Destiny Triplets

Destiny Triplets
Rencana Lily



3 Bulan Berlalu...


Sudah 3 bulan berlalu sejak Liliyana, Astoria, dan Anastasia terjebak di dunia yang berbeda. Mereka sedikit susah beradaptasi dengan dunia sekarang mengingat tidak ada teknologi apapun.


Di dunia ini hanya ada sihir yang membuat Liliyana, Astoria, dan Anastasia merasa penasaran apa mereka memiliki nya juga.


Hari ini mereka akan membuktikan bahwa sihir itu ada.


" Ibu mau kemana?" tanya Astoria yang bersyukur setelah tiga bulan lalu dirinya sudah bisa berbicara lancar dan pastinya dirinya tidak kena ejek oleh Anastasia.


Petunia yang sedang menggenakan gaun berwarna cokelat tua dengan jubah hitam melirik ke anak-anak nya sambil tersenyum.


" Ibu mau cari tanaman obat dan sayuran yang berada di hutan." jawab Petunia sambil menunjukkan sebuah keranjang yang ia pegang di lengan kanannya.


Liliyana, Astoria, dan Anastasia menggangguk kepalanya.


" Ibu, apa aku boleh ikut pergi bersama mu?" tanya Anastasia yang mengejutkan Liliyana dan Astoria.


Mengingat Anastasia selama ini masih bersikap dingin dengan Petunia. Mengingat dirinya masih belum bisa menerima bahwa kehidupan nya berubah apalagi dengan adanya sebuah keluarga baru di tengah mereka.


Petunia menyerngitkan dahinya merasa bingung mengingat sifat puterinya yang paling kecil sedikit dingin dan datar seperti dia. Memikirkannya membuat segera Petunia lupakan ia tidak mau mengingat masa-masa dirinya menjadi seorang jahat dulu.


" Baiklah, siapkan dirimu Lily dan Tori apa kalian mau ikut juga?" tanya Petunia menawarkan Liliyana dan Astoria.


Liliyana dan Astoria saling melirik satu sama lain sebelum menggelengkan kepalanya.


" Tidak usah Ibu, Lily dan Tori ingin berkunjung ke perpustakaan kota, Apakah boleh." ucap Lily yang menolak sekaligus membujuk Petunia untuk mengizinkannya pergi bersama Astoria.


" Baiklah, tapi hati-hati ya saling jaga satu sama lain. Ibu tidak akan mengizinkan kalian lagi pergi sendiri jika sesuatu hal buruk terjadi. Apa kalian mengerti." ucap Petunia dengan tegas memperingatkan kedua puterinya.


Liliyana dan Astoria langsung berdiri tegak serta memberikan hormat seperti pasukan militer.


" Siap komandan." ucap keduanya dengan serentak.


Setelah itu Petunia dan Anastasia pergi menuju ke hutan. Setelah memastikan kedua nya pergi Astoria menatap Liliyana dengan tatapan bertanya.


" Mengapa kau tidak ikut bersama ibu, bukannya biasanya kau yang menemani nya ke hutan?" tanya Astoria.


" Aku cuma mau hubungan Ana dan Ibu lebih dekat. Kau ingat bukan kalau Ana masih canggung dengan ibu. Apalagi dari kita bertiga cuma Ana yang memiliki sifat penutup." ucap Liliyana menjelaskan nya.


Sebelum kemudian senyum tipis terbit kembali di bibir Liliyana.


" Lagipula aku yakin nanti Ana akan menemukan sesuatu yang menarik di sana." gumam Liliyana sambil menatap misterius Astoria.


Astoria yang mendengar jawaban dari Liliyana semakin dibuat bingung.


" Lily, apa maksud perkataan mu aku sama sekali tidak mengerti?" tanya Astoria yang berusaha meminta jawaban lagi pada Liliyana.


" Tidak, kita harus pergi ke perpustakaan sudah saatnya untuk mengenal dunia baru ini. Juga kita butuh persiapan untuk bertahan hidup di dunia ini


Kita tidak akan berakhir tragis seperti mereka." ucap Liliyana.


Countine...