
S K I P!
"arsen"panggil lena
"iya ma..."jawab arsen
"calon mantu mama mana?"goda lena
"ck!"pria itu berdecak sebal, dirinya sudah bosan mendengar kata-kata itu
huff
lena, wanita itu membuang nafas pasrah
"mama kali ini serius sen.."ucap lena
"ma.. jodoh itu udah di atur,entar datang sendiri dia"ucap arsen dengan santainya
"sen... kamu tu udah pegang perusahaan papa, sampai kapan kamu mau sendiri terus? diusia kamu sekarang sudah cukup untuk menikah"ucap lena
"au ah ma"ucap arsen
"papa.. gini amat anak kamu"wanita itu merengek pada suaminya yg baru datang dari kamarnya
"udahlah ma.. sampai kapan mau maksa dia terus,palingan besok-besok udah bawa calon kesini"ucap gio yg membuat arsen mendengus kesal
"papa kok dukung arsen sihh!"pekik lena kesal
"coba aja ara disini,pasti dia udah dukung mama"ucap lena dengan wajah lesunya
"mama kan tau.. dia maksa buat tinggal di Jerman"ucap gio sambil mengusap lembut rambut istrinya
"tapi kan mama kangen sama ara"ucap lena dengan wajah yg ditekuk
"yaudah kalau gitu arsen jemput"ucap arsen yg membuat wajah hellena berubah jadi bahagia
"serius sen?"tanya lena
"iyalah"jawab arsen
flashback on
drt... drt...
π"halo.. dengan keluarga Abraham?"tanya suster rumah sakit
π"iya betul.. ada apa?"tanya gio
π"pasien Aurora sudah sadar"ucap suster
.........
tok..tok..
"masuk"
lena,wanita itu mengetuk pintu ruangan putrinya, setelah mendapat jawaban dirinya membuka pintu ruangan itu saat pintu terbuka air matanya jatuh tanpa dia sadar,dia melihat putrinya sedang makan disuapi seorang suster
"ara..."ucapnya sambil berjalan mendekati putrinya
"siapa?"tanya ara
DEG...
"siapa? dia lupa pada mamanya sendiri?" batin lena
"s-sus a-da apa ini?"tanya lena dengan terbata-bata
"itu hal yg wajar bagi pasien yg koma, apalagi aurora koma hampir satu tahun,dia hanya butuh mengenal kembali.. ibu tidak usah khawatir dan.. pasien tidak bisa dipaksa untuk mengingat-ingat semuanya.. perlahan aurora bisa kembali ke ingatanya"ucap suster itu sambil tersenyum lalu berjalan keluar ruangan
huff
wanita itu membuang nafas pasrah,dirinya berusaha untuk tenang
"hai.."ucap lena sambil duduk disamping Putrinya
"hai"ucap ara sambil tersenyum
"kamu lupa siapa saya?"tanya lena sambil mengusap lembut rambut gadis itu
"hmm.. tapi menurut saya anda tidak asing"ucap ara sambil tersenyum
"kamu lupa dengan mamamu sendiri?"tanya lena sambil membalas senyuman putrinya
"yahh.."ucap lena sambil mengusap lembut pipi putrinya
"hmm .. sorry I don't know you, but slowly I'll get to know you"ucap ara yg tidak enak
"yeah .. I understand your situation"ucap lena yg berusaha menahan air matanya supaya tidak keluar
"boleh aku memelukmu?"tanya lena
"of course"jawab ara sambil tersenyum
wanita itu sudah menangis dipelukan putrinya,dia sangat merindukan aurora.. tapi gadis itu malah melupakannya
tok..tok..
"masuk"ucap lena sambil menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya
"Aurora?"ucap gio dengan senangnya,dia berjalan mendekati Putrinya ingin memeluknya tapi perkataan aurora memberhentikan aksinya
"who are you?"tanya ara yg bingung
"hei.. dia papamu"ucap lena
"papa?"tanya ara
"kalian berdua mama dan papaku?"tanya ara yg dirinya sudah sangat bingung
"a-ada apa i-ini?"tanya gio pada istrinya
"kita akan membahas itu sebentar"ucap lena sambil menghapus air mata suaminya
"oh .. sorry because of me you guys cry"ucap ara dirinya juga bingung kenapa hatinya sakit melihat dua orang itu menangis
"no is not your fault"ucap lena
"ara.. ini pap__"ucap gio tapi terpotong
"sudah... jangan memaksanya"ucap lena dengan tegas
"t-tapi ke"ucap gio tapi terpotong lagi
"sudah ku bilang nanti akan diceritakan"ucap lena
"ara sudah merasa baikan?"tanya lena sambil mengusap rambut putrinya
"yahh"ucap ara sambil tersenyum
"mau pulang?"tanya lena
"mau.. aku sangat bosan disini"pekik gadis itu dengan senang,lena yg melihat itupun tersenyum walaupun hatinya sakit
..........
"your house is very big"ucap ara saat dirinya sudah turun dari mobil gio dan lena
"ini juga rumahmu sayang..."ucap lena sambil membawa masuk gadis itu kedalam
"assalamualaikum"ucap lena
"waalaikumsalam"jawab hana~tante ara
"wahh aurora.. tante sangat merindukanmu"ucap hana sambil memeluk ara,
"ohw"walaupun dia bingung siapa perempuan ini,tapi dia tetap membalas pelukannya
"kenapa kau tidak senang?"tanya hana sambil melepas pelukannya
"ahh .. sorry I don't know you"ucap ara yg tidak enak
"a-ada apa ini?"tanya hana
"sudah nanti kita akan bicara didalam"ucap lena sambil membawa masuk putrinya
"kamarmu disini.. istirahat saja"ucap lena sambil mengecup kepala Putrinya
"thank You"ucap ara sambil tersenyum
Hellena sudah menceritakan semuanya pada keluarganya,bahkan arsen yg sedang sibuk dengan kuliahnya memaksakan diri untuk datang ke jerman, perlahan-lahan gadis itu sudah bisa mengingat keluarganya, disaat keluarganya ingin kembali kejerman dia tidak ingin ikut,katanya dia sudah nyaman disini, walaupun sudah dipaksa tapi gadis itu tidak mau tapi dia berjanji akan datang ke Jakarta.
flashback end
________________