
Alina, Aluna dimana kalian." batin Alana mencari keberadaan kedua saudarinya.
Kemudian tidak lama perlahan Alam membuka matanya memperlihatkan bola matanya berwarna ungu. Alana mengangkat tangan memperlihatkan bentuk nya kecil. Membuat Alan sontak terkejut dan bangun dari berbaringnya.
" Ini Imana hah...kok cuara ku jadi adel." ucap Alana yang masih kelihatan bingung.
Sebab saat ini Alana tidak berada dirumah sakit maupun surga melainkan sebuah ruangan kecil yang terbuat dari kayu serta kelihatan kotor.
Selain itu saat ini Alana menggunakan gaun piyama berwarna putih lusuh dan di samping nya terdapat dua gadis kecil sedang berbaring tidur.
Tapi tiba-tiba saja salah satu dari mereka membuka matanya dengan sorot mata bingung.
" Enggh...Alana kau imana Aluna akut." ucap nya seorang gadis kecil berambut pirang yang perlahan membuka matanya memperlihatkan bola matanya berwarna biru terang.
Membuat Alana yang mendengarnya terkejut bahwa gadis di sebelahnya merupakan Aluna saudarinya.
Ketika Aluna bangun ia melihat seorang gadis perempuan berkisar berumur 5-6 tahun dengan rambut pirang dan matanya berwarna ungu.
" Kamu ucu anget." ucap Aluna yang kemudian memeluk gadis kecil tidak menyadari bahwa di peluk nya merupakan Alana.
Alana yang di peluk langsung neneteskan air matanya setidaknya dirinya masih ada Aluna sambil membalas pelukannya ia pun menangis pelan.
Sedangkan Aluna yang melihat nya langsung panik.
" Hei angan nangis maaf acu elah membuat mu belsedih." ucap Aluna yang sama sekali belum menyadari bahwa suaranya telah berubah khas anak-anak.
Alana melepaskan pelukannya sambil mengelus wajah Aluna.
" Aluna apa ini benal-benal camu?" tanya Alana dengan suara cadelnya.
Aluna hanya menggangguk kepalanya merasa heran bahwa gadis perempuan itu tahu namanya.
Alana yang melihatnya langsung tersenyum sambil menggenggam tangan Aluna.
Aluna yang mendengarnya kaget mengetahui bahwa gadis perempuan di depannya merupakan Alana kakak nya.
" Benalkah, acu tidak pelcaya bahwa cau Alana." ucap Aluna dengan mata melotot.
Bukannya kelihatan serem malah dimata Alana bahwa Aluna lucu.
" Acu Alana. Baiklah acu acan membeli amu petunjuk." ucap Alana berusaha untuk tidak bersuara cadel.
Aluna hanya menggangguk saja kepalanya lagi ingin mengetahui apa benar gadis di depannya adalah Alana atau tidak.
" Acu ingat bahwa camu seling macan cokelatnya Alina tiga minggu lalu." ucap Alana memberitahukan rahasia Aluna.
Aluna langsung memerah wajahnya tapi dirinya merasa senang karena Alana berada bersama nya.
" Bagaimana cita bisa belada di cini dan mengapa cau adi ecil?" tanya Aluna penasaran sama sekali tidak menyadari dengan perubahan bentuk tubuhnya.
Alana yang mendengarnya memutar bola matanya malas karena dirinya tahu tatapan Aluna merupakan tatapan gemas dan jujur saja itu sama sekali tidak membuatnya nyaman. Selain itu Alana tidak menyukai bahwa sekarang dirinya menjadi anak kecil lagi.
" Acu juga tidak tahu, Ingat acu yaitu ketika saat membuka matanya sedikit melihat seseolang pelempuan cantik. Telus kemudian acu kembali menutup matanya dan setelah sadal acu sudah belada di tubuh ini." ucap Alana menjelaskan dengan satu tarikan nafas dan jujur saja itu membuatnya cepat lelah.
Aluna yang mendengarnya menggangguk kepalanya mengerti. Tapi mengapa dirinya merasa aneh dengan fisik tubuh yang di tempati nya sangat kurus dan rambut pirang nya yang cantik terlihat kusut.
Tapi tiba-tiba saja Aluna tersadar dengan hal sesuatu penting.
" Alana imana Alina?" tanya Aluna dengan panik begitu juga Alana yang juga khawatir dengan keberadaan Alina.
" Enngh....
Countine...