
Mendapat jawaban dari Joni yang seperti itu saja sudah membuat hati Vera deg deg an. Yaaa sereceh itulah Vera... sedikit rayuan pasti bisa membuatnya meleleh.
Menanggapi dengan senyum, Vera tak mau besar kepala, yang ada berat nanti, laki-laki sekarang kan gampang sekali untuk mengatakan hal-hal yang menyenangkan hati. Tapi setelahnya akan dibuat jatuh sejatuh- jatuhnya ke dasar.
" Coba, parfum merk C ini mas, wanginya enak, cocok buat laki-laki. " saran Vera.
Vera memberikan parfum tersebut pada Joni yang disambut tangan Joni disertai seulas senyum. Duh... beneran melting ini sih, batin Vera.
Joni mencoba parfum dengan sedikit menyemprotkan ke tangannya. " hhmm... beneran enak wanginya, mbak nya suka ga wangi yang ini? " tanya Joni lagi.
Vera hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Joni mengambil parfum lain, dan mencobanya. Menanyakan pada Vera dirinya menyukai wangi tersebut atau tidak.
Pilihan Vera tetap yang pertama, memang dia sangat menyukai aroma parfum tersebut, terasa segar.
Akhirnya, Joni mengambil parfum itu dan berniat membayarnya di kasir. Sebelum pergi, Joni berkata bahwa dirinya akan menunggu Vera saat pulang kerja nanti.
Vera terdiam cengo sambil mikir, ini artinya si Joni jemput Vera pulang kerja kan ya? setelah tersambung kinerja di antara otaknya, perlahan Vera tersenyum-senyum sendiri, mengingat ada seseorang yang akan menunggunya.
Tanpa Vera sadari, interaksi antara dirinya dan Joni disaksikan beberapa teman kerjanya, termasuk Ari, yang melihat pemandangan itu dengan hati dongkol, alias kesel. Secara Ari merasa tersaingi dengan adanya Joni.
" Ra, kamu kenal sama si Joni tadi? " tanya Ika setelah kepergian Joni, Ika adalah salah satu SPG kosmetik merk P di swalayan itu.
Sambil mengerutkan dahinya, Vera menjawab " hhmm,,,kenal sih, baru aja mbak, baru beberapa hari yang lalu." jawab Vera.
" Emangnya mbak Ika kenal? " tanya Vera pada Ika.
" Kenal lah,, " sambil tersenyum kecil Ika menjawab, " si Joni itu, adiknya pacar aku, mas Ardi." lanjut Ika.
" Kamu harus hati-hati ya Ra sama si Joni,," ucap Ika kemudian, Vera masih diam tanpa ingin menyela ucapan Ika.
" Si Joni itu terkenal player soal cewek-cewek Ra, jangan sampe kamu jadi korbannya juga. " Ika mengatakan hal ini dengan serius sembari tersenyum kecil.
Jenis senyuman hangat dari seorang kakak untuk adiknya. Vera merasakan perasaannya menghangat seketika. Bagaimana rasanya disaat kita jauh dari keluarga, tapi mendapatkan teman yang seperti saudara sendiri.
" Iya, mbak, aku akan lebih hati-hati, lagian juga baru kenal kok mbak, belum tentu juga dia suka sama aku, aku loh jelek mbak,,," jawab Vera sambil tertawa-tawa, meski sudut hatinya sedikit terasa sedih.
Ternyata lelaki yang menurut pandangan Vera, mampu menarik perhatiannya itu tak lebih dari seorang player. Ada rasa kecewa yang timbul di hati Vera. Sepertinya bunga itu layu sebelum sempat mengembang dengan sempurna.
" Cie cie.. disamperin cogan (cowok ganteng),," goda Anik, " gimana tadi Ra? si siapa ya namanya aku lupa? "
" Joni mbak,,"
" Ah iya Joni, bilang apa tadi dia? lumayan cakep, ya ga sih Ra? " Anik berkata sambil tersenyum lebar, terpesona sih sepertinya, Vera ga heran, karena Joni memang lumayan tampan dan menarik.
Vera menceritakan sedikit percakapan antara dirinya dan Joni, juga tentang peringatan Ika. Anik mengatakan agar Vera mendengarkan kata hati tapi juga mendengarkan orang di sekitar yang lebih paham. Tak apa jika masih tahap wajar saja pendekatannya, yang penting tak melewati batas.
Lagi, hati Vera merasakan kehangatan dengan hadirnya teman kost nya yang seperti saudara sendiri.
Dikit dulu lah...
Lanjut nanti lagi ya...kabooooorrrr๐๐๐๐๐๐คฃ