
Dania saat ini sedang menghadapi pasukan baru yang datang dari perbatasan lain karena mereka buronan negara musuh , Dania akan menjadi mereka pasukan digaris depan dan melatih nya dengan segala kemampuan yang Dania milik saat berlatih dengan ayahnya , saat ini mereka berbaris dan dalam mode istirahat sambil kedua tangannya ditaruh kebelakang punggung ,
" apa tujuan kalian kesini ?.." tanya Dania kepada semua orang yang berjumlah seratus delapan puluh tujuh orang itu , salah satu dari mereka berkata , " kami ingin bergabung dalam penyerangan , " suara dari salah satu mewakili teman-teman nya ,
" apakah kalian mau aku yang melatih , walau pelatihan ini akan membawa tekanan yang berdampak pisik dan psikologis kalian " kata Dania kepada mereka semua ,
" kami siap melakukan apapun demi bangsa Kami " semua orang serempak berkata ,
" baik lah ,, saya akan melatih kalian seperti prajurit dalam bimbingan saya " kata Dania tegas dan berwibawa , akhirnya mereka mendapatkan pelatihan seperti yang Dania instruksi kepada bawahan nya yang lebih dahulu dia latih nya , Dania segera memerintahkan mereka puss up , Scott Jam , berlari dan pelatihan militer , karena dahulu nya mereka adalah anggota militer tentu saja mereka sangat mudah sekali mengatasi pelatihan , setelah selesai pelatihan sore hari mereka akan dilatih seni bela diri tangan kosong , setiap hari mereka berlatih , selama satu Minggu dan benar saja mereka bertarung sekuat tenaga disaat Dania membuat mereka saling bertarung untuk menguji kemampuan pertarungan mereka , bahkan junior yang terdahulu datang sudah sangat mahir dan terbiasa akan pertarungan , cara menyergap lawan dan cara membidik senapan dengan benar , saat ini keseluruhan pasukan hampir mencapai lima ratus orang , Dania berharap dengan kemajuan ini akan lebih mudah mengalahkan musuh , disaat pasukan khusus yang baru dibentuk sudah mahir dalam pertarungan dan cara pertahanan diri maka mereka sudah dinyatakan sebagai senior utama , senior utama mereka berjumlah seratus delapan puluh tujuh orang , disaat semua sedang berlatih Dania yang mengikuti pelatihan mereka juga sudah cemong penuh lumpur , seorang prajurit utusan dari Utara kota MSM telah datang melaporkan ,
" siap komandan .. " kata prajurit itu yang sudah berada dihadapan Dania ,
" siap laporkan .." kata Dania mantap dan berwibawa ,
" dan ada hampir dua ratus lagi datang bergabung , apa di izinkan " kata prajurit itu melaporkan ,
" apa sudah ada izin dari pemimpin kita anak dari presiden kita tuan Kevin O'Leary " kata Dania ,
" sudah dengan izinnya " kata prajurit itu yang masih berdiri tegak ,
" ohh.. baiklah siap kan mereka seperti pemula , setelah itu masuk area pelatihan ini " kata Dania yang begitu tegas dan berwibawa ,
" baik komandan " kata prajurit itu , setelah memberi hormat ia pun berlari keluar lapangan , setelah itu ia kembali dengan pasukan yang hampir mencapai dua ratus orang , Dania bertambah semangat , seperti julukan pasukan senior utama mereka juga akan disebut Junior , dahulu waktu penyerangan direnggangkan , dikarenakan Dania harus melatih mereka yang baru datang , akhirnya mereka sama seperti prajurit utama , Dania memerintahkan berbaris dan tanpa instruksi mereka sudah berbaris dan beristirahat dengan tangan yang ditaruh di belakang punggung nya , sama seperti pasukan utama mereka juga bekas prajurit perbatasan Utara , mereka juga sangat mahir dalam bertaruh dan pertahanan , mereka terbengkalai setelah komandan yang memimpin pasukan nya telah