Destiny Triplets

Destiny Triplets
Ibu



Enngh...


Suara lenguhan seorang gadis kembar yang berbeda dengan dua lainnya. Karena gadis perempuan kali ini memiliki rambut pendek sebahu sambil menggosok matanya.


" Ini cimana....hoam....acu cangat mengancuk..." ucap nya sebelum kemudian memejamkan matanya lagi dan kembali tertidur.


Alana dan Aluna saling menatap satu sama lain dengan pandangan berbeda.


" Apa itu Alina?" tanya Aluna penasaran sekaligus berharap bahwa itu saudarinya yang tomboy.


" Cepertinya begitu. Carena Alina kan cuka bobok cerus." ucap Alana sambil menggangguk kepalanya membuatnya terlihat menggemaskan.


Ketika Alana dan Alina saling berpikir tiba-tiba saja mereka berdua mendengar suara langkah kaki mendekat. Membuat mereka secara refleks kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata berpura-pura tertidur.


Ceklek...


Tidak lama kemudian ada suara pintu sebelum seorang wanita berusia sekitar 25 tahun melihat ketiga anak perempuan nya masih tertidur tersenyum tipis dan memutuskan untuk membangunkan nya.


Sambil membungkuk Wanita itu mengguncang tubuh Alana sambil memanggil nama yang bukan miliknya.


" Liliy bangunlah..Liliana." ucap nya memanggil nama anaknya.


Alana yang merasa bahwa aktingnya sudah cukup mulai membuka nya dan melihat seorang wanita berambut merah dengan mata berwarna ungu sedang menatapnya sambil tersenyum hangat.


Entah kenapa itu membuat perasaan Alana merasa rindu dengan ibu kandung nya.


" Ciapa kamu?" tanya Alana secara refleks karena tidak mengenali wanita yang tadi membangunkan nya.


Sedangkan Aluna yang mendengar pertanyaan Alana hanya dibuat tergangga karena tidak biasanya kakak nya menanyakan nama orang terlebih dahulu.


Wanita itu menyerngitkan dahinya merasa pertanyaan Alana aneh baginya.


Alana yang mendengarnya hanya dibuat terpaku karena dirinya tidak tahu harus mengatakan apa bahwa sebenarnya dia bukan puterinya dan sudah lama sekali ada seseorang yang mengkhawatirkan nya selain saudaranya.


Ketika Alana ingin menjawab tiba-tiba saja Aluna membuka suaranya.


" cami baik-baik saja ibu, mungcin cadi Lily secang mengingau carena tellalu mengantuc ibu." Ucap Aluna sambil tersenyum polos.


Alana yang mendengar jawaban Aluna langsung melotot karena dirinya tidak suka disebut mengingau padahal ia terlebih dahulu bangun. Tapi dirinya sedikit terbantu oleh jawaban Aluna meskipun ia tidak mau mengakui nya.


Sedangkan wanita itu menghela nafas nya dengan lega mengetahui bahwa anak-anak nya baik-baik saja.


" Syukurlah kalian baik-baik saja kalau begitu Lily dan Astoria bangunkan adik kalian Ana, ibu ingin membuat kan sarapan untuk kalian." ucap sang ibu yang kemudian keluar dari kamarnya.


Sedangkan Aluna sedang mencerna ucapan wanita itu sampai akhirnya sebuah kesimpulan yang membuatnya terkejut.


" TIDAK MUNGKIN KITA TERJEBAK SEKARANG." ucap Aluna sambil berteriak keras membuat Alana segera menutup mulutnya karena tidak mau membuat wanita diyakini ibunya sekarang merasa terganggu.


" Jangan berisik nanti kau mengganggu wanita asing itu." ucap Alana kepada Aluna.


Tanpa Alana dan Aluna sadari bahwa anak perempuan yang terakhir terbangun dari tidur nya dengan ekspresi terkejut di wajahnya.


" DIMANA AKU DAN SIAPA KALIAN." ucap Alina berteriak sambil menunjuk ke arah Alana dan Aluna.


Alana dan Aluna yang mendengarnya langsung meringis sambil menepuk dahinya secara bersamaan.


" Kita membuat kekacauan....


Countine...