar hilang kendali, ia tidak memberi ampun dan jeda kepada wanita itu dan menyerang nya tanpa pemanasan, seperti pemerkosaan.
pria itu bangun dari ranjangnya dan bergegas kekamar mandi, sesaat ia memandangi dirinya di kaca sambil berpikir jauh, dia begitu kacau. sean, benar-benar bukan sean yang sama seperti 10 tahun yang lalu.
tak lama ia lalu berjalan menuju shower, mandi,lalu berpakaian dan segera bersiap untuk ke kantor.
sesampai nya dikantor, tepatnya di adelard corporation, sean langsung memanggil sekertarisnya dan menyuruhnya mentransfer sejumlah uang, sekretaris nya sudah paham betul maksud dari atasannya.
"baik mr. sean, ada yang perlu saya lakukan lagi?" tanya lucas kepada atasannya dengan sopan.
"tidak, itu saja. kau boleh pergi."
"baik mr. sean"jawab lucas lalu segera hengkang dari ruangan sean.
selepas peninggalan lucas, dengan pikiran yang sudah bulat, dan matang, ia tanpa ragu langsung mendial sebuah nomor dan menunggu dering nya.
"wah mr. sean? bagaimana? kau sudah melihat gambar-gambar yang kukirim?"ucap seseorang di sebrang telepon.
sean menggeram, sialan.
"aku ingin bukti yang jelas. " kata nya dengan dingin.
"aku akan memberi mu buktinya, tenang saja, jangan terlalu tergesa-gesa, haha."ucap seseorang itu lalu terkekeh pelan.
"brengsek gila" jawab sean geram.
"jangan banyak omong kosong, langsung saja ke intinya."
"baiklah, tuan sean adelard yang terhormat. dugaan mu itu tidak salah! benar dia itu ayahmu, ayahmu yang meninggalkan mu demi berselingkuh dengan wanita lain, dan meninggalkan ibumu yang tengah sakit-sakitan 10 tahun yang lalu." kata pria itu dengan lantang. tangan sean terkepal keras mendengar perkataan pria itu, raut muka nya memerah menahan emosi yang hampir meluap, ia mengingat kejadian 10 tahun lalu saat ayahnya meninggal kan nya tanpa alasan apapun, setelah ayahnya pergi, ibunya meninggal dan ia harus mengurus perusahaan sendirian. tanpa seseorang yang ia cintai di sampingnya.
"dan wanita ayahmu itu adalah xelisa dari wijaya corp. yang tahun lalu bangkrut, perusahaan wijaya telah lama di kelola oleh kusuma corporation selama hampir 3 tahun, karna terjadinya kerja sama sekaligus hubungan pertunangan kedua belah pihak, sebenarnya pemindahan wijaya corp telah dilakukan semenjak xelisa menghilang, tetapi diresmikan 3 tahun yang lalu saat keluarga wijaya dan kusuma bertunangan, dan ayahmu itu bersama xelisa sekarang tinggal bertiga di perancis dengan putri dari hubungan gelap mereka"
ayah ? tidak, pria brengsek itu melakukan semua itu di belakang ibu, bajingan, benar-benar manusia gila. aku akan hancurkan kalian semua! jangan berpikir kalian akan dapat pengampunan dari ku.
"dan informasi tambahan, suami xelisa meninggal 3 tahun yang lalu, ia memiliki 2 orang anak perempuan, yang satu Zevana wijaya dan Allura wijaya , Zevana adalah tunangan dari anak rekan bisnismu yaitu Theo Kusuma, benar Kusuma corp yang mengelola Wijaya corporation 3 tahun terakhir sebelum bangkrut, dan anak terakhir nya kini tidak jauh dari mu,.. hehe"
"maksudmu? "jawab sean bingung.
"allura wijaya, gadis itu kini bekerja di perusahaan mu sebagai pegawai dari divisi pengembangan, wah benar-benar sempit sekali dunia ini ya" jawab pria itu sambil terkekeh pelan, kening sean berkerut mendengar hal ini, gadis itu, anak dari pria yang berselingkuh dengan ibunya ada di perusahaan nya, benar-benar luar biasa. seperti menang pemilikan saham!
"bagaimana? apa kau puas dengan informasi ku? kalau begitu aku tunggu kontrak penanaman saham dan kerja sama perusahaan kita,kau tahu betul kan apa yang terjadi jika kau mencoba menipuku? jadi aku tunggu. dan semua file bukti ayahmu dan xelisa wijaya akan segera kukirim via email, aku tutup."
sean terdiam sejenak, seperti sedang berperang pemikiran di kepalanya, dewi fortuna berpihak kepadanya, dia dengan mudahnya di berikan keberuntungan mengancurkan kehidupan seseorang semudah ini, gadis itu dan kakaknya adalah target pertama sean, kalian akan benar-benar kuhancurkan sama seperti ibu kalian yang telah mengahancurkan kehidupan ku, kalian akan merasakan kejamnya dunia yang aku rasakan, jangan menyalahkan ku! salahkan ibu kalian yang telah menghancurkan hidupku, kalian akan mendapatkan balasan dari apa yang telah ibu kalian perbuat kepada ibu ku dan kehidupan ku tentunya.
"lucas, kemari dan bawakan sejumlah file yang aku sebutkan"kata sean mengintercom lucas dari mejanya lalu ditutupnya sepihak.
"jangan harap kalian bisa lolos dari ku" gumam sean pelan sambil mengepalkan tangan nya kuat.