ditembak dan dieksekusi mati oleh pihak musuh , setelah mengetahui komandan nya telah tewas mereka juga melawan dan mempertahankan wilayah nya , bahkan pihak musuh juga belum bisa mengatasi strategi yang telah disusun oleh komandan militer bagian Utara kota MSM , setelah pengetesan mereka memang sangat handal dalam hal apapun , akhirnya Dania berbicara dengan pemimpin utama mereka setelah meninggal sang komandan militer pasukan bagian Utara kota MSM , setelah Dania melihat pemimpin mereka yang tak lain adalah sang putra dari sang komandan , segera Dania mengajak nya berdiskusi , prihal Strategi penyerangan , ia yang dibantu oleh kepercayaan papanya langsung memasuki ruang rapat yang biasa digunakan untuk pertemuan , sedang kan prajurit yang lain sedang melanjutkan pelatihan nya ,
" silahkan duduk dulu " kata Dania yang sudah duduk berada didepan mereka berdua , pemuda itu melihat Dania begitu cantik dan berwibawa ,
" Iyah itu saya .." kata Dania singkat ,
" aku ,,, anak dari petinggi militer bagian Utara kota MSM namaku Dima Pratama putra , sedang kan papaku darma Pratama , " kata Dima , tegas dan penuh kepercayaan ,
" salam kenal Dima , kamu sudah mengenal ku bahkan namaku juga " jadi aku tidak akan memperkenalkan keluargaku lagi , aku akan membahas tentang pokok pembahasan utama kita , aku dan prajurit ku akan mengadakan penyerangan , sebelumnya kami kekurangan prajurit , dengan adanya kalian prajurit Kami mencapai delapan ratus ribu orang , dengan adanya tambahan prajurit ini , aku sebagai komandan akan sangat senang sekali , " kata Dania yang sudah menjelaskan sebagian pembahasan ,
" jadi kedatangan kami adalah bantuan yang sudah di tunggu-tunggu " kata Dima ,
" iya mungkin seperti itu , aku menerapkan strategi gerilya , sebagai inti dari penyerangan , bagaimana pendapat mu " kata Dania kepada Dima yang sama-sama putra dan putri seorang petinggi militer negara kota MSM ,
" saran ku itu cukup bagus aku akan menanyakan ini kepada orang yang sudah aku anggap sebagai pamanku , bagaimana paman karta putra " yang kemudian Dima menanyakan perihal ini kepada Karta putra teman seperjuangan papanya yang masih menjabat sebagai anggota militer yang berbeda bagian dengan papa Bima ,
" itu juga cukup bagus , tinggal bagaimana membentuk pasukan penyerangan saja , agar dapat bertahan dalam kondisi apapun " kata paman karta putra ,
" aku juga sudah menyusun rencana , menjadi tiga bagian dua kelompok , bagian utama akan aku perintahkan prajurit handal dalam pertahanan dan penyerangan yang aku sebut pasukan utama bagian kedua akan aku buat sebagian pasukan penyergapan , dan bagian ketiga aku letakan bagian pengintaian mengunakan metode sniper pengintai , bertugas menjadi pelindung dan penyerangan jarak jauh " kata Dania menjelaskan semua strategi itu kepada Dima , anak dari komandan militer bagian Utara kota MSM , bahkan penjelasan Dania yang sangat panjang itu juga didengar oleh Karta putra ,
" tidak diragukan oleh negara putri dari komandan militer utama kota MSM bukan lah sosok wanita biasa , aku sangat bangga padamu nona , pastilah orang tua mu sudah mendidik mu dengan benar " kata paman. karta putra , kepada Dania ,
Dania yang mendapatkan pujian itu hanya tersenyum malu , senyuman itulah membuat Dima sudah terpesona pada pandangan pertama nya ,
" sungguh cantik Putri dari keluarga sandres " kata Dima pelan , yang masih bisa didengar oleh pamannya Karta putra , ia tersenyum melihat Dima menyukai Dania , putri petinggi militer negara MSM