
Dania yang sudah selesai rapat , kembali kelapangan pelatihan , begitu juga dengan Dima dan Karta putra , mereka kembali berlatih , mungkin Dania tidak memaksakan Karta putra untuk berlatih terlalu keras , ia mengisyaratkan paman itu untuk beristirahat saja dan melarang ikut pelatihan militer ,
" paman sebaiknya istirahat saja , dan tidak usah ikut pelatihan militer ini , diusia paman seharusnya sudah pensiun dan dilarang terlalu keras berlatih , maaf kalau Dania menyinggung perasaan paman " kata Dania ,
" iya Dania paman tidak marah , justru paman berterima kasih kepada Dania yang perhatian kepada pamannya " kata paman Karta putra ,
" yah sudah paman istirahat saja, Dania akan berlatih dan melatih pasukan Dania " kata Dania , paman pun yang menyahuti hanya mengangguk kan kepalanya , setelah itu Dania pergi dari hadapan Paman karta putra , Dania bergabung dengan semua pasukan nya , ia pun berlatih bersama mereka semua , setelah waktu senja latihan pun selesai , Dania yang sudah merasa letih berlatih ia kembali keruang kamar , sedang kan semua pasukan nya pergi meninggalkan tempat pelatihan dan menuju ruang kamar yang sudah tersedia bagi para prajurit militer ,
🍒🍒🍒
Dania yang sudah sudah selesai mandi , ia pun langsung menuju luar ruangan , disaat ia menginjak kaki akan keluar dari ruang kamar tidur nya ia melihat Dima sedang berdiri didepan pintu masuk ruang kamar tidur nya ,
" Dima , sedang apa kamu datang kemari " tanya Dania kepada Dima ,
" sedang menunggu mu keluar dari ruang itu " kata Dima kepada Dania ,
" iya... maksud ku ada hal apa mengunjungi tempat ku ini " tanya Dania ,
" emm... mau mengajak kamu keluar jalan-jalan , saat ini ada pertunjukan di kampung sebelah " kata Dima ,
" oyah...kita akan keluar dari markas ini ? ..." Dania bertanya lagi ,
" iya ...kamu mau keluar bersama aku " kata Dima yang ingin jawaban yang pasti ,
" Iyah baiklah ,,, terimakasih kamu sudah mau mengajak ku " kata Dania ,
" sama-sama ,, Dania , aku juga senang jika kamu mau diajak jalan sama aku " kata Dima yang sudah tersipu malu , seperti seorang remaja yang sedang pacaran saja , melihat Dima seperti itu Dania teringat bos tampannya Mark Zuckerberg , yang dingin namun begitu perhatian , dalam hati Dania ada sesuatu yang berbeda , seperti ada yang kurang dalam hidup nya , namun Dania menepis semua rasa yang telah singgah didalam hati nya , akhirnya Dania berjalan beriringan dengan Dima , sambil berjalan Dima mencoba berbincang-bincang ,
" Dania sebelum negara kita diserang apakah Dania pernah punya kekasih " tanya Dima ,
"kekasih ...tidak aku tidak memiliki kekasih " kata Dania ,
" em begitu ya ..." kata Dima ,
" kalau Dima .. apakah sudah memiliki pacar ?.." Dania balik bertanya ,
" tunangan ,, dulu memiliki tunangan dan hampir menikah " kata Dima ,
" terus ......" Dania bertanya lagi ,
" em ... itu dia telah pergi selama nya " kata Dima yang sudah menundukkan kepalanya ,
" oh ...em maaf aku tidak bermaksud membuat mu seperti itu " kata Dania ,
" tidak mengapa Dania ,,, sudah berlalu ,,, saat ini ada kamu yang mau menjadi teman ku " kata Dima kepada Dania ,
