
Di sebuah kota yang padat terdapat sebuah rumah sederhana dimana terlihat sunyi. Semua beranggapan bahwa sang pemilik merupakan sepasang paruh baya. Tapi sayangnya penampilan berbeda dari kenyataan di karenakan....
" Alina, dimana kau menaruh pengering rambutku?" Tanya seorang remaja perempuan berusia 17 tahun sedang mencari keberadaan saudaranya.
" Hmmm....hmmm..." Suara senandung terdengar di ruang tamu dimana ada seorang remaja perempuan yang seusia sedang berbaring di sofa sambil menggenakan hardphone serta tangannya sedang membolak-balikan halaman buku.
" Alina...Alina...."
Merasa terganggu karena namanya dipanggil akhirnya dia melepaskan hardphone dari telinga nya.
" Ada apa Aluna. Kau sangat berisik pagi-pagi begini?" Tanya nya bernama Alina kesal.
Sedangkan orang yang di marahinnya hanya terkekeh pelan sambil mengusap tengkuknya melihat ekspresi kesal dari saudarinya.
" Aku cuma bertanya dimana pengering rambutku, kau tahu bukan bahwa kita harus pergi cepat jika tidak mau ketinggalan pesawat." Ucap Aluna menjawabnya.
Alina yang mendengarnya menghela nafas nya. Tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang memiliki paras wajah sama dengan Aluna dan Alina.
" Ini maksudnya." Ucap nya dengan nada tegas.
Membuat Alina dan Aluna menolehkan kepalanya melihat pengering rambut berada di tangan saudara tertua mereka.
Memang rumah sederhana di tempati oleh tiga kembar perempuan yang baru saja berusia 19 tahun.
" Lain kali ingatlah dimana barang mu di letakan, Aluna." Ucap yang tertua.
Perempuan pertama bernama Alana Joey yang memiliki rambut hitam dengan mata cokelatnya. Sebagai anak pertama Alana di wajibkan menjaga kedua saudaranya setelah kematian kedua orang tua mereka 9 tahun lalu. Alana memiliki sifat yang datar dan penuh tanggung jawab kepada kedua saudaranya.
" Terima kasih, saudari." Ucap Aluna sambil tersenyum polos.
Perempuan kedua bernama Aluna Joey yang memiliki rambut berwarna cokelat dan matanya yang hitam. Aluna memiliki sifat ceroboh dan suka melupakan sesuatu, tetapi dia memiliki sikap ramah berbeda dengan saudara nya.
Perempuan ketiga Alina Joey yang memiliki rambut hitam dan yang lebih menarik dari ketiganya ia memiliki warna bola matanya biru. Membuatnya gampang di kenali daripada kedua saudaranya yang lain. Selain itu Alina memiliki sifat yang sedikit tomboy tapi anehnya meski begitu ia menyukai membaca buku. Sangat berbeda dengan penampilannya.
" Itulah lain kali jangan ceroboh, ayo kita harus pergi ke bandara sekarang dan ingat selama di sana." Ucap Alana kepada kedua saudaranya.
" Selalu bersama dalam menghadapi rintangan dan tugas. Selain itu selalu menjaga hubungan dengan erat. Jika ada masalah selesaikan dengan baik." Ucap Alina dan Aluna secara bersamaan.
Mereka bertiga menjadi yatim piatu sejak berusia 10 tahun harus mandiri. Setelah kepergian kedua orang tuanya mereka tinggal di panti asuhan dimana harus berebut makan dan tidur untuk bertahan hidup. Karena pengurus panti asuhan selalu mengambil dana dari donatur buat kesenangan pribadi. Ketika mereka beranjak berusia 15 tahun karena tidak tahan akhirnya memilih kabur dari panti asuhan dan hidup di jalanan.
Mereka bertiga berusaha untuk bekerja dan bersekolah menggunakan beasiswa. Kelaparan, direndahkan sudah menjadi makan setiap hari bagi mereka.
Hingga sekarang akhirnya ketika berhasil lulus di sekolah menengah atas mereka mendapatkan beasiswa kuliah di german.
Membuat mereka senang dan sekarang hari ini mereka akan pergi ke sana.
Tapi entah mengapa Alana mendapatkan firasat buruk tentang penerbangan kali ini meski melihat kedua saudaranya yang senang membuatnya berusaha melupakan nya.
" Aku harap tidak ada kejadian buruk." Batin Alana berharap.
Countine....