
Dania yang sudah mendapatkan banyak makanan pun akhirnya kembali ke markas bersama Dima , ia masih menyusuri lorong dan jalan setapak , sesampai di markas pelatihan Dania langsung menuju ruang kamar tidur nya , yang sebelumnya ia berpamitan kepada Dima ,
" dim ... terimakasih kamu sudah mau mengajak ku pergi jalan-jalan " kata Dania ,
" yah... Nia ,, aku juga senang sekali jika kamu senang " kata Dima ,
" haaa... Nia ,,, sebutan yang sangat bagus , "kata Dania ,
" Iyah kamu sebut aku juga dim , itu juga tidak buruk " kata Dima ,
" haaa...iya maaf ya " kata Dania ,
" Iya ,, seperti aku bilang tadi aku sangat senang sekali " kata Dima ,
" hemm... terimakasih sekali lagi Dima ,,, kamu telah mau mengajak ku jalan-jalan ya " kata Dania ,
" Hem yah " kata Dima singkat dan mereka pun berpisah karena arah jalan mereka berbeda arah , Dania yang sudah berada didalam ruang kamar tidur nya , ia segera membuka semua bungkusan makanan , setelah melihat isinya , Dania Langsung bersemangat untuk menghabiskan makanan yang diberikan oleh Randi , alias Kevin O'Leary putra dari pemimpin negara MSM itu , ia dengan tenang nya berjualan makanan seperti penduduk yang lainnya , Dania yang sudah melihat makanan yang berada dihadapan segera menyantap nya , ia memakan makanan itu sampai tak tersisa , disaat ia sedang asik makan tanpa disadari oleh nya , Dima mengintip nya , ia tersenyum melihat Dania begitu rakus nya , dan tanpa disadari oleh Dima , Randi alias Kevin O'Leary anak dari presiden itu melihat nya juga , ia juga tersenyum melihat makanan yang diberikan kepada Dania tidak terbuang sia-sia , setelah Dania menyelesaikan makanannya ia segera mengemas bungkusan dan area meja nya , setelah selesai ia mencoba mengambil buku , yang dulu milik papanya Dania , ia pun membuka buku halaman demi halaman , sampai malam semakin larut , Dania akhirnya tertidur , disaat itu lah randi alias Kevin O'Leary masuk ke dalam kamar , ia membopong Dania keatas ranjang tempat tidur nya , setelah itu ia pergi dari situ , sebelum nya ia bersiul dan berkata ,
" selangkah lebih dulu ,,, haaaa" setelah mengatakan nya ia pun tertawa , Dima yang tahu kalau dirinya tersindir hanya menghela nafas panjang , dan akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju arah ruang kamar tidur nya ,
pagi ini Dania terbangun , ia merasa heran dengan posisi tidur nya yang sudah berada diatas tempat ranjang tidur nya , namun perasaan itu langsung tak digubris nya ia segera membersihkan diri dan langsung menuju lokasi pelatihan , saat ini terlalu pagi dan belum melihat satu orang pun datang , Dania memutuskan untuk pergi ke tempat pantry buatan ternyata disana sudah ada banyak orang yang sedang menikmati sarapan pagi dan secangkir kopi atau teh , Dania segera menuju ke arah petugas yang bekerja sebagai tukang masak di tempat itu , ia memesan teh dan sandwich , tak menunggu lama sarapan pun tersedia , ia mencari kursi meja yang kosong , tanpa disadari oleh nya semua orang itu baru tahu kalau orang yang berada di dalam tidak mengetahui Dania yang masuk ke dalam ruangan , dan alhasil mereka terlambat memberi penghormatan , semua yang berada di situ berteriak sangat keras ,
" hormat komandan militer " kata semua orang yang hampir serentak , Dania hanya mengangguk kepalanya dan ia pun langsung duduk di antara meja kursi yang kosong setelah mendapat meja tak berapa lama Dima dan paman Karta masuk kedalam ruangan , saat melihat Dania yang duduk membelakanginya , ia pun segera berlari dan mengambil sarapan nya paginya , dan langsung menuju ke arah meja makan Dania , Dania yang baru mencomot roti sandwich sebagian mendongak keatas melihat orang yang baru datang dan duduk dihadapan , Belum sempat berbicara , Paman karta sudah duduk disebelah Dima ,
" Dima ... paman .. selamat PO pagi , kalian baru datang " kata Dania ,
" heeee... " Dima cengengesan , karena pagi ini memang agak siangan karena semalam Dima tak bisa tidur , ditambah lagi ia mengingatkan kata- kata , Randi alias Kevin O'Leary ,
" selangkah lebih dulu " membuat Randi kesal dibuatnya , namun ia tahan karena saingannya adalah putra pemimpin negara MSM sedang kan dia hanya anak dari petinggi militer negara MSM , menurut nya tidak bagus , lebih baik dia bersabar saja , kata pepatah mengatakan , jika jodoh akan bertemu jua , ia ingat pribahasa itu agar Dima merasa lebih tenang , tanpa harus bersaing secara ketat dengan putra pemimpin negara nya itu , harus realistis , Dima menyemangati diri nya sendiri ,
" Dania gimana tidurmu semalam " tanya Dima , namun...
" ekhemmm,,," Suara deheman dari paman karta membuat Dima terdiam , namun Dania keburu mendengar nya ,
" oh aku semalam tidurnya sangat nyaman sekali " kata Dania menjawab pertanyaan Dima ,
" oh .. begitu bagus lah kamu terlihat sangat segar pagi ini " kata Dima ,
" iya ,,, karena sebentar lagi kita latihan , satu Minggu kita akan melancarkan serangannya " kata Dania mengingat Dima ,
" ah...iya kamu benar kita akan ke markas musuh " kata Dima yang suaranya sudah di pelankan ,
" hemm.... aku pikir kamu akan lupa " kata Dania ,, sambil menyungging kan senyuman manisnya ,
'" tentu tidak ,, kita adalah petinggi militer tertinggi saat ini , sebagai pemimpin aku harus menjadi panutan bagi pasukan ku " kata Dima , yang disauti oleh seseorang,
" bagus ,, sebagai pemimpin harus mengenyampingkan perasaan nya , Karena negara kita lebih penting " kata suara itu, Dima yang mendengar nya akan membantah namun setelah melihat siapa yang berbicara ia pun mengurungkan niatnya , dan melanjutkan Makan sarapan pagi nya ,
Ternyata yang bersuara tadi adalah anak dari presiden negara nya Kevin O'Leary , segera Dania berdiri dan memberi hormat kepada anak dari pemimpin negara nya , semua yang berada di tempat itu juga melakukan hal yang sama seperti Dania tanpa terkecuali Dima dan paman karta , Kevin O'Leary pun mengangguk kepala nya , setelah itu mereka semua kembali duduk dan melanjutkan sarapan paginya ,