By My Side

By My Side
Bab 3 Yang Pertama



Hari ini hari pertama Vera memulai dunia barunya. Yap, Vera akan mulai bekerja hari ini. Seperti biasanya, Vera akan membersihkan diri saat adzan subuh berkumandang, sekaligus untuk menunaikan ibadah.


Vera membeli sarapan untuk dirinya dan juga untuk Yuni. Setelah sarapan, Vera mematut dirinya di depan cermin yang ada di dinding lorong kamar kost. Yang biasanya digunakan secara bergantian bersama penghuni kost yang lain.


Kemarin saat Vera diberitahu tentang dirinya yang diterima kerja, Pak Sholihin juga sedikit menjelaskan tentang di bagian mana Vera ditempatkan, tentang hari libur, tentang tata tertib di swalayan P. Meski belum secara keseluruhan.


Kemarin Vera juga sudah langsung mendapatkan seragam kerja. Ada dua warna yaitu jingga dan hijau. Seragam jingga digunakan untuk hari Senin, Selasa dan Rabu. Seragam hijau digunakan untuk hari Kamis, Jum'at dan Sabtu. Sedangkan hari Minggu pakaian bebas asal rapi.


Setiap karyawan akan mendapatkan hari libur 1 kali dalam 1 minggu. Yang harinya diatur bergantian dengan karyawan lain dalam satu bagian.


Teman kost Vera juga ada yang bekerja di swalayan P, ada Anik dan Heni. Anik dan Heni sudah cukup lama bekerja di sana, Anik sudah bekerja 3 tahun, sedang Heni sudah 2,5 tahun bekerja di swalayan tersebut.


Yuni menitipkan Vera pada Anik dan Heni untuk dibimbing dalam bekerja. Maklum, Vera masih awam dengan dunia kerjanya.


" Nik, Hen, aku titip adikku ya, tolong diajarin kerjanya supaya bener. Kalo dia salah ditegur aja nggak ga apa-apa. "


" Iya, Yun...kamu tenang aja, aku rasa adikmu ini anaknya cepat tanggap, jadi nggak akan sulit untuk mengajarinya, ya kan Hen? " Anik meminta pendapat Heni.


" Iya, mbak Yun.. tenang aja ya, nggak usah khawatir. " Heni menjawab.


" Aku cukup tenang karena ada kalian di sana yang bisa ngajarin Vera. " Yuni berkata sambil tersenyum lega.


" Ya udah, kami berangkat dulu, nanti kesiangan, bisa kena omel pak In. " pamit Anik.


" Mbak, aku berangkat kerja dulu ya, doain aku mbak. " pamit Vera


" Iya Ra, kerja yang bener ya, jangan ceroboh saat kerja. Dengerin mbak Anik loh ya. " nasehat Yuni.


Vera tak menjawab, hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


***


Mereka berjalan menuju swalayan bersamaan dengan anak-anak kost lain di sekitar sana. Karena daerah itu adalah salah satu tempat yang ramai akan pusat pertokoan di kota M.


Banyak toko berjejer di daerah ini, dari mulai toko pakaian, sembako, sepatu sandal, sepeda, motor, alat tulis, alat memasak, dan toko-toko lain.


Saat mereka sampai di depan swalayan, pintu swalayan dibuka sedikit hanya agar bisa dilewati satu per satu orang untuk masuk.


Setelah semua masuk, biasanya akan ada do'a bersama dilanjutkan briefing pagi, yang biasanya berisi arahan dari pemilik swalayan, melalui pak Sholihin selaku manager. Pemilik swalayan ini biasa dipanggil dengan sebutan Tacik.


Vera satu bagian dengan Anik yaitu di bagian palent. Bagian ini mencakup banyak barang mulai dari kosmetik, skincare, parfum, keperluan mandi, pembalut, diapers atau popok bayi dan dewasa, bahkan pernak-pernik lucu.


