
Setelah menyelesaikan sarapan nya ibu baru si triplets pergi ke luar katanya ingin mencari sesuatu. Meninggalkan si triplets sedang berbaring di bawah pohon teduh sambil memejamkan matanya.
" Sudah lama kita tidak merasakan kedamaian seperti ini, Lily." ucap Anastasia yang membuka suaranya.
Liliyana yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju sudah lama sekali mereka tidak mendapatkan kedamaian. Walaupun sekarang mereka hidup dalam kemiskinan setidaknya tidak ada seseorang yang ingin membunuh mereka.
Mengingat itu seketika mata Liliyana melotot seakan baru menyadari sesuatu.
Astoria yang menyadarinya mengangkat kepalanya menatap Liliyana tampaknya sedang termenung.
" Lily, apa cau baic-baic saja wajahmu tellihat pucat secali?" tanya Astoria dengan raut wajah penasaran sekaligus merasa kesal karena cara bicaranya berubah cadel.
Liliyana yang mendengar pertanyaan Astoria langsung tersadar dari lamunannya dan menggelengkan kepalanya.
" Cadi, apa cau tahu sekalang cita belada dimana, carena dunia ini tellihat asing secali?" tanya Liliyana karena dirinya berfirasat bahwa Astoria mengetahui sesuatu.
Astoria tampak berpikir sejenak sebelum kemudian menjawabnya.
" Cekalang cita belada di dunia novel yang pelnah acu baca." jawab Astoria dengan raut wajah santai.
Liliyana dan Anastasia yang mendengarnya dibuat tergangga dengan mulut terbuka dan matanya melotot lucu. Membuat Astoria yang melihatnya langsung tertawa.
" Hahahaha....calian lucu secali calena jadi anac cecil lagi...hahahaha...." ucap Astoria sambil terus tertawa.
Membuat Anastasia yang mendengarnya merasa jengkel dan langsung memukul kepala dengan pelan.
" Bukan kami saja menjadi kecil, kau pun menjadi kecil juga dan kau itu cadel Hahahha...." ucap Anastasia tertawa puas.
Melihat itu Astoria langsung marah dengan wajah memerah. Ia pun menatap sengit Anastasia.
" Hei, mescipun acu cadel. Tapi acu cantic tidac sepeltimu jelec." ucap Astoria menatap marah Anastasia dan mengejeknya.
Setelah itu terjadi pertengkaran adu mulu antara Astoria dan Anastasia. Membuat Liliyana yang memperhatikan nya merasa muak dan akhirnya memisahkan mereka.
" Cukup, aku cudah tidak tahan lagi hentikan peltengakaran ini. Astolia dan Anastasia belbaikan. Setelah itu Astolia coba celitakan novel yang pelnah kau baca." ucap Liliyana dengan nada memerintah.
Tanpa di sadari oleh Liliyana cara berbicara nya membaik cuma masih cukup cadel ketika mengatakan R.
Sedangkan Astoria dan Anastasia hanya bisa menundukkan kepalanya setelah menghentikan pertengkaran keduanya. Karena meski mereka berada di tubuh anak kecil tapi aura kakaknya membuatnya ketakutan.
" Maafkan kami/maafcan cami." ucap Anastasia dan Astoria secara bersamaan namun berbeda dengan cara bicaranya.
Liliyana yang mendengarnya hanya tersenyum sambil menggangguk kepalanya puas. Membuat Astoria dan Anastasia menghela nafas lega setidaknya mereka dimaafkan.
" baiclah, acu acan membelitahu tentang novel telsebut." ucap Astoria.
Si kejam....
Cerita ini mengisahkan seorang wanita yang terobsesi dengan seorang pria bermarga Duke bernama Kayden Justin De Beaumont bangsawan kekaisaran Winston.
Wanita itu bernama Petunia Ariska seorang pelayan yang sangat mendambakan cinta kasih seorang Duke De Beaumont. Tapi sayangnya saat itu sang Duke sudah memiliki seorang isterinya dibernama Caterina.
Petunia tidak terima bagaimana pria yang dicintainya terlihat bahagia menyambut kedatangan ahli waris saat ini sedang tumbuh di perut sang Duchess.
Akhirnya dengan aksi nekat ini Petunia memberikan Tuan Duke sebuah obat dan membuatnya menghabiskan malam bersama.
Petunia berharap setelah ini dirinya dan sang Duke akan bersama.
Namun sayangnya.....
Countine....