
Mark Zuckerberg yang sudah memasuki ruang kerja nya , sudah tidak terlihat lagi mungkin dia sudah disibukkan oleh pekerjaan nya , sedang Dania harus membereskan piring makan majikan nya setelah nya ia akan membersihkan seluruh rumah majikannya ,
saat ini Dania sedang membuat makan siang untuk majikannya , setelah selesai ia pun menyajikan nya diatas meja makan , Dania yang baru siap melakukan pekerjaan nya , sang majikan pun telah datang dan langsung duduk di kursi meja makan , Mark Zuckerberg memakan hidangan yang sudah di sajikan oleh Dania ,
malam ini Mark Zuckerberg pergi keluar ia akan bertemu dengan seseorang yang menelpon nya , sedang Dania saat ini sedang bersantai , melihat sang majikan yang tidak ada dirumah , ia asik menonton film di televisi , banyak acara dan berita meliput negara nya yang saat ini sudah berada di tangan musuh , sejak Dania teringat pesan ayah nya agar Dania harus tetap hidup selama masih diberikan berikan kehidupan , jika nanti ada masanya maka dia harus berjuang merebut kembali negara yang telah jatuh ke tangan musuh , air mata Dania meleleh di pipi rasa sakit yang ia rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit dari pesan ayah nya , Dania berjanji kepada ayahnya agar ia akan tetap hidup dan memperjuangkan semua , sebagai putri tunggal dari petinggi militer yang disegani dan dihormati oleh semua orang , Dania mendapatkan informasi dari perbatasan ada sekawan prajurit yang dahulu pernah mengikuti ayahnya sebagai bawahan mereka saat ini menjadi buronan namun mereka melarikan diri ke perbatasan negara yang tidak dapat dijangkau oleh negara yang sudah menduduki negara nya , dania merasa senang mungkin ada harapan untuk menepati janjinya kepada ayahnya , namun iren ragu apakah ia akan diterima disana , hatinya menjadi bimbang , akhirnya ia pun memutuskan menutup televisi dan beranjak pergi dari tempat itu , saat ini Dania didalam ruang kamar tidur nya , sudah jam 12 malam sang bos dingin dan tidak berperasaan itu belum pulang kerumahnya , dania mencoba memejamkan matanya , namun ia masih teringat janji yang dibuatnya kepada ayahnya , namun melihat anak buahnya ayahnya telah menjadi buronan Dania memiliki harapan untuk pergi mencari mereka , ingin rasanya saat ini Dania bertarung dan melawan semua musuh-musuh negara , namun hal gila kalau disaat ini dia harus mati konyol tanpa membuat strategi yang pas untuk menaklukkan lawan yang sudah menjajah negara nya , pikir nya pun melayang-layang dan akhirnya Dania ketiduran , ia terlelap dalam tidur nya bermimpi melihat negara yang indah seperti dahulu kala , ia bercengkrama dengan kedua orang tua nya , tertawa bersama dan banyak hal yang indah dilalui oleh nya dan keluarga nya , ia pun tak pernah menduga , dan tak pernah menyangka kalau akhirnya kehidupan yang indah itu telah hancur , sama hancur nya dengan negara nya , Dania terbangun dalam Isak tangis nya , disaat ia mengusap air matanya , Dania sangat terkejut melihat bosnya lagi-lagi berada tempat di tepi ranjang tidur nya , Mark Zuckerberg berdiri sambil melihat Dania yang sedang mengusap air mata nya yang meleleh , Mark Zuckerberg mendengar Dania berteriak histeris memanggil-manggil nama ayah dan ibunya disaat Mark masuk kedalam ruang kamar tidur Dania , Dania yang tidur tidak tenang pun terbangun sambil terisak dan menagis , disaat itu Mark Zuckerberg baru sadar Dania merasa kehilangan kedua orang tua nya , disaat ini dia sebatang kara dan tidak memiliki siapa pun yang menjadi keluarga nya , Mark Zuckerberg yang berdiri pun akhirnya duduk di tepi ranjang tidur Dania ia pun spontanitas memeluk Dania , Dania yang mendapat kejutan itu pun dada dan jantung nya tak berirama , disaat ia ingin memberontak , namun sang majikan berkata ,
" Dania walaupun negara kita bermusuhan , namun aku bukanlah musuh mu , aku akan siap menjadi saudara mu " kata-kata Mark Zuckerberg membuat Dania terperangah dan tak percaya kalau saat ini dia mungkin dijadikan adik angkat atau istri angkat ,,,oh salah selir angkat , suara hati Dania tak beraturan dan tidak mengerti jalan pikiran bosnya itu , akhirnya Dania pun terdiam tanpa berontak lagi melihat sang bos memeluk nya cukup lama , namun sampai badan Dania panas dan berkeringat ia pun melepaskan pelukannya maklum ruang pembantu tidak ada AC ataupun kipas angin , masih untung ada ranjang tidur nya dari pada tidur dilantai seperti waktu dulu ia bekerja sebagai tukang memotong sayuran , ia harus menikmati dinginnya lantai tanpa selimut setiap hari , untung saja ayah tidak pernah memanjakannya , ia terus dilatih dan ditempa , banyak sekali strategi dan cara agar dapat mengalahkan lawan tanpa harus melawan musuhnya , itulah yang sering diajarkan oleh ayahnya , namun melihat majikan nya saat ini ia merasa bukan dirinya , setiap kesimpulan dan dugaan yang mengarah nya sulit sekali ditebak oleh Dania , terkadang dia sangat perduli dan bersimpati , terkadang sangat dingin tanpa belas kasihan , bos....bos kamu itu karakter seperti apa sih ...kata hati Dania ,
" kamu belum menyiapkan sarapan ku " kata Mark Zuckerberg kepada Dania ,
" Dania terdiam sambil melongo dan menghapus peluh yang menetes di badannya , ia pun segera berdiri dan langsung menuju ruang dapur , ia pun secepat kilat membuat hidangan sarapan pagi yang sudah di siapkan malam tadi tinggal menghangatkan di oven , terus menyajikan nya