By My Side

By My Side
Bab 9 Fans Katanya



Yuni sudah pulang dari rumah temannya. Ternyata ada yang melapor soal Joni ke kost sampe malam. Alhasil Vera dapat ceramah gratis dari Yuni.


Vera mendengarkan saja tanpa ingin menyela apa yang Yuni katakan. Meski dalam hati merasa kesal karena ada tukang adu.


Kesal tapi malas ribut, jadinya ya diam saja. Kenapa diam saja? ya karena Vera tipikal tak suka keributan. Tapi kalau disenggol dengan sengaja dan sakit, sudah pasti melawan dia.


Mood yang rusak pagi itu, setidaknya berubah karena bekerja. Bertemu teman, bertemu pelanggan, membuat mood Vera jadi sedikit lebih baik.


Saat istirahat siang, Vera pulang ke kost dan mampir membeli makan siang. Vera bertemu seorang gadis yang ternyata adalah karyawan toko kain Warna Warni. Yang beberapa waktu lalu sempat Vera datangi melamar pekerjaan.


Gadis ini mengajak Vera mengobrol basa basi, yang akhirnya Vera ketahui namanya Dwi. Dan sebelum pergi, Dwi mengatakan sesuatu yang membuat Vera sedikit terkejut.


" Eh, kamu yang namanya Vera ya? " tanya Dwi.


Vera mengernyit sambil menatap heran, kenapa gadis ini tau namanya. Padahal mereka belum pernah berkenalan.


" Iya, kok kamu tau namaku? " tanya Vera balik.


" Pokoknya tau aja, rahasia hihihi.." Dwi tertawa sambil menutup bibirnya.


" Kamu loh terkenal diantara anak-anak WW. " lanjut Dwi.


WW adalah sebutan untuk toko kain Warna Warni. Semoga ga salah mengartikan ya yang baca.


" Masa sih? kok bisa terkenal? kan aku ga pernah main ke sana? " tanya Vera beruntun karena penasaran.


" Dah ah, ga usah dipikirin, yang penting kamu terkenal aja pokoknya. " masih dengan mode senyam-senyum si Dwi.


" Btw, kenalin aku Dwi, aku kost di depan kost kamu, jadi kita tetangga kost. " lanjut Dwi.


Vera hanya ber oh ria saja mendengar celotehan Dwi. Dwi ini bertubuh sedikit subur, alias gemoy lah ya. Dibanding Vera ya pasti kalah jauh, secara badan Vera ramping. Tapi Dwi memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi, berbanding terbalik dengan Vera, yang lebih sering diam menyimak pembicaraan sambil sesekali menimpali.


" Eh Ver, ada temenku loh suka sama kamu,," ucap Dwi kemudian.


" Temen kamu? yang mana? "


" Ada yang anaknya tinggi, putih, rambutnya belah tengah, namanya Andik. " jawab Dwi.


Sudah berkerut alis Vera mendengar ada yang suka padanya, makin menyatu lah alisnya, mendengar diskripsi dari lelaki bernama Andik ini. Merasa tak pernah mengenalnya, Vera hanya menggeleng sambil tersenyum simpul. Tak habis pikir, batinnya.


***


Saat pulang bekerja, Vera bertemu kembali dengan Dwi. Sedikit saling menyapa, sampai Dwi menunjuk seorang lelaki yang berdiri di depan WW. Dwi berkata jika lelaki itulah yang bernama Andik. Vera hanya menjawabnya dengan kata oohh sambil mengangguk tanda paham.


Sedikit tersenyum Vera kepada Andik, karena Andik yang terlebih dulu menyapanya dengan senyuman. Tak etis jika kita tak membalasnya bukan?


Sampai di kostnya, Vera segera membersihkan diri dan ingin mengisi perutnya. Ternyata hari ini ia merasa tenaganya habis terkuras untuk bekerja. Sehingga membutuhkan asupan berupa makanan yang mengenyangkan. Berniat untuk menunggu di depan kost, karena biasanya ada tukang nasgor atau tahu Tek yang lewat.


Saat menunggu, ada chat masuk ke hp nya. Chat random sebenarnya, tapi untuk mengisi kebosanan Vera meladeninya.


R : hai,,, boleh kenalan ga?


R : nama kamu siapa?


V : kamu dulu lah yang kasih tau namamu


R : ok...aku RBT, nama kamu siapa?


V : Vera


R : bagus namanya, pasti orangnya cantik


V : hah sok tau, gombal banget sih😂


R : ga gombal lah, yakin aku


V : kamu dapat nomorku dari mana?


R : ada deh, cuma asal pencet aja, kamu ini ada di mana?


V : aku kerja di kota M, kalo kamu?


R : aku juga di kota M, tapi kerja di kota G... ketemuan yuk


V : hah? seriusan?


R : iyalah, kapan kamu libur?


V : hhmm hari Rabu kayaknya, kalo ga ada perubahan


R : ok nanti kukabari lagi ya


V : ok


Seperti itu kira-kira isi percakapan mereka melalui pesan singkat.


Meski terkesan tak jelas dan tak penting tapi cukup menghibur bagi Vera.


Jika benar bisa bertemu, ya berarti bagus, tapi jika tidak juga tak akan jadi masalah, just have fun sih judulnya.


Sambil menunggu tahu Tek nya Vera chatting dengan orang random.


Naik ke kostnya untuk menikmati tahu Tek hangat yang akan menghilangkan laparnya. Bukan hanya Vera yang kelaparan, sepertinya teman-temannya pun sama, sama-sama kelaparan.


Vera tak menceritakan tentang chat random tadi, bisa jadi akan diomeli Yuni lagi.


Lebih baik skip saja ceritanya, nanti jika sudah benar-benar bertemu baru Vera akan bercerita. Ya, seperti itu lebih baik bukan?


Lebih baik tidur, mengistirahatkan tubuh yang lelah karena seharian bekerja.