" iya tak masalah , aku bisa menjadi teman mu kok " kata Dania mereka berdua pun langsung tersenyum , dan tertawa pelan , setelah setengah jam berjalan kaki melewati semak dan jalan setapak akhirnya mereka sampai disebuah lorong penghubung , yang bertepatan dengan seorang penjual tahu goreng , Dania yang melihat suasana desa itu sangat meriah sekali , senang sekali rasanya melihat keramaian kampung , Dania yang terus berjalan melihat semua orang yang sedang menjajakan barang dagangannya , saat ini Dania tidak memiliki sepeser pun uang , namun tiba-tiba ada anak kecil datang kearah nya memberikan sekantong makanan , Dania bertanya kenapa memberikan makanan ini kepada Dania ,
" em... karena kakak adalah komandan militer negara MSM, yang berarti pemimpin ku " kata gadis itu polos ,
" siapa yang beritahu kan mu " pertanyaan Dania kepada gadis itu lagi ,
" Abang yang berada disana , " gadis itu menunjukkan seseorang yang asik memasak makanan yang ingin dijajakannya ,
" ketua utama ,,, " suara Dania yang sangat pelan yang hampir tak terdengar oleh gadis itu ,
" em... terimakasih gadis kecil ya " kata Dania kepada gadis itu , gadis itu pun segera pergi dari hadapan Dania , Dania pun langsung berjalan menuju kearah laki-laki yang sudah memberikan makanan kepada nya ,
" Randi ,, nama ku Randi " kata pemuda itu yang hampir sebaya dengan Dania ,
" oh ..tuan Randi , terimakasih atas makanan nya '' kata Dania sambil menekan ucapan nya , karena ia sangat kaget , anak dari pemimpin negara nya saat ini sedang memasak makanan , itu membuat nya sangat terkejut
namun senyum sang anak presiden itu membuat Dania merasa sedikit tenang ,
" tuan Randi , kenapa anda harus memasak makanan " pertanyaan Dania membuat ia tertawa pelan ,
" inilah cara aku bertahan hidup Dania cantik .." kata Randi yang ingin mengoda petinggi militer nya , Disaat itu Dima sudah berada di dibelakang Dania , Dania yang baru sadar kalau Dima sudah berada di samping , ia pun menoleh kearah Dima ,
" Dima dari mana saja kamu " Dania bertanya , Dima pun menjawab ,
" aku dari tadi mencari mu " kata Dima , ia pun langsung menoleh ke arah laki-laki yang sedang menggoreng , laki-laki itu memberi kan satu bukus makanan buat Dima , dengan kebingungan Dima pun mengambil makanan itu ,
" saya Randi ,, saya pekerja sementara disini " kata Randi yang sudah memperkenalkan diri nya tanpa Dima harus bertanya lagi , Dima yang masih kebingungan pun menjawab nya ,
" saya kammo " kata Dima ,
" ohh .. kammo komplotan perampok ya " kata Randi yang ingin menggodanya ,
" Bu...bukan ,, seorang buruh angkut dipasar " kata Dima yang tergagap karena kaget dengan pertanyaan dari putra pemimpin negara nya itu ,
" haaaaaa...ya...ya...aku ingat...maaf ya" kata Randi alias Kevin O'Leary putera dari pemimpin negara MSM ,
" kalau begitu aku permisi dulu , tuan Randi , kami akan pulang secepatnya " kata Dima kepada Randi ,
" kenapa harus terburu-buru , tidak menunggu makanan yang lainnya ," kata Randi yang langsung menyerahkan hidangan ringan yang lainnya ,
" nona ..." pertanyaan Randi terputus ,
" Bella ...ya Bella " kata Dania kepada Randi ,
" nona Bella ini sekedar oleh- oleh dari saya ,, selamat dinikmati " kata Randi yang sudah menyerahkan banyak sekali makanan ringan , Dania yang menerima nya rasanya enggan menolak dan akhirnya ia pun menerima semua makanan yang diberikan oleh putra presiden itu , setelah mendapat banyak makanan , Dania pun berpamitan untuk kembali kerumahnya alias markas mereka ,