
" apa hari ini matahari terbit dari timur? bagaimana bisa seorang sean adelard yang anti pernikahan, kini tengah berdiri di depan altar pernikahan sekarang? " yang berbicara barusan itu adalah kai, dia berusaha untuk tidak terkejut saat mendapati surat undangan pernikahan 3 hari yang lalu dari sekertaris tuan muda adelard corporation itu, karna yang benar saja pria anti komitmen itu tiba-tiba ingin menikah dengan wanita yang sama sekali tidak pernah ia perkenalkan sebelumnya, terlebih lagi kabarnya wanita itu adalah mantan pegawai nya .
" diam lah, kau merusak suasana. " loey mencicit pelan karna sebentar lagi mempelai wanita akan segera memasuki ruangan. loey dan kai adalah teman seangkatan sean saat kuliah di manhattan beberapa tahun yang lalu, mereka dekat karna pernah sama-sama kerumah lacur , parah bukan? tapi ya sudahlah. mau heran tapi itu mereka.
" kau bilang tadi, siapa nama pengantin wanita nya? " kini kai kembali bertanya ingin tahu.
" allura, allura wijaya, anak dari wijaya corp. "
" what!? maksudmu yang kakaknya meninggal 1 bulan yang lalu karna bunuh diri itukan?" kai tergelonjak kaget sesaat, lalu kembali fokus pada acara.
loey ingin segera menjawab pertanyaan kai tetapi tiba-tiba pintu altar terbuka dan menunjukkan kehadiran allura yang terbalut dengan gaun putih yang cantik, ia begitu ramping dan sangat cantik dengan usapan make up tipis yang natural.
" woah ..." kai sampai tidak sadar jika sedari tadi mulut nya terbuka lebar.
"tutup mulutmu bodoh. " ucap loey seraya menyenggol bahu kai kuat.
" aku tidak menyangka, ternyata si sean itu dapat jackpot " lirih kai iri, yang terdengar jelas di telinga loey dengan, dasar si brengsek ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sean menatap kedatangan allura kearah altar ia berdiri, pernikahan nya hanya di datangi oleh beberapa kerabat dekat dan juga di selenggarakan tertutup karna ia tidak ingin kehidupan pribadi nya terekspos untuk hal ini, wanita itu terlihat cantik pikirnya, gaun putih yang beberapa hari lalu ia fitting terlihat sangat pas dan cocok ditubuh mungil itu.
aku bisa melihat kai dan loey yang menatap ku untuk meminta penjelasan. aku hanya bisa tersenyum kecut lalu menunggu pengantin ku yang cantik itu segera mencapai altar.
" ini belum apa-apa, aku masih menyusun banyak rencana untuk penderitaanmu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
aku sudah berdiri berhadapan dengan sean yang beberapa saat lagi akan menjadi suami ku. pria itu menatapku intens sesaat aku mencapai altar dan menyambutku dengan senyuman palsunya.
"kau terlihat cantik dengan gaun itu " ucapnya.
sesaat setelah itu pendeta mulai membacakan sumpah pernikahan untuk nya.
" saya bersedia. " pria itu bersumpah sambil menatap ku dengan lamat.
"dan saudara allura wijaya apakah kau menerima sean adelard baik senang ataupun susah, kaya ataupun miskin?"
"y-ya saya bersedia." riuh penonton bertepuk tangan dan senyuman sean yang lebih seperti seringai itu langsung mengembang seraya ia melihat ku.
pria ini pasti sangat teramat senang karna ia pikir telah menang melawanku dan telah berhasil masuk kekandang harimaunya. pria bajingan yang telah mengahancurkan kehidupanku.
"kini kau boleh mencium pengantinmu."