(ane ga nahan buat ngekek 😂😂😂)


Bayangkan saja, misal produk lipstik saja, itu satu merk ada beberapa macam, ada yang glossy, ada yang matte, ada lip balm. Dan kodenya pakai nomor, gimana cara Vera mengingatnya? sedang Vera tak suka matematika, yang jelas berhubungan dengan angka.


Vera di bagian palent dengan Anik dan satu lagi laki-laki namanya Taqwin. Taqwin ini sedikit lucu, badannya kurus, bisa dibilang ceking, suka bergaya, yang intinya dia harus selalu terlihat rapi dan ganteng.


(aduh aku bayangin aja ketawa mulu 🤣)


Tugas mereka adalah memastikan barang di rak pajang dan etalase mencukupi. Bila habis, mereka harus meminta anak gudang untuk mengambilkan.


Dan caranya cukup lucu, jadi gudang ini letaknya di lantai dua dan tiga, di bagian gerabah dekat sudut ada lubang yang langsung terhubung ke lantai dua. Dari lubang itu ada tali yang ujungnya diberi keranjang kecil sebagai wadah untuk meletakkan kertas permintaan barang di gudang. Tinggal teriak nanti akan ada yang menariknya.


Hari pertama ini, Vera ditugaskan oleh Anik mengelap barang-barang di pajangan. Ini adalah salah satu strategi pemasaran, agar barang terlihat bersih dan menarik minat pembeli.


Tak terasa waktu istirahat siang tiba. Mereka istirahat dibagi menjadi dua sif. Istirahat pertama dari mulai 12.30 sampai 15.00. Istirahat kedua mulai 15.30 sampai 18.00. Dan, biasanya karyawan yang istirahat sif kedua yang akan sholat dan makan siang terlebih dahulu.


Sebenarnya istirahat dimulai jam 12.00, tapi waktu tersebut digunakan sif istirahat kedua terlebih dahulu, jadi setelah itu sif istirahat pertama bisa istirahat sholat makan bisa juga mengistirahatkan tubuh yang lelah dengan tidur sebentar.


Dan baiknya lagi, di sini mereka mendapatkan jatah makan sehari dua kali, yakni makan siang dan makan sore menjelang malam. Jika karyawan tidak mau mengambil jatah makan mereka, jatah makan bisa ditukar dengan uang.


Karena Vera masih baru jadi, dia diberikan waktu istirahat bersama dengan Anik, sedang Taqwin akan berjaga sendirian.


Sebenarnya Taqwin ini baik, tapi saat Vera hadir diantara mereka, Taqwin merasa tersisihkan sebagai anak buah kesayangan Anik. ( bayangin wajah Taqwin, laki tapi merajuk gitu, ah ga nahan aku🤣🤣 )


Vera seperti membawa warna baru di swalayan tersebut, bagaimana tidak, masih muda, terlihat lugu, fresh graduated, dan soal wajah, tak kalah cantik lah, masih bisa bersaing gitu bahasanya. Bisa dibilang Vera lah yang usianya paling muda diantara yang lainnya.


Setelah istirahat, Vera masih berkutat dengan lap mengelap barang, tak tau kapan akan selesai. Vera saja sampai menghela nafas panjang terus menerus. ( apalagi yang ngetik ini )


Saat malam menjelang keadaan swalayan semakin ramai, jadi Anik berkata pada Vera untuk menghentikan acara lap mengelapnya, dan berjaga saja di area palent. Siapa tau ada customer yang memerlukan bantuan.


Sambil diiringi musik dari radio alakadarnya, yang tersimpan di bawah tangga area palent. Mampu membuat semangat yang mulai redup karena lelah menjadi bangkit kembali.


Swalayan akan ditutup pada pukul 9 malam. Dan setelah kasir menyelesaikan penghitungan uang, clear semua, maka mereka bisa pulang pukul 10 malam.


Karena baru pertama kali bekerja, setelah membersihkan diri, Vera langsung menuju alam mimpi.


Yuni yang juga pulang bersamaan dengan Vera, menatap iba adik sepupunya tersebut. Merasa kasihan tapi sekaligus bangga, apalagi mendengar dari Anik, hari ini Vera kerjanya lumayan cekatan.