Dionysus

Dionysus
6. Dionysus Dan Kelicikannya



2 hari sebelum kematian zevana


" selamat siang mr. sean? saya dengar anda ingin bertemu dengan saya, ada angin apa sehingga anda menghubungi saya? " suara bas itu terdengar sangat nyaring di ujung telepon membuat sean tersenyum masam.


"ah mr. kusuma, anda sangat cepat tanggap ya? baru beberapa menit setelah sekretaris saya mengabarimu, anda langsung menghubungi saya " sean berbicara ramah dengan aksen barat yang kental.


"tentu saja mr. sean! saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas seperti ini tentunya " dalih theo diseberang telpon lalu kembali berkata "jadi tawaran menarik apa yg anda persiapkan mr. sean? saya sangat menantikannya " theo tersenyum penuh arti diseberang telepon


sean tertawa renyah sampai-sampai membuat theo yang di seberang telepon kebingungan.


" anda sungguh orang yang menarik mr.kusuma, saya menyukai anda, baiklah kita mulai pembicaraan nya "


"anda tahu perusahaan retil yg di incar oleh para investor karna saham nya di prediksi akan naik sangat pesat itu kan? anda ingat bukan ? saya bisa memberikan hak tanam saham saya kepada anda jika anda mau"


"tentu saja saya sangat-sangat mau mr! wah sudah lama saya mengincar hak saham itu, susah sekali membujuk ceo mereka, wah saya sangat berterima kasih mr—"


" tentu saja tidak gratis " ucap sean melanjutkan perkataan nya.


" ahh t-entu saja mr! apa ada yg transaksi yg anda ingin kan?" tanya theo ragu-ragu karna takut tak bisa menyanggupi permintaan theo, pasalnya dia sangat ingin hak saham itu.


" saya ingin anda meninggalkan tunangan anda "


" ah?? baiklah " theo tertawa lalu kembali berbicara "hahaha terimakasih mr.sean, dari awal saya juga ingin meninggalkan tunangan saya, tapi karna mr saya jadi punya alasan meninggalkan nya"


"itu bukan perkara sulit, beberapa jam lagi anda akan mendengar berita perpisahan kami, saya tidak akan tanya mengapa anda menginginkan hal ini sampai-sampai anda rela mempertaruhkan hak saham anda kepada saya, saya hanya akan menganggap ini bisnis kalau begitu, saya akan tunggu kabar baiknya mr. sean, senang berkerja sama dengan anda."


sean memutuskan sambungan telepon secara sepihak dan tersenyum puas dengan rencananya, satu persatu rencana nya mulai tersusun sesuai dengan yang ia harapkan, begitu pertunangan wanita itu dibatalkan ia akan benar-benar tahu arti dari kehancuran yang sebenarnya,


begitu pikir sean, tapi setelah ia tahu dampak dari perbuatannya itu, membuat nyawa wanita itu melayang.


sean benar-benar tidak menyangka jika zevana anak dari perempuan itu akan bunuh diri setelah di putuskan oleh theo kusuma yang beberapa jam lalu barusan ia perintahkan memutuskan tunangannya, hingga kabar yang beberapa menit lalu ia dengar saat 'allura' nama wanita yg bekerja di perusahaan nya menangis histeris dan langsung berlari ke lantai bawah dan pergi menuju rumah sakit.


" ini diluar rencana ku.." sean berucap lirih lalu mengintercom lucas untuk segera menghadap dirinya.


"pergi ikuti gadis itu dan laporkan semua nya kepadaku " ucap sean lalu di angguki oleh lucas dengan cepat.


" baik mr. " lalu lucas dengan cepat keluar dari ruangannya


" tidak kusangka dia akan mengakhiri hidup nya untuk pria bajingan seperti theo kusuma itu."