Calm Water

Calm Water
episode 6



Mark Zuckerberg yang sedang menikmati sarapan pagi ini , masih sama seperti kemarin hanya terdiam dan membisu , hari ini Mark Zuckerberg akan pergi pagi-pagi sekali , ia akan mengadakan rapat seputar kawanan yang prajurit yang berada di lokasi area perbatasan , jika nanti semua tertangkap maka mereka akan menjalani hukuman dan eksekusi , setelah menyelesaikan sarapan pagi nya Mark Zuckerberg segera pergi dari ruang meja makan , dan langsung meninggalkan kediaman nya , Dania yang tidak tahu Mark Zuckerberg akan pergi kemana ia pun duduk disamping ruang meja makan yang tadi digunakan sang majikan Mark Zuckerberg , ia mencomot sisa roti bakar buatan nya , setelah itu ia berkemas dan mengerjakan aktivitas nya , setelah selesai seluruh pekerjaan nya , lagi-lagi Dania teringat akan anggota prajurit Bimbingan ayahnya , ia merasa ingin berjumpa dengan mereka namun Dania sangat takut kalau dia sampai tertangkap maka bukan hanya masalah besar yang terjadi padanya saja namun harapan ayahnya akan musnah dan hancur , Dania tetap terdiam ia terus mencari-cari alasan sebab dan akibat yang akan terjadi , tidak lah mungkin dia akan melakukan kecerobohan , sedang kan sampai saat ini saja Dania masih menunggu peluang agar dapat mengembalikan kejayaan negara nya , dibawa pimpinan ayahnya semua orang sangat takjub dan kagum atas jasa dan dedikasi orang tua nya itu , saat ini almarhum ayah nya hanya berharap kepada nya , sebab itulah Dania selalu bertingkah baik dan tidak melawan , ia saat ini sedang mencari kesempatan saja , semoga keinginan nya dan keinginan almarhum ayah nya akan dapat tertunaikan , itu lah harapan Dania Kepada dirinya sendiri juga harapan ayahnya yang berada di pundak nya , sangking lelahnya berpikir , Dania pun terlelap tidur , disaat jam sore datang Dania belum melihat tanda-tanda bosnya akan pulang , ia pun segera membersihkan diri , setelah Dania selesai mandi ia segera keluar ruang kamar tidur nya , dan masih tak melihat tanda-tanda bosnya akan pulang ke rumah nya , akhirnya Dania menuju ruang tengah dimana ada televisi yang dapat ia tonton walaupun acara cuma berita , namun cukup bagus jika mengetahui keadaan sekitar nya , ia pun membuka cenel tv , melihat acara tv yang tidak ada yang diminta , disaat ia ingin mematikan televisi ia Melihat seputar berita , disana ia melihat berita kalau prajurit yang berada diperbatasan sebagai telah tertangkap dan hukuman akan segera di lakukan , Dania yang melihat berita itu menjadi pupus harapan , ia menghayalkan andai negaranya merdeka maka ketenangan hidup nya dan ketenangan rakyat negara nya akan terkendali , mereka tidak akan merasa ditindas , kesulitan dalam pergerakan , Dania pun langsung menutup televisi , ia berlalu meninggalkan tempat itu , kakinya saat ini sedang mengarah nya di pintu masuk rumah majikannya , ia keluar dari dalam rumah , melihat sekelilingnya banyak tanaman hias , bunga berwarna-warni , sejak Dania terdiam ditempatnya , namun ia meneruskan langkah kakinya , Dania menuju sebuah bangku yang terbuat dari kayu , Dania pun duduk diatas bangku sambil pikiran nya melayang jauh kedepan , disaat Dania terbuai oleh lamunannya , sebuah mobil memasuki taman depan rumah majikannya , ternyata itu adalah majikan nya bersama seorang gadis yang sangat cantik , gadis itu mengandeng sang majikan masuk ke dalam rumah , namun ....


" Dania .. dimana kamu .. apakah kamu ingin jadi pemberontak ?..." kata sang majikan dengan suara keras dan lantang , membuat Dania yang berada di luar rumah segera masuk ke dalam rumah sang majikan ,


" siap bos muda apakah anda memanggil saya ?..." pertanyaan yang dilontarkan Dania kepada majikannya ,


" dari mana saja kamu hakh ,, apa kamu mau kabur .." Dania yang diberi pertanyaan itu hanya menggeleng kepala nya dan menggoyangkan kedua tangannya ,


" lantas apa .. kenapa kamu belum memasak apapun juga .. sudah jadi pemalas ..kamu ..." kata Mark Zuckerberg kepada Dania ,,,


" jawab.....Dania .." melihat kemarahan sang majikan itu Dania hanya tertunduk saja , seolah-olah melihat kalau dia sedang dimarahi oleh ayahnya sendiri ,


" maaf boss ,,, tadi bos ... pergi tidak memberi tahu saya jadi ..." kata iren yang langsung terpotong oleh Mark ,


" oh ..jadi kamu akan mengatur bos dan majikan mu ini hakh... apa karena aku sudah menjadi orang dekat dengan mu sampai kamu melunjak ..." kata Mark Zuckerberg yang sudah sangat marah ,


" Bu .... bukan bos ... maksud aku jika saya tahu bos pulang jam berapa mungkin saya harus menyiapkan segalanya buat bos.... karena ..." lagi - lagi Perkataan Dania terputus ,


" su... sungguh bos ... dari tadi siang saya menunggu bos pulang tapi sampai jam tiga bos belum pulang juga ,,, jadi makanan bos saya kemas ..." kata Dania Mulai sedikit tenang ..


" terus makan malam pun kamu belum buat ... apa alasan mu ..." kata Mark Zuckerberg pada Dania ,


" kalau begitu bos mau makan apa ,,,biar Dania siapkan " kata Dania tetap sabar melihat sikap bos nya yang garang itu ,


" aku ingin yang istimewa ...." setelah mengucapkan itu ia pun langsung pergi ,


namun Dania menghentikan nya ,


" bos apakah untuk dua orang ... karena tadi saya melihat dua orang " kata Dania kepada majikannya ,


" Iyah ...itu adikku ..." kata Mark Zuckerberg kepada Dania , ia pun melanjutkan langkahnya kaki menemui adiknya ,