
Dikelilingi oleh orang-orang yang sayang dan peduli pada apa yang terjadi di sekitar, rasanya begitu membahagiakan bukan?
Meski Vera merasa sedikit kekecewaan, tapi Vera berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Biarlah hati terasa sedih, orang lain tak perlu tau apa yang terjadi sebenarnya.
Melihat banyaknya yang memberi perhatian, Vera ingin agar tidak mengecewakan mereka-mereka yang peduli padanya.
Waktu pulang pun tiba, Vera tak berharap Joni akan menepati janjinya, tapi seperti ada keinginan dalam hatinya Joni benar-benar akan datang menjemputnya.
Saat keluar swalayan, Anik mengajak mencari makan dan camilan ke daerah sekitar alun-alun, tapi Vera menolaknya karena ingin segera beristirahat. Akhirnya Anik dan Heni berjalan ke arah alun-alun bersama teman kerja yang sejalur.
Vera pulang bersama Nova, seorang SPG parfum, yang tinggal di kost tak jauh dari kost Vera, dan searah. Saat melewati ruko, Vera sedikit terkejut dengan adanya Joni yang sedang bersandar di rolling door sebuah ruko yang telah tutup.
Terlihat seperti sedang menunggu seseorang. Tapi Vera berusaha acuh akan hal itu. Nova sempat berbisik pada Vera.
" Ver, bukannya itu cowok yang tadi di toko ya, yang ngobrol sama kamu ? " bisik Nova.
Vera tak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya saja sambil melirik ke arah Joni, yang sepertinya sudah melihat Vera.
" Itu,, Ver,, kamu ga sapain apa? kayaknya dia nungguin kamu deh? " cerocos Nova, yang tak direspon Vera dengan kata, hanya diam.
Tetap berusaha acuh, Vera dan Nova berjalan melewati Joni begitu saja.
" ppsstt.. ppsstt.." berulang kali Joni mengeluarkan suara seperti itu, sambil terus membuntuti Vera dan Nova.
Entah karena apa, Vera sebal sendiri mendengarnya. Dianggapnya aku cewek apaan manggil kok psstt psstt, batin Vera julid.
Akhirnya Vera menghentikan langkahnya, membalikkan badannya, memasang wajah garang, siap mengomel.
" psstt psstt..psstt psstt..kamu itu manggil siapa? huh?? " omel Vera.
Beneran resek nih orang ternyata, ganteng sih tapi kok ya nyebelin, batin Vera lagi julid pokoknya.
" Aku tuh punya nama ya, seenaknya aja kamu manggil psstt psstt... psstt psstt, dasar ga jelas !!! " omelnya lagi, sambil balik badan melanjutkan langkahnya.
" hehehe..aku tuh sebenernya lupa namamu mbak, boleh kan kenalan lagi? "
Huufftt masih ngeyel rupanya, penasaran aja sih kayaknya, ga serius kayaknya nih orang, batin Vera lagi.
Perjalanan pulang jadi terasa lama, selain karena gangguan dari Joni, Nova juga sengaja berjalan lambat. Dalam hatinya seneng karena ada cowok ganteng mengikuti di samping mereka.
" Udah Ver, kenalan lagi aja sih, kan anaknya juga lumayan cakep,," bisik Nova, yang sebenarnya percuma, karena Joni masih bisa mendengarnya.
Terbukti kan, lelaki itu saat ini senyam-senyum tak jelas. Percis orang kurang waras sih tepatnya. Apa yang lucu coba, Vera yang disuruh kenalan ulang, atau karena dibilang cakep sama Nova.
" ck...apa sih mbaaaakkk, mbak aja ih yang kenalan kalo gitu,," bisik Vera ganti.
" Ya udah kalo kamu nggak mau kenalan lagi, aku kenalan sama mbak rambut kriting ini ya.." Kata Joni.
Vera hanya menyebikkan mulutnya sehingga terlihat monyong. Beda Vera, beda lagi Nova, perempuan satu itu menyambut ajakan kenalan Joni dengan senang.
Sisa perjalanan diisi percakapan antara Joni dan Nova. Setibanya di depan kost Vera, Nova pamit akan melanjutkan langkahnya pulang.
Ini si Joni, masih bertahan di depan kost Vera. Akhirnya membuat Vera meluangkan waktunya untuk berbicara dengan Joni.
Bersambung dulu....