
hari ini akan diadakan rapat bersama mengenai berita dari salah satu regu pengintai telah membawa informasi penting , setelah semua orang berkumpul bersama didalam ruangan , disitu sudah ada anak presiden Kevin O'Leary ,
" semua yang berada disini , kita mendapatkan sebuah informasi penting tentang keberadaan musuh dan aktivitas nya " pidato dari pemimpin mereka Kevin O'Leary , memulai percakapan nya ,
" kalian akan mendengar kan dari Nara sumber nya yang sudah membawa berita silakan laporkan " Kevin O'Leary melanjutkan ucapannya kepada semua yang hadir di tempat itu ,
"maaf sebelumnya ,,, lapor..." prajurit utusan itu memberi hormat segera dan ia pun mulai berkata bahwa ,,,,
" setelah saya mendapat kabar Tentang petinggi militer pertama Mark Zuckerberg telah mengundurkan diri , dia gantikan dengan bawahan letnan marsell Recio yang saat ini menjadi komandan militer yang baru , jadi perkembangan nya tidak segencar komandan militer Mark Zuckerberg , namun situasi masih sama , jika kita akan memulai menyusun strategi , hal ini berdampak baik bagi pasukan , karena sang petinggi militer yang berjulukan sang macan iblis itu sudah tidak menjabat sebagai panglima " kata salah prajurit yang tadi melaporkan kejadian ,
semua orang yang berada di situ terdiam dan hening ,
" seberapa besar kemampuan letnan pengantin itu dan seberapa besar prajurit yang berada di wilayah penjagaan " kata Dania sandres putri tunggal dari komandan militer negara MSM ,
" pasukan berkisar Masih seribu orang , tidak ada tambahan , sedang kan Tetang letnan militer ini dia hanya bertugas mengawasi , paman dari petinggi militer juga telah kembali pulang ke negaranya setelah mendengar tuan Mark Zuckerberg telah mengundurkan diri " kata penjelasan dari prajurit penyusup anggota anak buah Dania ,
" kamu tahu apa penyebabnya Mark Zuckerberg mengundurkan diri " tanya Dania kepada informasi itu ,
" hal yang sangat bagus , kita akan membawa pasukan kesana dalam beberapa hari , pasukan kita sudah ada persenjataan , kita akan rebut kamp yang didekat jantung kota , setelah itu baru menyisir dibagian perbatasan dan kita akan pertahankan , sampai musuh datang membawa bala bantuan , dengan itu kita juga sudah harus menyediakan jebakan dan strategi pertahanan , setelah mereka mendapat umpan nya maka kita akan melakukan penyerangan , " kata dia yang sudah mengintruksikan semua pasukan , murid yang baru masuk berjumlah dua puluh itu ia akan tetap tinggal , selain bisa dapat berlatih , juga bisa dijadikan umpan disaat terdesak , Dania akan membawa dua ratus orang untuk menyerang seribu orang musuh yang berada di jantung kota dan perbatasan , misi kali ini adalah strategi gerilya , menyerang disaat hari sudah malam , akhirnya rapat pun selesai , mereka kembali ke tempat masing-masing , Dania Langsung menuju lapangan pelatihan , ia melihat semua pasukan yang sudah diajarkan berbagai hal seni bela diri , dari pertarungan , menembak , dan strategi pertahanan , saat ini mereka sudah banyak berlatih , tubuh dan kondisi juga mengalami kemajuan fisik , tegap seperti prajurit militer sungguhan , bahkan bagian penembak juga sudah bukan hal biasa setiap bidikan selalu mengenai sasaran , saat ini mungkin akan menghadapi penyerangan , mereka semua berlatih cara menebak jarak jauh , seperti seorang sniper , mengintai , membidik dan menembak , semua serangan yang dilakukan oleh sang sniper pun tidak kalah dengan penembakan ulung seperti mereka semua sudah ahli dan mahir dalam bidang nya , Dania menghembuskan nafas berat dia akan membawa pasukan penebak dan pasukan pertahanan seni bela diri , karena mereka akan menyerang jarak jauh , sedangkan dan radiasi jarak dekat ia memilih pelatihan seni bela diri dan penembak ulung , disaat ada pertarungan mereka dengan mudah mengalahkan nya , sedang kan regu sniper akan menjadi pengintai dan membidik siapapun yang menjadi penghalang atau penyergapan , tim sniper harus dapat melindungi dan mengamati , strategi ini akan jauh lebih baik lagi , kata hati Dania ,
ia pun berhenti disuatu tempat yang tersedia diarea pelatihan sebagai tempat peristirahatan , didalam gubuk yang seperti gazebo itu terdapat tempat yang dapat melihat atau memantau seluruh pasukan yang sedang berlatih , Dania duduk diatas tempat yang paling tinggi agar dapat mudah mengawasi mereka berlatih , karena mereka sedang berlatih bersama senior-senior yang sudah , dilatih lebih dulu dari mereka , semua pelatihan juga instruksi dari Dania sendiri , perkembangan mereka sangat jauh sekali , Dania merasa lega melihat perkembangan mereka , namun dalam hati Belum puas jika penyerangan Beberapa hari lagi akan gagal , itu akan mencoreng nama ayah nya juga dirinya , saat ini ada seseorang yang datang mendekat ,
" lapor komandan ," kata orang yang baru datang ,
" katakan .." kata Dania ,
" komandan ada seratus lima puluh orang lebih , tepat nya seratus delapan puluh tujuh orang akan bergabung dengan pelatihan , " kata seorang prajurit penjaga wilayah ,
" Hem ... mereka sudah pernah ikut pelatihan " tanya Dania kepada prajurit itu ,
" mereka adalah prajurit yang datang dari Utara , mereka buronan pemerintah musuh komandan " kata prajurit itu ,
" Hem ...berarti mereka pernah ikut pelatihan , walau tidak banyak, baiklah segera masuk mereka dalam tim junior " kata Dania tegas , prajurit itu tanpa bantahan segera membawa mereka , setelah memerintahkan untuk mandi dan beristirahat sejenak , makan ala kadarnya , mereka dibimbing menuju lokasi pelatihan , saat ini Dania yang akan melatih sendiri , seperti Melihat prajurit-prajurit anak buah nya , setelah mereka berkumpul di area lokasi pelatihan Dania mengintruksikan mereka untuk berbaris , mereka tahu cara ini , Dania yang sudah tahu kemampuan mereka tidak sebanding dengan Junior lainnya setidaknya mereka telah memakan asam garam peperangan ,