
pemakaman itu berlangsung khitmat, allura kini benar-benar hancur, sekarang semua yang dicintai nya sudah pergi meninggalkannya seorang diri, kini kakaknya mungkin sudah bahagia bersama ayahnya di surga, dia tidak pernah menyangka kakaknya akan pergi secepat ini dan fakta tentang kakaknya bunuh diri membuat dirinya semakin frustasi, yang ia tahu, kakaknya itu tidak memiliki masalah apapun dan kehidupannya terlihat bahagia-bahagia saja bersama tunangannya kak theo.
dia sama sekali tidak terlihat memiliki masalah dan sepertinya akan segera menetapkan tanggal pernikahan, lalu apa ini semua? kenapa kak zevana tiba-tiba bunuh diri? apa kak theo selingkuh? ah itu tidak mungkin melihat betapa besarnya cinta nya pada kakakku, semua itu tidak masuk akal bukan? tapi apa ini semua? membuat pemikiran nya semakin negatif karna sampai saat ini keluarga kusuma belum juga berkunjung untuk berbela sungkawa atas kematian kakakku, yang mana adalah tunangan nya sendiri.
air mata allura sudah habis, ia terus-terusan menangis dari malam dimana zevana ditemukan meninggal, bahkan jika di izinkan menangis darah ia akan menangis jika air mata sudah tak ada lagi ,allura termenung dengan mata nya yg sembab, ia benar-benar kehilangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
ini sudah seminggu semenjak kematian kakakku dan tunangannya pun sama sekali tidak ada kabarnya, jangan kan mengucapkan berbela sungkawa atas kematian kekasihnya ia sama sekali tak perduli dengan kematian kekasihnya yang sampai sekarang belum ia datangi rumah dukanya, dengan itu aku memberanikan diri, kini aku tengah berdiri di depan perusahaannya, ku lihat dia tengah berbincang dengan seorang gadis dan tertawa senang,bahkan ia tidak ikut bersedih atas kematian kakakku! yang mana itu adalah kekasihnya, benar-benar pria bajingan.
dengan penampilan kusut, mata sembab dan baju duka yang belum ku ganti, aku berjalan mendekat lalu menampar pipinya kuat, gadis di sebelahnya tergejolak kaget dan berteriak kontan, kak theo mengaduh kesakitan lalu berdiri bersiap-siap menyerang balik sesaat setelah ia menyadari siapa yang telah menampar nya.
"a-allura?" pria itu tergagu saat menyadari ku.
"apa kau masih bisa menyebut diri mu manusia?! kau! kemana kau saat kakakku merenggang nyawa! dimana kau saat pemakaman kakakku? dimana kau? dan sekarang apa ini? kau terlihat baik-baik saja setelah kematian kakakku? jelaskan semua ini brengsek! " allura berteriak kencang lalu menangis sejadi-jadinya, teganya ia melakukan ini kepada kakaknya padahal theo adalah salah satu orang yang ia andalkan,setelah kebangkrutan perusahaan ayahnya 3 tahun lalu, yang diakusisinya.
" allura kita harus bicara di tempat lain. aku.." ucapan theo menggantung, dan allura masih menangis.
perkataan theo bagaikan petir yang tiba-tiba menyambar di siang hari, allura benar-benar terkejut, apa-apaan ini? allura jelas-jelas tahu bahwa hubungan mereka baik-baik saja, tapi apa ini?putus?
"apa??tapi kalian masih baik-baik saja hari itu, aku masih ingat kalian ingin merencanakan pernikahan secepatnya, bahkan kak zevana sudah fitting baju..."
"i-itu.. aku memutuskannya hari itu juga, aku mungk-- ah tidak, aku tidak bermaksud seperti itu! aku... aku tidak menyangka kakak mu akan seperti ini. " theo mengatakan itu dengan mudahnya,bagaikan tidak ada beban, nyawa orang lain melayang dan bahkan dia tidak merasa bersalah atas kematian kakakku! dia! dia benar-benar bajingan gila! kakakku mencintainya! dan ternyata selama ini dia hanya di permainkan oleh pria brengsek yang bahkan tidak memiliki hati!
"kau bajingan! kau bisa-bisanya memutuskan kakakku tapi masih bisa tidak merasa bersalah atas kematiannya? kau pembunuh!kau membunuh kakakku! pembunuh!" allura mengamuk sejadi-jadinya ia juga memukul-mukul theo secara brutal, theo menahannya sambil memanggil ajudannya, lalu allura yang meronta-ronta itu dengan cepat didorong kasar oleh ajudan theo, tepat didepan perusahaan kusuma.
hatinya benar-benar sakit, ia terhina, ia benar-benar salah telah mempercayai theo kusuma dan semua orang yang terlibat atas hancurnya dia dan kakaknya, lalu sesaat setelah itu , theo berjongkok tepat di depannya, lalu berbisik yang membuat allura terkesikap tak percaya mendengar perkataan pria itu.
" dari awal aku juga tidak mencintai kakakmu, dia hanya alat agar aku bisa mengakusisi perusahaanmu tanpa embel2 penanaman saham, dan ayahmu yang bodoh itu dengan naifnya memberikan secara cuma-cuma kepadaku yang ia kira aku akan benar-benar menjadi menantunya, yah cukup dengan pertunangan perusahaan mu menjadi milikku! walaupun perusahaan peninggalan ayahmu itu bangkrut karna kesalahanku juga menggadaikan dana perusahaanmu kepada investor gadungan, tapi setidaknya aku sudah puas memakai perusahaanmu dan kakakmu tentu saja."
theo pria itu tersenyum puas. lalu setelah melihat allura yang membeku tak percaya, ia meninggalkannya, lalu mengatakan sesuatu kepada ajudannya.
"usir dia, dan jangan pernah izinkan dia masuk kedalam perusahaan lagi."